Pages

Friday, 27 May 2011

Dare to Dream and Dare to Make it real !

Apa jadinya kalau kita memiliki target tapi terancam akan jauh dari target tersebut? Rasanya pasti takut. Karena target itu mimpi dan harapan kita. Hm... Takut disini bukan berarti takut karena gagal, tapi lebih takut karena kita lebih dulu memilih untuk menyerah dan menghentikan seluruh perjuangan dalam pencapaian target itu. Saat kita memilih mundur, rasanya seperti menyapu seluruh tulisan dari segenap laporan yang sedang kita susun. Perasaan sedih saat mengingat waktu susah ketika berjuang pasti akan menyeruak, dan... itu rasanya 

m e n y e b a l k a n.

Saya pernah merasakan hal itu, tepatnya baru saja mengalaminya. Perasaan akan target yang hampir lepas dari genggaman, putus asa yang luar biasa. Dari sekian rasa itu, yang lebih menakutkan adalah saat saya kehilangan rasa percaya bahwa saya bisa. Optimisme yang menipis. Oh,, gosh... itu gak enak banget rasanya! Kenapa?

Karena, manusia masih bernafas, masih bernyawa dan masih memiliki nilai saat dia memiliki mimpi dan target. Kalau rasa percaya dan optimisme saja tipis, itu sepertinya bukan manusia yang utuh. 

Mereka-mereka yang sukses diawali dari bawah dan bermodalkan percaya. Kalau saya gak percaya, gimana mau sukses?! Sebut saja, Bob Sadino, SBY, bahkan AGNES MONIKA yang meniti kariernya dari masih bocah ingusan sampai modis seperti sekarang.

Nah....bicara soal Agnes, saya salut banget sama dia. Saat menonton wawancara agnes di metro dia bilang bahwa dia suka belajar, dan berani ambil resiko karena dia punya tujuan. Well, mungkin ada beberapa pihak yang anggap dia sombong, tapi itu karena agnes berani ambil resiko apa pun saat dia berjuang untuk menggapai targetnya.

Wah... agnes aja dare to dream, so kenapa kita engga? ehheheeeee

That's all guys. Gonna Dare to Dream and Dare to Make it Real !

2 comments:

Antaresa said...

kalau saya, target biasanya tinggi, tapi terkendala juga sama penyakit "M".

Kalau tidak ingin hasil yg didapat jauh dari target, maka usahanya harus melebihi target. Kalau ingin mendapat nilai A maka usahanya harus A+, karena kata dosen saya gada usaha yg efisiensinya 100%

Bekti said...

Sukses memang merupakan sebuah perjalanan yang panjang. Tentu saja tidak selamanya mulus, ada saat-saat dimana kita harus dengan tegar menghadapi yang namanya kegagalan. Ayo semangatt, terus maju, pantang mundur, heheh...