Pages

Saturday, 17 December 2011

Recehan

Salah satu tantangan jadi anak kos adalah MAKAN. Berada di kosan tidak seperti di rumah yang ketika lapar tinggal pergi ke dapur dan bisa menemukan lauk pauk sudah terhidang. Lapar berarti harus berpikir makanan apa yang bisa bersahabat dengan (kantong) kami. Nah untuk masalah makan, gue dan teman-teman punya fase sendiri. Di minggu awal ngekos setiap malam kita rajin banget masak. Meskipun cuma masak seadanya dengan bumbu ala kadarnya. Beruntung, dijaman serba instan ini, bumbu-bumbu instan pun ada. Sehingga lebih memudahkan kita-kita yang kurang canggih dalam mengolah sayur dan bumbu, hohoho. Tapi gara-gara bumbu instan itu, sekarang tiap masuk minimarket secara otomatis gue akan berjalan kearah bumbu-bumbu. Entah itu beli saus tiram sachet, penyedap rasa, garam dll. Gila, naluri ibu-ibu sudah mulai tumbuh di diri gue rupanya! Hehehe. Di minggu kedua, mood untuk masak mulai naik turun. Rasanya udah agak malas untuk masak, kecuali masak nasi. Dan... di minggu ini karena beberapa dari kami gantian tepar (sekarang giliran gue T.T, hohoho) karena kecapean, rutinitas masak benar-benar jarang banget di lakuin.

Kalau lagi malah masak seperti itu, biasanya kami beli makanan di sekitar kosan atau nyeduh makanan instan. Salah satu tempat makan yang teman gue suka adalah rumah makan padang. Dan di sebuah sabtu siang, teman gue yang lagi di kosan nitip lauk untuk makan siang ke gue. Kebetulan saat itu, gue baru aja keluar istirahat dari unit tempat gue magang. Pesenan teman gue adalah ayam panggang di rumah makan padang. Karena itu, gue masuki salah satu rumah makan padang yang pernah gue kunjungi bareng dia di saat awal-awal kita berkelana mencari kosan. Untuk bayar pesanan makanan itu, gue merecehkan uang bergambar gedung DPR dan mantan presiden RI yang pertama beserta mantan wakil presiden RI pertama.Gue sengaja merecehkan uang tersebut karena stok uang kecilnya sudah menipis. Dan, pada saat itulah tragedi terjadi. Gue sedang bengong sambil nunggu uang kembalian ketika tiba-tiba Uda (bapak-bapak yang jualan) ngajak gue ngomong. Tangan kanan gue sedang bergerak untuk nerima uang kembalian yang Uda sodorkan saat tangan kiri gue mengubah posisi dompet dari atas kebawah. Sreting yang lupa gue tutup membuat RECEHAN simpenan gue bertumpahan dan bergemerincingan di lantai. SUMPAH, GUE KAGET SEKAGET-KAGETNYA ORANG. Di posisi kaget itu, gue bisa dengar suara gue melengking menyebut nama si Uda dan menyalahkan dia yang udah ngajak ngobrol gue sehingga recehan itu jatuh. Ya, gak seharusnya gue nyalahin si Uda. Tapi saat itu gue kaget, malu dan gak tau deh mesti gimana lagi. Seandainya hidup ini seperti komputer, gue pasti undah menekan tombol 'delete' saat itu. Jadi, gue bisa hilang dari rumah makan padang itu tanpa berlama-lama memberi kesempatan pada orang-orang disana untuk menatapi tingkah konyol dan tampang cengo gue. Sayang karena gak mungkin, gue sempat berencana untuk pura-pura gila kemudian lari keluar rumah makan dan nabrakin diri ke mobil. MALU TINGKAT PROVINSI BO!

Thursday, 15 December 2011

Andaikan

Andaikan, kata itu sudah tentu sering kita ucapkan. Biasanya, kata 'andaikan' digunakan pada kalimat yang mengandung arti penyesalan. Contohnya, "Andaikan dulu gue lebih bisa pengertian, pasti sekarang gue masih pacaran sama dia", "Andaikan semalem gue belajar aja meski sedikit, sekarang gue pasti gak blank kaya gini", "Andaikan gue berani ngungkapin perasaan gue kedia, sekarang dia pasti udah jadi pacar gue", dan andaikan, andaikan, andaikan lainnya.

Berbicara tentang kata 'andaikan', salah satunya gak lepas dari sebuah penyesalan pahit hingga keubun-ubun. Penyesalan yang membuat kita berharap mendapatkan satu saja kesempatan berupa pengulangan waktu agar dapat memperbaikinya. Sayangnya, waktu selalu bergerak maju. Tidak pernah ada dalam sejarah manapun, waktu berbaik hati untuk bergerak mundur dan memberi kesempatan bagi orang-orang yang menyesal untuk memperbaiki penyesalannya. Lalu bagaimana kita harus menghadapi sang waktu? Waktu memang kejam karena tak punya toleransi untuk kembali ke masa yang ingin diperbaiki. Salah satu korban kekejaman sang waktu adalah saya. Ya, seperti manusia pada umumnya, saya juga memiliki suatu penyesalan karena suatu hal di satu masa perjalanan hidup saya *bahasanya gaya banget, hehehe*. Penyesalan itu rasanya teramat pahit dan benar-benar membuat saya ingin sekali kembali ke masa tersebut untuk memperbaikinya. Tapi kemudian, saya menyadari bahwa menyesal terus menerus hanya membuat saya kehabisan waktu untuk berbuat dan berlaku sebaik mungkin hingga apa yang menjadi kesalahan di waktu dulu bisa setidaknya tertutupi.

Belajar dari pengalaman, setiap manusia pasti akan melakukan kesalahan dalam hidupnya. Karena tanpa kesalahan, kita tidak akan pernah tau bagaimana rasanya sakit, gagal serta menyesal. Perasaan-perasaan tersebut akan membuat kita berhati-hati dalam melangkahkan kaki dan membuat mental kita terbentuk lebih kuat, sehingga nantinya kita bisa menjadi manusia tangguh. Untuk mengatasi penyesalan itu, ada baiknya kita berpikir bahwa semakin lama kita penuhi pikiran kita dengan penyesalan akan semakin banyak pula waktu yang terbuang. Padahal, Tuhan memberikan kita waktu untuk tetap berada di dunia ini karena Dia sedang memberi kesempatan bagi kita untuk berbuat baik serta membuktikan pada dunia jika kita bisa merubah diri menjadi lebih baik. Maka kawan, mari kita bangun dari keterpurukan, rasa sedih serta penyesalan dalam diri. Jadikan itu semua sebagai motivasi serta acuan untuk melangkah lebih baik lagi dan lagi. Yakinilah bahwa kita tidak sendiri di dunia ini. Ada banyak orang dengan permasalahan yang mungkin lebih pelik dari kita namun tetap bersemangat untuk hidup dan berbuat baik, jadi untuk apa kita takut dan ciut?

Oia sebagai penyegar pikiran bagi yang sedang buram, saya sudah menyisipkan satu buah video klip dari BackAlley yang berjudul 'ANDAIKAN'. Enjoy the song and watch the testimony from many artist :D




*PS: karena lagu ini saya jadi terinspirasi untuk menulis tulisan ini :D

Sunday, 11 December 2011

Colek-Colek

Udah seminggu lebih gue jadi anak kos. Rasanya nano-nano banget! Banyak hal yang gak biasa gue lakuin di rumah, justru gue lakuin selama di kosan.Contoh, ketika di rumah ngerasa laper bisa tinggal ambil makanan yang udah disiapin. Sementara kalo di kosan, gue dan teman-teman harus masak dulu. Dan, gue gak bisa minta tolong seseorang untuk melakukan suatu hal ketika gue sedang malas. Ya, seperti urusan cuci mencuci baju. Biasanya, gue hanya tinggal memasukan baju-baju kotor ke mesin cuci kemudian mendapatkan kembali baju-baju itu di lemari. Proses cuci, jemur hingga setrika bukan jadi urusan gue karena udah ada yang mengerjakan. Kalo di kosan??? Bisa sih bayar orang untuk melakukannya tapi rasanya kalau gue begitu hal-hal yang ingin gue rubah dalam hidup gue gak akan terlaksana dengan baik, hehehe. Alhasil, gue pun memaksa diri untuk mencuci, hohoho.

Di luar hal remeh temeh itu, jadi anak kosan lumayan menegangkan juga. Secara kita memasuki satu lingkup yang bukan lingkungan kita. Tempat baru, begitu istilahnya. Seperti anak-anak kucing yang keluar kandang dan masuk ke hutan. Di tempat baru inilah kita menjalani hari-hari serta waktu dengan berkegiatan serta berinteraksi bersama penghuni-penghuni yang sudah menghuni tempat itu lebih dulu. Well, menurut gue jenis penghuni dapat dibagi menjadi dua, yaitu penghuni visible dan penghuni INVISIBLE (ugahari nurul, mahasiswi). Pasti kalian terheran-heran dengan jenis penghuni INSIBLE yang gue ketik. Secara sekarang kita berada dipenghujung tahun 2011 dan hanya tinggal hitungan minggu kita menapaki tahun 2012, lalu hingga detik ini kita masih membicarakan masalah begituan???? Gak modern banget. 

Pemikiran seperti inilah yang membuat kita tidak awas dan tidak peka terhadap kemungkinan-kemungkinan itu. Padahal jenis makhluk invisible memiliki kemampuan mengisi ruang serta waktu yang tak mampu diisi oleh kita, manusia. Artinya, dia ada dimana-dimana. DIA ADA DIMANA-DIMANA *jengjengjeng*. Jarang memang ada orang yang percaya hal-hal berbau jauh dari logika seperti ini, salah satunya gue. Bukan gue gak percaya, tapi lebih tepatnya tidak menyangkut pautkan kejadian dihidup gue dengan hal-hal seperti itu. Termasuk tentang 'penghuni' di kamar kosan yang gue tempatin bersama dua orang teman gue.

Orang pertama yang 'disapa' oleh si dia yang tidak terlihat adalah teman sekamar gue, Mami. Di suatu pagi yang cerah saat mata kami masih penuh oleh belek-belek nan indah dengan pose gak banget khas bangun tidur. Mami dengan tampang cengo celingak-celinguk. Gue ngeliatin tapi cuek aja karena nyawa gue sendiri saat itu masih belum juga kumpul. Setelah si Mami mandi, dia pun bertanya pada Agy. Katanya, "Gy, lo tadi iseng naro bantal tepat di depan muka gue ya?"
Agy ngeliatin Mami heran. Ekspresi mukanya ketara banget gak ngerti maksud omongan mami. Cewek ini memperlakukan Mami seperti dia baru saja menenggak 1000 heroin, mabok. "Maksud lo gimana sih Mami?" Agy balik bertanya.
"Tadi pas kita masih tidur-tiduran, dimuka gue tuh rasanya kayak ada angin yang dingin gitu. Rasanya kayak ada orang yang naro bantal di depan muka gue." Mami menjelaskan.
"Lho, kan tadi lo liat sendiri gue ngebelakangin lo sambil BBM-an." Jawab Agy polos.
Mendengar jawaban Agy, Mami lebih milih diam dan menyeduh Energen daripada melanjutkan pembahasan ini. "Perasaan gue aja kali, Gy." kata Mami sembari menghibur diri sendiri.

Kejadian itu cepat-cepat kami lupakan dengan rajin menanamkan kalimat, "itu cuma perasaan aja," di kepala kami masing-masing. Gue yang rada parnoan gak ketinggalan ngulang-ngulang kalimat itu sambil juga berdoa. Simple sih, biar gak takut aja masuk kamar sendiri, hehehe. Tapi di hari jumat kemarin, si dia yang tidak terlihat ternyata mulai tertarik untuk berinteraksi sama gue. Buktinya, pagi-pagi banget ketika kesadaran gue masih di bawah nilai ambang batas normal, si dia yang tidak terlihat mencolek kaki kanan gue. Wah, dia centil banget ya! Sebelum menuduh si dia yang tidak terlihat, gue terlebih dulu menjadikan Mami sebagai tersangka. Secara, malam itu gue cuma tidur berdua bersama Mami karena Agy harus bedrest akibat gejala typus yang dia derita. Seperti sebelumnya, Mami pun tidak mengakui kalau dia mencolek kaki gue karena saat kejadian dia sedang membelakangi gue sambil sms-an sama pacarnya. Gue pun memang melihat punggung Mami di samping gue. Sambil tersenyum, Mami menatap gue dan dengan santainya berkata, "Udah Nu, biarin aja. Anggep aja lo di suruh bangun sama dia."

Gue ngelirik Mami, ngerasa sedikit takut dan juga kesal jadi satu. Gue pikir, apa yang dibilang Mami ada benarnya juga. Maka, dengan tampang kusut khas gue bangun tidur, sambil liat langit-langit kamar gue pun berkata, " Makasih ya udah bangunin." Kemudian lompat dari tempat tidur dan mandi.

Dalam hati gue berdoa semoga setelah ini si dia yang tidak terlihat gak tertarik untuk minta nomer hape gue atau akun jejarin sosial gue karena bisa repot ntar gue smsan atau bahkan telponan sama dia. Nelpon ke lain daerah aja ada roaming interlokalnya, kalau ke lain alam gimana? Gue belum pernah dengar ada roaming interalam sih, hehehe.

Sunday, 4 December 2011

Ceritanya Anak Kos: Jalan-Jalan Sore A La Anak GAOL

Tanggal 30 november kemarin gue resmi jadi anak kos. RESMI JADI ANAK KOS *daramatisasiefek*. Ya, buat kalian yang udah terbiasa menjadi anak kos mungkin udah gak heran lagi. Tapi bagi gue, yang notabene anak rumahan dari jaman baheula, bisa keluar kandang dan (sedikit) jauh dari orang merupakan hal yang sesuatu banget. Biasa di rumah cuma ongkang-ongkang kaki tanpa banyak kontribusi dalam pekerjaan rumah seperti nyuci baju, masak serta beres-beres, selama ngekos itu semua harus gue lakuin sendiri. Oia, gue pun juga harus memikirkan tentang 'akan makan apa gue pagi ini, siang ini, malam ini?' setiap hari. Belum lagi suasana kamar kos yang polos tanpa adanya TIVI dan RADIO. Beruntung, gue gak sendirian. Satu kamar gue barengan sama dua sobat gue dan ada dua orang lainnya di kamar yang berbeda. Ini juga merupakan salah satu tantangan bagi gue dan mereka untuk belajar tidak mementingkan diri sendiri, TAU DIRI terhadap barang-barang yang telah di gunakan, serta bersikap toleran terhadap sesuatunya. Itu sulit sekaligus bisa di lakukan. Itung-itung sekarang adalah jam tambahan untuk mempelajari kedewasaan sesungguhnya.

Oke, kita stop dulu serius-seriusnya. Secara sekarang gue lagi ada di kandang tercinta gue, jadi gue mau bercerita tentang kejadian-kejadian yang udah gue alami selama di 'rantauan'. 

Gue bisa ngekos bukan tanpa alasan. Alasannya pun bukan karena gue bisa bebas-bebasan dan menjadi semakin liar. Tapi, alasan gue ngekos adalah karena gue magang. Yap, magang di rumah sakit dengan lokasi yang jika di tempuh dari tempat tinggal gue akan makan waktu kira-kira 2 jam. Itu berarti, badan gue akan menjelma hanya tinggal tulang belulang kalau gue nekat bolak-balik. Makanya, berbekal tampang melas yang udah gue punya sejak lahir, gue pun menghadap orang tua gue untuk minta restu supaya boleh kos. Dan, alhamdulillah banget, mereka paham dan ngerti kalau kali ini gue emang butuh banget ngekos.

Karena alasan gue magang inilah, menjadi anak kos tidak menjadikan gue dan teman-teman jadi anak yang gila maen sampai larut malam. Sebaliknya, karena jam magang yang padet (fyi, gue magang dari senin sampai sabtu dari jam 8-4. jangan kuatir, gue masih dapet jam istirahat kok yang biasa gue manfaatin dengan balik ke kosan, hehehe) gue dan teman-teman jadi jarang maen. Nah, berhubung kemarin sore kita semua ngerasa BETE banget, secara lingkungan kosan emang sepi banget. Akhirnya, kita berencana untuk jalan-jalan. Tempat yang kena sial karena akan kita datangi adalah restoran cepat saji MC. DONALD (baca: MEK DONAL). Oke, tolong singkirkan jauh-jauh pikiran kalian jika kalian berpikir gue dan teman-teman gue adalah kos yang kebanyakan duit karena berencana nongkrong di tempat begitu. KENYATAANNYA, kita cuma berencana untuk beli es krim...doang. Oia, gue belum ngenalin teman-teman sekamar gue, haahhaah. Mangap, eh...maaf, gue keasyikan cerita! Gue sekamar sama Agy dan Mami (nama aslinya Hida tapi tuh cewek bakal ngamuk kalo di panggil begitu). Sore itu, gue akan berjalan-jalan ke MC. Donald bersama mereka plus satu orang tamu kita, Ardilla.

Judulnya adalah jalan-jalan, jadi kita berempat berJALAN kaki menuju MC. D yang emang gak terlalu jauh jaraknya tapi mampu banget bikin betis kita jadi seseksi Jennfer Lupis. Suasana adem di jam lima sore membuat perjalanan ini tidak terasa menyakitkan tapi sedikit menyebalkan. Ya, bikin sebel karena jalanan rada becek gara-gara sebelumnya hujan. Becekannya itu muncrat-muncrat ke kaki dan sedikit mengotori celana pendek pinky yang gue kenakan sore itu. Kalo ada yang nebak penampakan kaki gue seperti bebek ke sawah, gue jawab itu bener banget! Sedihnya lagi, di warung kaki lima yang gue datengin gak di jual tissu. Alhasil, kaki gue di lap pake daun. Sedih banget rasanya, hohoho.

Mata kita jadi berbinar saat dari jauh lampu MC.D sudah terlihat. Sedikit berlarian karena kita harus nyebrang, sampailah kita di sana. Sebelum akhirnya masuk, Agy terlihat berhenti berjalan. Gue mendekati Agy lalu bertanya, "Kenapa Gy?"
Dia menatap kedalam resto, "Nu, tiba-tiba gue malu deh." katanya.
"Ah, tadi lo yang ngajakin." 
"Hehe, ayok siapa yang mau mesen?" tanya Agy.
"Kita aja Gy." sahut Dilla.
"Gue mc.flurry ya." pesen gue.
"Gue es krim cone." Mami gak ketinggalan ikut mesen juga.

Sementara Dilla dan Agy memesan pesanan kita, gue dan Mami mencari tempat duduk yang pas untuk berempat. Dan, di sisi sayap sebelah kiri restoran gue mendapatkan tempat duduk. Menunggu dan menunggu, kemudian Agy dan Dilla pun datang membawa nampan berisi dua Mc. Flurry sementara Agy menggenggam dua es krim cone miliknya dan Mami.

Ketika duduk Agy dengan tampang kesal yang konyol berkata, "Nu, emang gue aneh banget ya? Di liatin mulu daritadi...."
Gue merhatiin penampilan Agy sore itu yang cuma pake celana pendek garis-garis, kaos biru dan rambut di kuncir cepol. "Gak ah, biasa aja." sahut gue yang dandan gak kalah ancur dari Agy.
"Itu sampe managernya aja ngeliatin gue dari pas awal dateng." tambah Agy.
"Ibu-ibu ngeliatin kaki gue aja... emang kotor sih...." Ardilla ikutan curcol.
Kita akhirnya ketawa-ketawa aja.
"Eh. untung gue gak pake celana yang tadi itu. Bisa-bisa malu gue. Kalo udah begitu, gue mau pura-pura gila aja ah." Agy kemudia meragain gaya orang gila dengan goyang-goyangin dua tangannya di depan dada dan ngerut-ngerutin mukanya persis lagi nahan pup. "Abis gitu, gue mau bilang 'jangan perkosa saya...jangan perkosa saya...' trus lari keluar. Gue mau langsung nabrakin diri gue ke mobil. Malluuu....."

Kita berempat ketawa ngakak, gak peduli sama anak-anak gaul yang sesekali ngelirik kearah kita. Hm, menurut analisis gue mereka ngelirikin kita karena dandanan gue dan teman-teman gue SANGAT KEREN jadi mereka takut kesaing, heheheh. Well, betul ato tidaknya biarlah jadi urusan Tuhan Yang Maha Esa.

Terima kasih, gue mau makan dulu nih.... :D

Nb: di kamar kosan gue sekarang ada kipas angin! bye bye gerah.... hihiy.

Tuesday, 29 November 2011

Wanita dan Pria Hebat

"Si Aby banyak yang ngejar-ngejar ya," kata Sita sambil matanya sesekali melirik Aby yang siang itu sedang duduk bersama Virni di meja kantin.
Sahabat Sita -Kleo- hanya melirik sekilas tanpa minat. "Terus kenapa emang?"
"Hebat aja." Sahut Sita singkat. 
Kleo mengernyitkan keningnya, heran. 'Hebat? Apanya yang hebat?' pikir Kleo dalam hati.  
Seperti mampu membaca pikiran Kleo, Sita melanjutkan kalimatnya, "Hebat dong, Kle, dia banyak di kejar cewek-cewek. Artinya, Aby punya karisma dan chemistri tersendiri. Keren dah pokoknya."
Kleo hanya mengangguk.

***

   Pembicaraan Kleo dengan Sita siang tadi di kantin sekolah, rupanya membuat terbawa oleh pikiran Kleo hingga kerumah. Tak tahan menahan gelitik-gelitik di alam pikirannya, Kleo mendekati Ibunya yang sedang mengurus bunga-bunga anggrek di halaman belakang.
"Bu ..." panggil Kleo.
Ibunya menoleh, menatap putri bungsunya dan tersenyum, "Kenapa, Kle?"
"Kle mau tanya dong..." rajuk Kleo manja.
"Tanya apa sayang?"
"Laki-laki yang hebat tuh gimana sih, Bu?"
Sang Ibu menatap Kleo hangat. Ia beranjak dari kesibukannya menyiram anggrek dan kemudian duduk di samping Kleo. "Tumben kamu tanya hal seperti itu, Kle. Ada apa?"
   Kleo meneguk teh yang sebenarnya milik Ibunya. Gadis manis berkulit hitam itu lalu menceritakan obrolannya dengan Sita ketika di kantin sekolah siang tadi
Ibunya tersenyum penuh arti ketika menyadari bahwa sang putri yang amat di sayanginya itu tengah tumbuh dewasa dan perlu arahan darinya. Dengan mata menerawang ke arak-arakan awan putih, Ibunda Kleo menjawab, "Lelaki hebat itu tidak diukur dari banyaknya perempuan yang gonta ganti menjadi pasangan atau pacarnya. Tetapi, seorang lelaki bisa dikatakan hebat jika ia mampu memikirkan hanya satu orang perempuan dalam hidupnya. Jadi, kamu jangan salah menilai, nak." Ibu mengalihkan pandangannya dari arak-arakan awan untuk menatap mata bening Kleo. "Begitu pula dengan perempuan hebat," lanjutnya. "Perempuan hebat itu bukanlah perempuan yang banyak pacar atau banyak yang mendekati, tetapi perempuan hebat itu adalah seorang perempuan yang mampu membuat laki-laki tidak bisa memikirkan wanita lain di luar dirinya."
"Jadi laki-laki yang berganti-ganti pasangan, bukan lelaki hebat dong, Bu?"
"Iya, begitulah Nak."
"Kalau untuk perempuan hebat, memang ada Bu sosok yang seperti itu?"
  Ibu membelai rambut hitam Kleo penuh arti, "Tentu saja ada, Nak. Kamu pasti tau Kleopatra. Dia adalah sosok wanita hebat itu. Ibu memberimu nama seperti itu sebagai doa supaya kamu mejadi wanita hebat."
Kleo menatap Ibunya senang. Rasanya ia lega telah mengetahui lelaki macam apa yang pantas ia sebut HEBAT.

Gelas-Gelas Susu Coklat

Kusodorkan satu gelas susu coklat
mari kita minum bersama di dinginnya malam
hangat menyusup pelan
menyergap hati hingga kerelung jiwa
aku terkejut
rasa nyaman ini tak pernah kurasa sebelumnya


Esok,
kuberi kau dua gelas susu coklat
untukku dan untukmu
mari kita bersulang serta meminumnya bersama
jangan kau pandangi aku dengan tatapan itu
bukan, ini bukan karena aku tak mau lagi berbagi denganmu
susu coklat hangat itu tetap menjadi kesukaanku
tapi kita akan menghadapi medan yang berbeda


maka,
kuberi kau gelas yang tak sama
agar kau mampu menyesap utuh kebaikan didalamnya
hingga, kau mampu tuntunku mengapai asa
ditengah gelombang harap yang tak tentu rimbanya


gelas-gelas susu coklat
tak berdentingan namun berdampingan
bersisian saling mengirim kebaikan


gelas-gelas susu coklat
tetaplah begitu
hingga kita bisa lagi untuk minum digelas yang sama.....

Sunday, 27 November 2011

RUN AND JUMP: ARE YOU FEELING HAPPY?


Hello dear, what are you doing there?
Do you think bout me like I always think bout you?
Oh well, of course you don't
I know and I don't feel anger
Do you understand?!
I DON'T FEEL ANGER!
Could you stop staring at me and asking me?!

I HATE your sparkled eyes
I HATE the firework on your eyes ball
I HATE how your eyes could me calm
I HATE THOSE THINK
Figure it out please!

Go...
Go away!
Go away from my side!
Go and run from me!
Don't you look at me for more
Do you know how hurt those feeling to me?
Do you ever wonder it even just a second?
No... 
No...
No...
No, I doubt.

YOU
A
LOSER
WHO
NEVER
REALIZE
IF
I'M
DYING
COS
A
CUTTER
ON
YOUR
HAND

For several times,
I just run
searching for a shelter
That could make me calm
give me a warm
take me to a piecefulness

then,
when my injuries going make me crazy
I gotta jump to the valley
sink my body
till never raise my head anymore

yes, your right
I am sick
I am crazy
I am absurb
un-normal
sureal
so, are you feel happy?
yes, you are....

Saturday, 26 November 2011

I Do

When I stare to your eyes, it easy to see the firework on it
When I hear your voice, it seems like I listen a harmony of a love song
When I close to you, I feel a piece that never I felt before

hey baby, those moment make me feel so miss you

I do miss your voice
I do miss a fireworks on your eyes
I do miss the way you call my name
and I do miss everything you do to me..

Rasanya Akan Menjadi Anak Kos

Sebelum posting cerita baru, sebelumnya saya terkejut ketika membuka 'rumah' ini. Sudah sekian lama tidak di kunjungi serta di urus, kondisinya menjadi sangat memprihatinkan. Di pintu masuk banyak semut, sarang kecoa, orang utan, gajah, jerapah, ehm... jadi serupa dengan kebun binatang deh, hohoho. Jadi, saya bersihin dulu deh baru bisa tenang ngebloggingnya, hihihi.

Salah satu kurikulum matakuliah di semester ini membuat saya beserta teman-teman sekelas harus kembali terjun bebas ke lapangan untuk proses magang. Seperti biasa, kegiatan magang di lakukan di sebuah rumah sakit. Letak rumah sakit tempat saya magang kali ini, cukup jauh dari rumah. Dengan pertimbangan itulah saya minta izin kepada kedua orang tua untuk kos agar lebih dekat. Rasanya takjub sekali saat saya mengantongi restu orang tua untuk ngekos. Karena sebelumnya orang tua saya tidak pernah memberi izin bagi saya untuk ngekos. Dulu saking inginnya ngekos, saya sampai sering berdoa dalam hati agar suatu hari bisa di izinkan ngekos dengan alasan untuk menempa diri saya agar semakin dewasa. Ya, dewasa dalam banyak hal. Salah satunya untuk dewasa serta membiasakan diri untuk mengurus rumah yang memang saya (sedikit) malas lakukan jika di rumah, ehehehehe.

Setelah mendapat izin, saya pun menghubungi teman-teman yang punya rencana untuk ngekos agar kita bersama-sama mencari tempatnya. Tiga hari kemarin kami gunakan untuk mencari tempat kos yang cocok. Bermacam-macam tempat kos kami datangi. Dari mulai tempat kos yang ternyata banyak di huni oleh PSK hingga tempat kos yang jalan masuknya jauh banget+sempit dan gak sehat. Sempat agak putus asa juga sih, tapi karena kita gak gampang nyerah, pencarian pun terus dilakukan. Kita banyak tanya-tanya orang di rumah sakit yang lebih tau daerah itu hingga ke orang yang kita temui di jalan. Bersyukur, setelah lelah berjalan ke sana kemari kami mendapatkan juga tempat kos 'idaman' yang bersih serta kamar luas. Lega sekali rasanya. Tapi, ada satu perasaan aneh yang saya rasakan di hati saya. Sedih rasanya membayangkan saya mengemasi barang serta tidur di kamar yang bukan kamar saya, tinggal di tempat yang bukan tempat tinggal saya, bersama-sama dengan orang yang bukan keluarga saya, serta terbatas waktu untuk bertemu dengan orang-orang yang saya sayangi, meski hanya untuk dua bulan dan meski tiap week end saya masih bisa pulang. Tapi, rasa sedih itu tetap ada...

Di benak saya termainkan sebuah pikiran dimana saya meninggalkan rumah, meninggalkan kamar tercinta, tidak bisa leluasa bertemu keluarga dan melakukan hal yang biasa saya lakukan di rumah. Sedih banget... Tapi mau bagaimana lagi. Ini sudah seperti sesuatu yang harus saya lewati untuk mencapai suatu tingkat kehidupan yang lebih baik lagi. Dan lagipula, kesempatan untuk ngekos dan jauh dari orang tua sudah merupakan harapan saya, tetapi kenapa saya jadi sedih begini ya? hehehehe. Hm, mungkin ini akan menjadi aneh untuk sementara karena latar belakang saya yang belum pernah pisah lama dengan keluarga dan seterusnya semoga saya beserta teman-teman mampu melewati semuanya dengan baik serta menambah kadar kedewasaan kami dalam bersikap. Doakan saya dan teman-teman saya ya bloggers!

*mungkin nanti saya akan rajin meng-up date pengalaman saya ketika ngeKos, hihihi. okei!*


Thursday, 10 November 2011

Damaikan Diri


semua bergulir, semua mengalir
penerimaan dalam sebuah permintaan
pengenalan untuk membentuk sebuah pengertian
pertemanan agar bisa disebut persahabatan

tanpa paksaan karena penuh rasa iklas
tak harapkan sementara, karena ingin selamanya
mengenali nyata agar menjadi kasat mata

salah dalam memahami kadang terjadi
sulit percaya pada kisah-kisah yang bergulir sedikit terselip
keragu-raguan untuk terus menyelami kadang menghantui
ingin berhenti, berlari dan bersembunyi namun tentu tak memiliki arti

kini saatnya kita berdamai, seperti yang kau inginkan
satu pendapat antara diri, mulut, hati serta otak
ciptakan beragam cerita penuh toleransi
ini tidak sulit meski tak selalu mudah
tapi yakinilah, kalau ini memang sudah seharusnya

Friday, 4 November 2011

KUTEMUKAN JALANKU


ku sudah jatuh terlalu dalam pada kecintaanku tentang menulis. Entah dimulai sejak kapan, tapi aku sangat suka menulis. Dari mulai iseng menuliskan unek-unekku, puisi hingga cerpen. Aku yang bawel dan tidak bisa diam akan sangat anteng bila sudah berhadapan dengan buku catatanku. Berjam-jam bisa kuhabiskan hanya untuk menulis. Tak peduli tanganku yang terasa pegal setelahnya atau penebalan kulit diruas jari manisku. Kalau kata orang, ketika pacaran dunia terasa milik berdua, maka dalam kasusku ketika menulis dunia terasa milikku sendiri.
Tapi, ternyata hidup ini tidak selalu semulus jalan tol. Kemampuanku menulis tidak seimbang dengan pengetahuanku mengenai sebuah tulisan yang baik. Aku menulis hanya berdasarkan intuisi dan belajar sendiri dengan melihat tulisan-tulisan di majalah. Tentu hal itu belum cukup. Kemampuan tanpa pengetahuan yang memadai itu membuatku tak percaya diri untuk mengikuti lomba atau mengirim naskah ke media. Takut ditolak. Itu momok terbesar bagiku. Ketika itu aku membuat suatu keputusan untuk melakukan sambil berjalan. Bahasa kerennya doing by learning. Aku mulai membuat blog dan mengisinya dengan karya-karyaku. Kemudian tak lupa memanfaatkan fasilitas “notes” di FB yang kini sudah dipenuhi tulisan-tulisanku. Lagi-lagi aku merasa itu tak cukup. Ditambah lagi banyak teman-teman memanggilku “Penulis.” Jika orang akan bangga dengan sebutan itu, aku justru merasa terbebani. Siapa aku hingga disebut penulis? Karya-karyaku tak banyak dikenal orang. Belum ada yang masuk media. Pekuter alias penulis kurang terkenal, mungkin cocok untuk diriku.
Bermula dari keinginan untuk bergabung pada suatu komunitas kepenulisan, aku menemukan alamat web Writting Revolution. Kucetak artikel tentang cara pendaftaran hingga keuntungan yang bisa kudapatkan jika bergabung disana. Pada bulan Ramadhan itu aku yakin, jika Writting Revolution adalah wadah yang selama ini kucari. Tempatku berlabuh bersama tulisan-tulisanku. Tempat aku mendapat kritikan sekaligus saran dan juga keluarga. Tempat indah di dunia maya yang tanpa mantera bisa membuat para anggota dekat seperti di dunia nyata. Dari komunitas ini aku merasa menemukan hidup dan jalanku. Sebuah jalan dimana aku akan meninggalkan jejak-jejak tulisan hingga suatu hari aku dapat menggapai mimpi terindahku. Terima kasih Writting Revolution!


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Penulis adalah seseorang yang terlahir dengan nama Ugahari Nurul Utami di Jakarta pada 30 November 1990. Dikalangan teman-teman lebih dikenal dengan nama Unu tapi khusus di dunia tulis menulis lebih ingin dikenal sebagai Ugahari. Cewek yang cinta pada novel, cerpen serta karya-karya fiksi lainnya ini mampu duduk berjam-jam didepan komputer hanya untuk blogging di blog pribadinya (hasilimajinasiku.blogspot.com) dan membuat catatan di akun FB pribadinya (ugaharinurul@yahoo.com). Penulis yang tinggal di Parungpanjang ini berharap dapat membuat orang tuanya bangga dengan kemampuannya menulis.


FTS Spesial Ultah WR Pertama: Menggapai Impian Bersama Writing Revolution
DL: 05 November

1) Tema: Menggapai Impian Menjadi Penulis Hebat Bersama Writing Revolution.
2) Khusus hanya untuk anggota Writing Revolution (SMCO, SMPO, SMAO dan SMNO).
3) Semua FTS Spesial Ultah WR yang menarik dan menginspirasi akan dibukukan secara indie sebagai kado istimewa ultah WR. Semua royalti dari hasil penjualan buku dipergunakan untuk hadiah iven lomba WR selanjutnya.
4) Kriteria penulisan naskah: maksimal 350 kata, biodata narasi 80 yang ditulis di bagian bawah tulisannya.
5) Naskah WAJIB dipublikasikan/ditulis di Note/Catatan FB atau Blognya dengan mencantumkan logo WR. Untuk mendapatkan logo WR silakan klik link ini lalu klik kanan gambarnya (pilih Save Image As... untuk memindahkan ke laptop/komputernya): http://2.bp.blogspot.com/-R3_-y3czC5I/Tpes1UviplI/AAAAAAAAAoI/F9Bksquj354/s1600/Logo+Writing+Revolution.jpg
6) Tulis di judul Note atau Blog kamu: FTS Spesial Ultah WR-Judul Tulisan
7) Dewan juri akan memilih 5 FTS paling inspiratif yang akan mendapatkan hadiah buku antologi FTS Spesial Ultah WR dan e-sertifikat.
8) Copas link Note/catatan FB atau Blog kamu ke bagian komentar (Dokumen ini) untuk didata. klik link ini: http://www.facebook.com/groups/writingrevo/doc/285882018109209/
9) Koordinator: Anung D'Lizta dan Fransiska S Manginsela.

Alhamdulillah, Writing Revolution (WR) genap berusia 1 tahun pada tanggal 10 November ini. Berawal dari keinginan berbagi pengalaman dan teknik menulis cerpen bagi adik-adik FLP Riau waktu, tercetus ide untuk membuka sekolah menulis online (mulai berjalan 19 Desember 2010). Antusiasme yang di luar dugaan, 12 hari sejak dibuka pendaftaran pertama tercatat ada 64 peserta SMCO. Mereka ini angkatan sulung sekolah menulis online WR, dan subhanallah mereka sungguh telah menunjukkan sebagai kakak tertua yang hebat dengan berderet prestasi yang mereka ukir termasuk sebagai pemenang pertama dan ketiga Lomba Cerpen Remaja I WR. Luar biasanya, pada pembukaan pendaftaran angkatan kedua, Januari 2011, ada 210 orang yang mendaftar. Sungguh sambutan yang begitu dahsyat yang rata-rata mereka adalah penulis pemula yang bersemangat untuk mengasah keterampilan dan kemampuan menulisnya.

Memasuki bulan kesepuluh sejak pembukaan sekolah menulis online WR, sudah ada 1100 orang peserta. Sebuah kebanggan dan prestasi bagi semua warga WR yang semakin eksis dalam memberikan sumbangsih untuk membangun peradaban Indonesia lebih maju. Dalam umur yang masih sangat belia ini, warga WR sudah dan akan terus memberikan sumbangan pemikiran dari tulisan-tulisannya untuk memberikan inspirasi bagi pembaca di Tanah Air.

Semoga visi dan impian kita untuk bisa melahirkan 1 juta penulis hebat berkarakter kuat bisa terwujud untuk membangun peradaban demi menjadikan Indonesia lebih bermartabat di mata dunia.

Salam Penulis...!
Semangattt Pagiii...!



Sunday, 30 October 2011

Bentangan Langit

Diantara batas-batas teralis besi dikamar ini
Ku pandangi langit luas diatas sana
Bentangan biru tanpa putus
Bersih dari hiasan awan-awan putih
Begitu luas...
Sangat luas...

Tanpa lelah mataku terus memandangi
Tanpa jeda, pikiranku terus merenungi
Tanpa ragu, terbuatlah kesimpulan
Bahwa aku sangat suka pada langit
Bahwa aku sangat merindu sebuah damai dikala mataku menatapnya
Bahwa tatapanku yang nanar menyiratkan sebuah tanya

Tanya yang dalam
Tanya yang keras
Tanya yang bergaung-gaung 

"Apakah ada seseorang lain yang turut menatap langit seperti aku menatapnya saat ini?"

