Pages

Friday, 24 December 2010

KEJUJURAN

Biasanya saya anti sama perawatan ala cewek, seperti creambath, lulur dan teman-temannya. Tapi, karena badan ini udah rentek banget dan udah teriak-teriak minta dipijit, akhirnya saya jalanilah dua jenis perawatan ditempat perawatan (yaiayalah, masa di bengkel!!!) yang ada dideket rumah. Saya pilih lulur dan creambath, dua-duanya yang saya incer cuma pijetannya! hihihi. Kenapa ga ke tukang urut aja sih??? Kalo ke tukang urut kadang yang dipake kan minyak gosok badan jadi bauuuu, daripada cuma begitu lebih baik sekalian manjain badan juga kan? Lumayan, pegel ilang, kulit juga bersih. hihihihiihi

Well, postingan kali ini bukanlah cerita tentang enaknya pijetan si tantenya, atau gimana wanginya lulur susu yang dipake, bukan juga tentang rambut kinclongku yang abis di creambath, tapi  postingan kali ini akan bercerita tentang si pemilik. Pemilik tempat perawatan sederhana yang nyaman dan ramah SI pemilik yang tanpa sadar berikan saya pelajaran kecil yang berharga....

Wanita bertubuh mungil ini dan tetap cantik, menyapa kedatangan saya dengan ramah. Dia tersenyum dan memperlakukan saya seperti layaknya seorang teman. Nyaman bangetlah untuk orang yang pertama kali baru datang ke tempat perawatan tubuh seperti itu. Banyak obrolan yang kami perbincangkan. Salah satunya yang membuat saya salut dan terinspirasi untuk mempostingnya disini adalah saat dia bercerita bahwa dia juga punya salon cukup besar didaerah jakarta. Yang jadi pertanyaan, KENAPA DIA ADA DISINI SEKARANG? Mengelola salon kecil, kurang lengkap, dan letaknya gak strategis kaya dijakarta. :)

Ini dia jawabnya:

" Aku kurang suka kalo ditengah jalan tau-tau ada perubahan. Pelanggan udah cocok dengan obat yang kita kasih di awal, cuma demi uang, obat mau di ganti dengan kualitas yang berbeda. Waktu terapi pelanggan dipersingkat. Pengen dapat untung, tapi kita gak ngasih pelanggan kualitas yang selayaknya dia terima Aku ngerasa gak nyaman dengan keadaan kaya gitu. Jadi aku bilang ke temenku kalo aku milih keluar. Walau tempat ini kecil, kurang lengkap, tapi gak apa-apa daripada harus kaya begitu. Dia (temennya si tante) bekerja karena uang bukan kejujuran. Padahal kejujuran itu perlu, dari hal yang kecil sekali pun......"

Saat dia ngomong begitu, dia sambil mengkeramas rambut saya. Mata saya menatap sekililing ruangan. Dalam hati saya berkata:

"Beruntungnya aku hari ini..,,,"

Terkadang, ditempat yang gak kita duga, kita bisa mendapat pelajaran yang sangat berharga dan bermakna. Maka, bukalah hati dan mata mu kawan, mari kita baca sekililing. Mungkin saja, ada pelajaran yang bisa kita ambil :)


1 comment:

Sang Cerpenis bercerita said...

ya pelajaran ttg nilai nilai hidup memang bisa diperoleh dari mana saja. jadi mau dikramasin nih. hehhee