Pages

Wednesday, 1 September 2010

SEBUAH NAMA


”Honey doll?”
”Hmm,,,?”
”Lo namain flasdisk loHoney Doll?”
“Terus?”
“Nggak salah?”
Aku menggeleng, “Enggak.”
“Kenapa Honey Doll?”
“Kenapa lo harus repot-repot nanyain hal itu?” ku pandang ia dengan tatapan jengkelku.
”Kasih gue alasan.” ia masih memandang layar laptop lekat-lekat.
“Nggak ada alasan apapun, kok.”
“Pembohong.”
“Apa?”
“Elo, elo pembohong.”
“Enggak. Gue bukan pembohong.”
“Ya, elo adalah pembohong.”
“Eh, apa sih mau elo?”
“Alasan. Kasih gue alasan lo.”
“Alasan untuk apa?”
“Orang macam apa sih lo?!” dia memandangku galak. “Gue nanya, kenapa lo ngasih nama flasdisk lo, Honey Doll?” ia melunakkan suaranya.
Ku atur nafasku lalu ku palingkan wajahku dari matanya yang menatapku lekat-lekat “Elo manggil gue begitu.”
“Gue?”
“Iya. Nama itu pemberian elo. Elo pasti lupa. Iya kan?”
“Enggak. Gue inget.”
Ku pandangi wajahnya yang kini sudah tidak lagi tertuju pada layar laptop.”Kenapa lo keliatannya sangat terkejut?”
“Masa? Enggak ah.”
“Keliatan dari wajah lo.”
“Apa gue salah manggil elo dengan nama Honey Doll?”
“Jujur, gue suka nama itu.” Ku hembuskan nafasku pelan-pelan, teratur. “Karena, elo yang ngasih nama itu untuk gue.”
“Apa? Elo suka nama itu karena pemberian gue?”
“Iya. Lo bilang kalau gue adalah Honey Doll buat lo.” Aku menatapnya ragu untuk menilai ekspresinya.
”Apa lo inget arti nama itu apa?”
“Iya, gue  inget.”
“Kasih tahu gue artinya.”
“Honey doll adalah seseorang yang selalu mendengarkan elo saat elo punya masalah, dia juga bisa lo peluk ketika elo butuh kedamaian dan dipundaknya elo bisa nangis saat elo ada masalah. Dia juga teman yang setia.”
 “Benar, tapi dia nggak terlalu baik juga.”
“Maksudnya?”
“Honey doll hanya bisa mendengarkan, dia nggak pernah bisa memberi lo nasihat atau masukan untuk lo. Dia terlalu pasif. Dan, dia nggak cocok untuk merefleksikan diri lo lagi.”
Aku terdiam. Dalam hati, ku omeli tindakan terbodoh serta tertolol yang pernah ku lakukan yaitu menamai flasdisku dengan nama Honey doll serta membiarkan si rese ini membacanya. Aku sangat malu.
”Hapus.”
Ia yang sedang sibuk mengetik, menoleh dan memandangku takjub. ”Apa?”
”Hapus.” ulangku.
Ia masih tak mengerti, ”Apanya yang dihapus?”
”Nama Honey doll di flasdisc gue.”
“Elo yakin?” ia memastikan.
“Banget.” jawabku singkat.
Aku menahan nafas ketika jari-jarinya mulai bergerak untuk menghapus nama yang sangat berarti untukku itu. Dalam hati aku sedikit tak rela dan menyalahkan sikapnya yang terlalu polos padahal dia masih bisa untuk memaksaku untuk tidak menghapus nama itu. Tapi dia tidak melakukannya.
Ia menoleh dan memandangku. ”Selesai”. Katanya. Ia memutar layar laptop agar menghadap ke arahku. ”Lihat ini.” perintahnya seraya memamerkan sebuah nama.
”Honey Bee.” aku memandangnya, ”Apa itu?”
Ku lihat ia menarik nafasnya dalam-dalam, ”Gue udah bilang tadi kalau Honey doll udah nggak cocok lagi untuk lo.”
”Lalu?.”
”Nama ini lebih cocok untuk lo.”
”Honey Bee?”
”Ya, Honey Bee yang berarti Lebah.”
”Apa gue mirip lebah?”
Ia menatapku lembut, kemudian tersenyum lalu berkata, ”Karena lebah bisa menyengat seseorang agar ia kembali bersemangat saat ia dalam keadaan terpuruk. Lebah madu juga suka menghibur seseorang dengan bentuknya yang lucu, serta ia bisa membuat orang lain termotivasi untuk berbuat yang lebih baik lagi saat melihat kelincahan lebah madu saat ia terbang.” Ia menarik nafas panjang, digenggamnya erat tanganku. Kemudian ia melanjutkan, ”Tanpa lo sadari, selama beberapa bulan terakhir ini elo dengan berani udah menyengat gue agar gue kembali bersemangat ketika gue terpuruk, elo juga nggak pernah bosan untuk selalu menghibur gue sehingga ada warna tersendiri yang elo buat dihidup gue. Yang nggak kalah penting, elo selalu bergerak dengan penuh semangat, itu membuat gue termotivasi.”
Aku diam dan dengan seksama mendengarkan penjelasannya tentang arti nama Honey Bee. Wajahnya yang tersenyum kini memenuhi bola mataku. Tanganku masih dalam genggamannya yang begitu hangat.
”Honey Bee, apa lo suka nama itu?”
“Sangat.”
“Honey Bee.”
“Ya?”
“Gue sayang elo.”
Dan bibirnya menyentuh keningku lembut.

3 comments:

catatan seorang JUDHA said...

ciieeee hahaha :p

Sang Cerpenis bercerita said...

ehem..namanya bagus kok. kalo sibuk terus, busy bee.hehhee

Nuylicious said...

@judha: apa kamu cie..cie aja? hehe

@mba fanny: cocok tuh untuk mba fanny, Bussy Bee... hehee