Sunday, 23 October 2011

DYSMENORRHEA (DISMENORE): PENYEBAB DAN CARA MENGATASI


Menstruasi merupakan pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi biasanya terjadi pada wanita berusia 11 tahun dan berlangsung hingga menapouse ( sekitar usia 45-55 tahun). Siklus menstruasi berlangsung selama 3-7 hari.
Secara fisiologi, menstruasi disebabkan oleh pengaruh hormon GnRH (Gonadotrpin Releasing Hormon) yang dikeluarkan oleh hipotalamus dan memicu hipofisis anterior mengeluarkan hormon FSH. FSH memicu pematangan folikel  di ovarium, sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar.  Estrogen akan mengakibatkan ploriferasi sel endrometrium (penebalan dari endrometrium). Estrogen yang tinggi mempertanda ke hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luitenizing Hormon). LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk mensintesiskan progresteron. Progesteron sendiri akan menyebabkan perubahan sexkeretorix pada endometrium sehingga terjadi fase sekresi atau faseluteal.
Pada kebanyakan wanita, ketika masa-masa mentruasi akan merasakan rasa nyeri di sekitar vagina dan perut bagian bawah. Nyeri tersebut dikenal dengan sebutan dysmenorrhea (disminore). Dysmenorrhea merupakan nyeri haid yang sedemikian hebatnya sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari  dalam beberapa jam atau beberapa hari.
Rasa nyeri pada saat menstruasi adalah hal yang wajar dan lazim. Namun, jika rasa nyeri tersebut cukup mengganggu serta berlebihan,  maka hal ini merupakan suatu masalah. Terutama apabila rasa nyeri itu sampai membatasi/menghambat aktivitas sehari-hari.
Dysmenorrhea dapat di klasifikasikan menjadi dua, yaitu berdasarkan adanya atau tidaknya kelainan ginekologis dan berdasarkan intensitas nyerinya.
1.      Berdasarkan ada tidaknya kelainan ginekologis.
a.       Dysmenorrhea primer yaitu dysmenorrhea yang terjadi tanpa disertai adanya kelainan ginekologis. Pada wanita yang secara emosional tidak stabil, dysmenorrhea primer mudah terjadi. 
Dysmenorrhea primer timbul sejak menarche (pertama kali menstruasi), biasanya di tahun pertama atau kedua menstruasi. Dysmenorrhea ini terjadi pada usia antara 15-25 tahun dan kemudia akan hilang pada usia akhir 20an atau di awal 30an. Rasa nyeri biasanya terjadi beberapa jam sebelum dan sesudah periode menstruasi dan dapat berlanjut hingga 48-72 jam.  Rasa nyeri di deskripsikan sebagai mirip kejang, spasmodik, berlokasi di perut bagian bawah (area suprapubik), dapat menjalar ke paha dan pinggang bawah. Tidak itu saja, terkadang juga disertai rasa mual, muntah, diare, sakit kepala, nyeri pinggang bawah, rasa lelah dan sebagainya.
b.      Dysmenorrhea sekunder yaitu rasa nyeri yang berkaitan dengan kelainan ginekologis, baik secara anatomi maupun proses patologis dan pelvis. Dysmenorrhea sekunder biasa terjadi beberapa saat setelah menarche. Dapat juga dimulai setelah usia 25 tahun. Rasa nyeri dimulai sejak 1-2 minggu sebelum menstruasi dan terus berlangsung hingga beberapa hari setelah menstruasi. Pada dysmenorrhea sekunder ditemui kelainan ginekologis seperti endometritis, adenomiosis, kista ovarium, mioma uteri, radang pelvis dan lain-lain.

2.      Berdasarkan intensitas nyeri.
a.       Dysmenorrhea ringan, yakni dysmenorrhea dengan rasa nyeri yang berlangsung beberapa saat sehingga perlu istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa nyeri, tanpa pemakaian obat-obatan.
b.      Dysmenorrhea sedang, yakni dysmenorrhea yang memerlukan obat untuk menghilangkan rasa nyeri tanpa perlu men inggalkan aktivitas sehari-hari.
c.       Dysmenorrhea berat, yakni dysmenorrhea yang memerlukan istirahat sedemikian lama dengan akibat meninggalkan aktivitas sehari-hari selama satu hari bahkan lebih.

PENYEBAB DYSMENORRHEA
a.       Dysmenorrhea primer
Penyebab dari nyeri haid ini belum di temukan secara pasti meski telah banyak penelitian dilakukan untuk mencari penyebabnya. Etiologi dari dysmenorrhea primer tersebut adalah:
-          Faktor psikologis
Biasanya terjadi pada remaja dengan emosi yang tidak stabil, mempunyai ambang nyeri yang rendah, sehingga dekat sedikit rasa nyari dapat merasakan kesakitan.

-          Faktor endokrin
Pada umumnya hal ini dihubungankan dengan kontraksi usus yang tidak baik. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pengaruh hormonal. Peningkatan produksi prostaglandin akan menyebabkan terjadinya kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi sehingga menimbulkan nyeri.

b.      Dysmenorrhea sekunder
Dalam dysmenorrhea sekunder, etiologi yang mungkin terjadi adalah:
-          Faktor konstitusi seperti anemia, pemakaian kontrasepsi IUD, benjolan yang menyebabkan pendarahan, tumor atau fibroid.
-          Anomali uterus konginental, seperti : rahim yang terbalik, peradangan selaput lendir rahim.
-          Endometriosis, penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan endometrium di luar rongga rahim. Endometrium adalah jaringan yang membatasi bagian dalam rahim. Saat siklus mentruasi, lapisan endometrium ini akan bertambah sebagai persiapan terjadinya kehamilan. Bila kehamilan tidak terjadi, maka lapisan ini akan terlepas dan dikeluarkan sebagai menstruasi.
TANDA DAN GEJALA DYSMENORRHEA
Dysmenorrhea dapat ditandai dengan gejala sebagai berikut:
a.       Nyeri pada perut bagian bawah
b.      Nyeri dirasakan sebagai kram yang timbul hilang atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada.
c.       Nyeri mulai timbul sesaat sesudah atau selama haid, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang.
d.      Dysmenorrhea juga sering disertai dengan sakit kepala, mual, sembelit, atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.
MENGATASI DYSMENORRHEA
Cara untuk mengatasi dysmenorrhea dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti peradangan non steroid (ibuprofen, naproksen, asam mefenamat). Obat ini akan efektif jika diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai 1-2 ketika menstruasi.
Selain dengan obat-obatan, dysmenorrhea juga dapat diatasi dengan cara-cara berikut ini:
1.      Istirahat cukup
2.      Olahraga teratur (terutama jalan)
3.      Pemijatan
4.      Mengalami orgasme (bagi yang telah menikah)
5.      Kompres hangat diarea sekitar perut
6.      Minum banyak air putih, hindari konsumsi garam berlebih serta kafein untuk mencegah pembengkakan dan retensi cairan.
7.      Makan makanan kaya zat besi, kalsium, vitamin B kompleks seperti susu, sayuran hijau.
8.      Tinggikan posisi pinggul melebihi bahu ketika tidur telentang untuk membantu meredakan dysmenorrhea.

Sunday, 16 October 2011

lampiasan....

Kadang,
kata yang terucap
tak miliki makna serupa 
dengan kata yang hati bisikkan

Sering,
diri salah menyimpulkan
mengira rasa spesial
padahal hanya sebuah simpati biasa

Tak jarang,
seseorang di cari hanya tuk melampiaskan
sebuah rasa yang tak tergapai
jadikan ia objek untuk lupakan
rasa perih
rasa luka
rasa kecewa

Padahal, apa yang dilakukannya
hanya menambah luka
menghilangkan percaya
membangun kecewa
dan menyodorkan duka....

Wednesday, 12 October 2011

Edelweiss

Nama bunga ini sama sekali sudah tidak asing ditelinga. Banyak kisah-kisah romansa yang menggunakan bunga itu untuk melambangkan kisah keabadian cinta mereka. Tapi apa itu benar?

Bunga Edelweiss (Leontopodium Alpinum) adalah bunga cantik dengan warna putih kehijau-hijauan. Edelweiss tumbuh membentuk rimbunan kecil dipermukaan tanah. Si cantik ini juga dipetik dan disimpan dalam suhu ruangan tidak akan berubah warna maupun bentuk. Hm, pantas saja edelweiss di minati para pasangan sebagai tanda keabadian cinta dan pengorbanan. Karena untuk bisa menculik si edelweiss dari habitatnya perlu perjuangan ekstra. Pertama, edelweiss adalah bunga yang hidup di puncak gunung atau di gunung dengan ketinggian 2000 mdpl. Kebayangkan gimana perjuangannya untuk naik hingga ke puncak gunung tersebut. Banyak rintangan yang dihadapi. Jalur-jalur yang tak biasa dan cukup berbahaya. Rintangan yang kedua adalah, 'bermain petak umpet' dengan petugas jagawana karena bunga ini tidak boleh di bawa pulang. Kalau berhasil membawa ini sampai rumah, berarti hebat banget ya...

Tapi sayangnya, karena banyak orang yang suka bunga ini sekarang jadi langka. Dan, dari hasil searchingan di mbah google, ternyata bunga Edelweiss sudah punah dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Untuk bisa ketemu dengan bunga ini, kita bisa pergi ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Wah, sayangnya si cantik ini jadi langka.... Kebayang sedihnya kalo gak bisa lihat bunga ini lagi.

Semoga para pecinta alam benar mencintai alam ini dengan tidak menculik bunga Edelweiss dari habitatnya ya :)

Wednesday, 5 October 2011

Bagaimana Piramidamu?

Punya banyak hobi, minat dan keahlian memang menyenangkan. Kalau lagi bosen dan punya waktu banyak, bisa melakukan hobi-hobi serta minat yang berbeda-beda. Punya banyak teman dan juga nambah wawasan karena dari tiap hobi ada teman-teman baru serta kegiatan yang berbeda dari sebelumnya. Tapi, giliran harus menentukan cita-cita kadang kelabakan sendiri. Ingin jadi ini, ingin jadi itu, ingin ini, ingin itu banyak sekali *loh?*

Hal ini pernah terjadi pada diri saya. Cita-cita saya gampang sekali berubah. Saat SD ingin sekali menjadi astronot karena Ayah sering membelikan sebuah majalah yang banyak mengulas tentang tata surya. Ketika SMP, pindah haluan ingin jadi jurnalis karena menurut saya bisa jalan-jalan gratis. SMA agak berbelok ingin jadi pengacara dan jubir. Karena sering berdebat dengan teman-teman. Tapi, masuk kuliah justru nyasar di jurusan kesehatan. Nah, saat menentukan hati untuk memilih profesi, rasanya berat sekali. Saya masih suka tentang tata surya. Mimpi jadi jurnalis pun kadang menyambangi saya. Keinginan menjadi jubir atau PR terlalu kuat melekat. Harapan untuk bisa jadi penulis juga menyusup-nyusup di relung hati. Wah, banyak sekali bukan? Kalau sudah begini rasanya tidak bisa disebut DIlema tapi MANYma kali ya. Habis, bingungnya banyak, heheheh. Akhirnya saya ceritakan keresahan hati ini pada mentor saya. Beliau bilang, cara untuk menyelesaikannya mudah. Hanya membuat piramida.

Piramida? Iya, P I R A M I D A. Suatu bentuk bangunan terkenal yang dapat kita temukan di Mesir. Tempat menyimpan jasad-jasad raja Mesir ini, punya sebuah filosofi unik tentang hidup dan jalan yang kita miliki. Mari kita analogikan bangunan Piramida yang berundak-undak sebagai kesukaan kita atau kemampuan yang kita miliki. Isi undakan undakan itu dengan keinginan terbesar yang ada di diri kita. Misal: 50% menjadi pengacara, 30% menjadi pelukis, 20% menjadi ahli desain web. Coba perhatikan Piramida buatan kita. Di sana sudah tergambar harapan dan cita-cita yang kita inginkan. Maka, berjalan dan berlakulah sesuai dengan prioritas yang sudah kita buat. Sudah jelas bahwa contoh tadi menggambarkan cita-cita utama adalah menjadi pengacara. Jadi, gali kemampuan kita untuk jadi pengacara semaksimal mungkin. Sedang sisanya, berjalan beriringan dengan cita-cita utama namun jangan sampai mengganggu hal utama yang ingin kita raih. Manfaatnya untuk di masa depan adalah saat kita selesai menjadi pengacara, kita masih memiliki skill di bidang lain sehingga kita terhindar dari potensi 'mati karya'. Well, saya memang baru mencobanya tapi contoh nyata telah hadir di depan kedua mata saya sehingga saya tak ragu mencoba. Saya pun sudah membuat piramida, seperti ini:
 *ini contoh piramid buatan saya, maaf berantakan ga bisa gambar sih :p

Nah, sekarang giliran kamu dan mari kita sama-sama merealisasikan piramida-piramida itu :)

"Jangan bangun mercusuar di hidup kamu tapi bangunlah Piramida yang kokoh. Mercusuar memang terlihat megah, tapi saat jatuh dan hancur, maka habislah semua..."

Tuesday, 4 October 2011

Semu Dalam Nyata

Mata tak menatap mata
Tutur kata tak langsung terdengar
Suara pun tak tahu seperti apa
Tapi kita bicara
Tetapi kita percaya
Untuk tetap bercerita
untuk sekedar membagi ceria
meski punya beragam rasa
tak apa
kesemuan ini justru terasa nyata

Thursday, 29 September 2011

Skripsi Oh Skripsi

Saat tulisan ini di buat saya lagi dalam masa PUSING dan LIER karena satu kata yang bikin mahasiswa tingkat akhir merinding, yaitu SKRIPSI. Padahal baru aja beberapa bulan yang lalu say goodbye dengan laporan manajerial dan laporan magang, sekarang harus say welcome back to SKRIPSI. Itu artinya, adegan pusing-pusingan, gubrak-gabruk nyari referensi, bolak-balik revisi, ngantri konsul hingga nunggu dosen dan begadang-begadangan akan di mulai lagi. Begini lah nasipnya anak mergeran. Seperti supir mikrolet, kita harus kejar setoran. Anak reguler aja yang nyelesein skripsi tanpa magang, bisa di bilang lumayan keteteran. Nah, gimana dengan yang pake magang dan buat laporan manajerial juga? Waduh.... bener-bener harus di kebut.

Kalo mikir masa-masa itu rasanya pusing duluan. Tapi hidup ini udah sulit, jadi gak perlu di buat sulit. Semua pasti ada jalan. Ini saatnya untuk membuat manajemen waktu yang baik agar semua target terlaksana dan di capailah hasil yang baik. Suatu hal berharga seperti masa depan, tidak dapat di raih dengan santai-santai atau malas-malasan. Perlu harga yang harus di bayar. Dan di masa ini, saya harus 'mencicil' bayaran untuk bisa 'mendapatkan' masa depan yang baik dan itu memang HARUS. Jadi...untuk saya dan temen-temen mahasiswa tingkat akhir lainnya. Mari kita berjuang melawan kemalasan supaya target kuliah yang masing-masing yang kita miliki dapat tercapai serta terlaksana dengan baik.
Akhir kata: SEMOGA SUKSES & SELAMAT BERKENCAN DENGAN SKRIPSIMU :)

Saturday, 24 September 2011

CINTA VISUAL

Belakangan ini tekhnologi berkembang kian cepat. Termasuk perkembangan jejaring pertemanan sosial seperti twitter dan facebook. Dua alat ini seolah menerobos ruang dan waktu. Menerobos masa dan keterbatasan dunia. Dari facebook dan twitter kita bisa berkenalan dengan banyak orang. Bahkan, dari facebook dan twitter juga berkembang sebuah varian cinta yang baru, yaitu CINTA VISUAL. 

Gak bisa di pungkiri bahwa di akun twitter atau facebook, orang cenderung memasang foto dengan wajah terbaiknya. Hal ini di lakukan untuk menarik perhatian orang dan untuk menambah teman. Dari foto-foto itu juga bisa membuat orang 'tertarik' hingga timbul keinginan untuk mengenal secara lebih jauh. Dengan ketertarikan lebih ini, orang-orang pecinta dalam dunia maya akan mulai mengikuti apa saja yang di up date oleh orang yang dia suka. Mengamati foto-fotonya, gaya bicaranya dengan teman-temannya melalui kolom komentar atau twits yang di kirim serta berbagai cara lainnya.

Banyak juga pasangan yang berpacaran bertemul di twitter atau facebook. Pertanyaannya, akankah rasa itu masih sama jika mereka berjumpa dalam dunia nyata? Yang beruntung akan menyatakan jika rasa itu masih sama malah bisa berkembang lebih. Tapi tak sedikit pertemuan itu menjadi yang pertama dan terakhir. Alasannya, ternyata dia tidak seindah dalam akunnya. Kalau sudah begini bisa di sebut: CINTAKU HANYA SEBATAS FOTO DALAM FACEBOOK/TWITTER, hehehe, ngenes pastinya.

Ada juga yang jadian via Facebook atau twitter tapi gak pernah ketemu saat pacaran. Entahlah untuk apa mereka pacaran. Tapi banyak juga pasangan macam ini loh. Beberapa teman saya pernah mengalaminya. Dan menurut pengakuan mereka semua itu cuma untuk main-main aja.

So, cinta yang berawal dari tatapan facebook atau twitter bisa bertahan lama gak sih? How bout you guys? :)

"HAPPY SATURDAY" :D

Thursday, 22 September 2011

DUA QUEEN

Malam itu di pantai anyer, bintang bersinar begitu cemerlang. Di bawah naungan langit hitam bertabur bintang dan di antara debur suara ombak, duduklah dua sahabat di sana. Gita dan Tari. Mereka duduk bersisian. Tak peduli akan pasir-pasir yang mengotori celana pendek yang mereka pakai. Mata mereka menatap lurus ke arah siluet lautan di hadapan mereka. Kaki-kaki mereka basah oleh air laut yang menyapa bibir pantai. Sudah 30 menit mereka duduk. Kebisuan tercipta setelah sebelumnya mereka berlari-lari di sepanjang bibir pantai dan berteriak melepaskan seluruh beban di hati mereka. Berteriak lepas, sangat lepas. Beruntung, pantai sunyi malam itu.

"Kita harus bisa move on." Gita memecah keheningan.
"Iya, kita harus bisa melangkah melupakan masa lalu kita." Suara Tari terdengar bergetar.
"Masa lalu yang suram harus kita tinggalkan."
"Kita gak bisa begini terus. Kita pantas mendapatkan yang kita inginkan."
"Lo tau gak?"
"Apa?"
"Gue selalu pengen jadi seorang marketing yang hebat." Senyum tersungging di bibir Gita untuk pertama kalinya di 30 menit terakhir.
"Cocok buat lo. Dan, lo tau gak?"
"Apa?"
"Gue selalu pengen jadi PR meski sekarang gue nyasar." Tari bersuara, lagi-lagi bergetar.
"Lo tau, bahwa lo pasti bisa menggapainya." Gita tersenyum untuk Tari. "Kalau di ibaratkan kartu, kartu kita sama-sama QUEEN. Lo yang rada manja tapi tetap gak gampang nyerah adalah sosok WHITE QUEEN."
"Dan, lo yang keras kepala, punya sejuta semangat adalah BLACK QUEEN. Iya kan?"
"Cocok!" Mereka tertawa bersama.
"Gue boleh minta tolong." Tari menatap Gita.
"Selama gue mampu, akan gue tolong." Gita menjawab mantap.
"Lo mau gak jadi tongkat untuk gue? Sebuah tongkat kokoh yang jadi pegangan ketika gue hampir terjatuh seperti sekarang. Tongkat yang akan membantu gue sebagai penopang saat kekuatan gue untuk melangkah jadi melemah. Gimana?
"Tentu gue siap. Dan, lo juga jadi bantal buat gue ya. Bantal yang akan menangkap dan berada di bawah jika gue terjatuh dari tempat gue berdiri. Bantal yang membantu gue untuk kembali ke atas sehingga gue gak terjerembab lagi ke dasar jurang seperti sekarang."
"Lalu, di sebuah ujung hari entah kapan, kita akan menjadi QUEEN di bidang kita masing-masing. QUEEN yang baik, selalu siap membantu dan saling menopang satu sama lain. Setuju?"
"Setuju."
Malam itu, langit diam-diam mencatat janji dua sahabat yang kini sedang tersenyum lepas...

Tuesday, 20 September 2011

Bu Dosen dan Prinsip Hidupnya

Hari ini berjalan cukup menyenangkan meski awalnya bikin suntuk dan kesal habis. Perkuliahan semester 7 sudah di mulai dari minggu lalu. Dan sejak hari pertama kuliah hingga sekarang, saya bisa datang on time tanpa harus lari-lari karena kesiangan atau ketinggalan kereta. Tumben? Ya, saya juga heran, heheheh. Ajaibnya lagi, kebiasaan saya tidur setelah sholat subuh sudah tidak saya lakukan dalam beberapa hari ini. Wuih...seneng deh rasanya.

Seperti biasa, karena kuliah hari ini di mulai jam setengah 9, maka saya berangkat jam setengah 8 dari rumah. Dengan menggunakan kereta, jarak tempuh dari rumah ke kampus hanya butuh waktu 30-35 menit (itu kalo silang2nya gak terlalu lama, heheh). Jam 8 kurang lima menit, kereta baru saja landas dari stasiun dan itu hal jarang banget terjadi. Karena saya tidak ada teman, jadi saya memilih mendengarkan musik di hape saya dari pada bengong sendirian. Saat lagu SO7-Bertahan Di sana, sedang berkumandang di hape, tiba-tiba lagu terputus. Sebagai gantinya lagu David ARchulleta-Something Bout Love terdengar. Nama dosen saya muncul di LCD hape begitu saya melihat ke hape saya. Agak bingung sebenarnya menerima telpon dari dosen apalagi di waktu sepagi ini. Benar saja, bu dosen langsung bertanya dimana saya dan teman-teman saya. Ternyata oh ternyata, bu dosen anggun bermata tajam ini sudah sampai di kampus. di ulang ya biar dramatis, SUDAH SAMPAI DI KAMPUS! JEDEERRRRRR.... Saya bengong, tukang baso bengong, tukang tahu bengong, semua bengong (HOAKS, heheh).

Terkaget-kaget saya pun berkata, "Jadwalnya kan jam setengah 9, Bu."
"Tapi saya maunya jam 8 karena jam 11 saya ada rapat."
Glek! Pait banget....
Setelah telpon di tutup, saya kemudian meng-sms temen2 sekelas untuk segera datang ke kampus. Saya pun rasanya ingin membajak kereta itu agar hanya berhenti di stasiun rawa buntu saja jadi saya gak telat-telat banget nyampe kampusnya. Apa daya, saya gak bisa berbuat apa-apa selain menyabarkan diri untuk gak berbuat anarkis, heheheu.

Bersyukurnya saat tiba di kampus, sudah ada beberapa orang teman saya hadir di sana. Saya segera meminta maaf kepada si bu dosen. Untungnya beliau berkata, "Hari ini kita miss komunikasi ya." Ternyata beliau telah memberi tahu ke prodi tentang jam masuk hari ini, namun entah karena apa, berita tersebut tidak sampai ke kami.

Hyuh, rasanya lega sekali. Dosen ini memang rada strick dan beda dari yang lain selama saya kuliah. Tapi...rasanya saya suka dengan dia. Hus, bukan suka yang aneh ya...tapi suka atas sikap dan prinsip hidup yang beliau miliki. Oiya, dosen saya ini adalah seorang wanita jadi gak mungkin saya suka secara menyimpang ke beliau, hehehhhe.

Yap, dosen matkul K3 ini selalu berkata "Bertanggung jawablah kamu dengan keilmuan yang kamu punya." Beliau juga selalu berpesan agar kami melakukan yang terbaik untuk diri dan yakin atas apa yang kita yakini benar. Tidak membiarkan diri tergerus dalam kehidupan yang mulai terdegradasi moralnya dan berbuat hal yang memiliki manfaat untuk orang lain. Bu dosen tidak hanya sekedar berdogeng ria, karena nyatanya apa yang beliau katakan itulah yang beliau lakukan. Beliau menjadi relawan tanpa bayaran dan bekerja sebagai staf ahli menteri lingkungan. Beliau yakin bahwa Tuhan tidak tidur dan membayar kebaikan kita meski pun sedikit dengan balasan yang besar.

Ah, rasanya saya malu dengan ibu ini. Karena meski usianya sudah tak muda lagi namun semangatnya tetap menyala. Beliau tetap bersemangat untuk beraktivitas dan memberikan warna baru dalam kehidupan mahasiswanya. Ya, beliau menggampar-gampar saya dengan pengalaman hidupnya :)