Pages

Tuesday, 21 September 2010

Saat Kita Berjalan dan Belajar

Selamat pagi blogger!!! Pagi ini saya memutuskan untuk bangun dari tempat tidur saya setelah adik bungsu saya was-wes-wos gak jelas nyanyi lagu Eanie Meanie-nya Justin Bieber. Dengar artikulasinya yang gak jelas itu sukses bikin saya pusing. Hohohohoho. -__- makanya saya langsung kabur. hihihihihi.

Well, kemarin saya dan temang-teman saya nonton film Sang Pencerah.Waw, wajib tonton banget deh tuh film!!! Film itu memang film autobiografinya Hadji Ahmad Dahlan, tapi si sutradara cerdas Indonesia, Hanung Bramantyo, serta para pemain yang berkelas seperti Lukman Sardi, Zazkia Adya Mecca, bahkan aktingnya Ihsan Taroreh si bintang Idol sangat memukau hingga berhasil membuat film itu begitu apik dan mengandung banyak sekali pesan yang begitu dibutuhkan oleh manusia-manusia jaman sekarang.

Ahmad Dahlan sangat tidak takut ketika dia  harus berbeda pendapat dengan kyai-kyai yang usianya lebih uzur daripada beliau, bahkan beliau juga berbeda pendapat dengan kakak iparnya. Namun, Ahmad Dahlan tetap berjalan sesuai dengan prinsip yang telah dipelajarinya dan ia yakini jika itu benar. Ahmad Dahlan tidak ragu untuk menggunakan kursi, meja, papan tulis, biola yang pada zaman itu lebih dikenal sebagai barang-barang milik orang kafir. Dan, dengan cerdasnya Ahmad Dahlan membuat seorang kyai malu dengan  kata-katanya sendiri tanpa pernah Dahlan menggunakan kata-kata kasar. Walau banyak orang yang bersebrangan dengannya, Ahmad Dahlan tidak menyerah untuk membuat orang percaya jika Islam bukan agama mistik atau penuh takhayul. Bahkan Ahmad Dahlan ingin agar orang mengenal Islam sebagai suatu agama yang indah dan bisa bekerja sama dengan orang lain. Agamamu-agamamu, Agamaku-agamaku, atau istilah jaman sekarang: ELO-ELO, GUE-GUE. hehehehe. ^^.

Ada satu kalimat dari Nyai Walimah, istri Ahmad Dahlan, saat Dahlan berkata jika ia tidak tahu apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang benar atau yang salah. Sang istri dengan bijak menjawab: "Jika kita tahu apa yang kita lakukan benar atau salah, kita tidak akan pernah belajar". 

Ya, saya rasa nyai Walimah benar. Saat kita tidak pernah tahu apa yang kita lakukan benar atau salah, maka kita tidak akan pernah berhenti untuk belajar dan mencari tahu. Andai kita lebih dulu mengetahui jika kita salah atau benar, pasti rasanya malas untuk belajar dan mencari tahu kebenarannya. 

Dari film ini, banyak hal yang bisa kita pelajari. Arti toleransi yang sebenarnya, kesetiaan, komitmen, perjuangan, ketegasan pemimpin, dan arti sesungguhnya wanita bagi seorang pria. Ini semua menurut saya sudah jarang sekali ditemukan saat ini. Setuju? :)

Maka, sayang sekali kalau film ini sampai dilewatkan meski anda bukan muslim sekalipun. Jadi, coba deh ke bioskop dan tonton film ini, banyak sekali hal-hal yang bisa kita dapatkan dan kita pelajari. :D

No comments: