Pages

Sunday, 19 June 2011

EDISI CINTA


"Satu jalur rel kereta, gak bisa dilewatin sama dua kereta sekaligus nanti bisa tabrakan...."

Kalimat itu meluncur gitu aja dari mulut gue disela-sela suapan hot plate kangkung sapi. Entah waktu itu gue mabok atau gimana, yang jelas tau-tau kalimat itu lahir. Well, gue dan temen-temen gue bukan lagi ngobrolin tentang kereta dan jalur perkereta apian di indonesia karena itu bukan topik bagus di malam minggu, setidaknya untuk kami. Kalimat itu bicara soal rasa, RASA. Bukan rasa vanila, coklat dan stroberry tapi rasa yang lebih dalem dari itu semua. Yaitu, RASA SAYANG.... ehem... CINTA (Gak tau kenapa gue selalu susah ngucapin kata ini).

Gue selalu inget, gimana orang-orang dengan entengnya berkata, "Gue gak sayang kok sama dia, cuma pengen main-main aja..." , "Gue gak mungkin jatuh cinta sama orang kaya gitu, perasaan gue masih bisa gue kontrol" atau jenis kalimat lainnya yang mengandung arti seperti itu. Tapi, mereka lupa  bahwa RASA adalah salah satu hal di dunia ini yang gak bisa di MAININ dan DI KONTROL. Dia lahir atau hadir tanpa planning dan berkembang tanpa perlu kita kasih ragi. Belum pernah gue denger ada orang bilang, "Besok gue mau sayang sama dia" atau "Hari ini gue bakal berhenti sayang sama dia". Kalau pun ada yang ngomong gitu, apalagi kalimat terakhir, paling hanya berujung di mulut dan besoknya bakal sayang2an lagi sama orang yang sama.

Kenapa gue ngomong gini? Simpel, karena masih ada aja orang yang bermain-main dengan perasaan. Entahlah gue termasuk atau tidak. Namun, beberapa orang dideket gue ada yang termasuk. Disini, gue gak bermaksud untuk menghakimi atau menjudge seseorang. Gak ada, jadi kalau ada yang kesinggung, gue sangat minta maaf.

Balik ke topik. Saat lo main-main dengan perasaan kepada orang yang memang sedang single itu sih gak masalah. Toh, lo ga punya beban moral yang terlalu dalam. Tapi, itu akan jadi berabe saat dia dalam posisi DOUBLE. Artinya, ada makhluk yang sangat menyebalkan dimata kita dimana dia memperoleh label pacar orang itu secara sah sehingga nempatin kita pada posisi SHADOW, BAYANGAN, atau lebih parahnya lagi CADANGAN. The most thing that I hate...

Ketika lo duduk sebagai cadangan, ada dua misteri disana yaitu: DI TURUNIN atau lo bener-bener di DEPAK dari "TIM". Pilih mana? Sama-sama gak enak kan?....  Apalgi efek bahaya dari MAIN-MAIN sama CINTA dan SAYANG akan ngebuat lo berpikir kalau life gonna so dull without you, hidup akan suram tanpa lo. Hadeh... kalo udah begini, satu orang itu akan susah lo tinggalin. Ibarat kereta, dia adalah peron lo. Tempat lo istirahat setelah perjalanan jauh, dibersihkan dari pemikiran-pemikiran usang, isi ulang tenaga ketika ga sanggup lagi untuk berjalan dll. Dan, satu jalur kereta untuk mendekati peron yang sama gak bisa dipake sama dua kereta sekaligus. Hasilnya kalau dipaksa, akan jadi tabrakan. Sama kaya hubungan itu... Jadinya gak bagus dan gak tahan lama.

Kalau udah terlanjur gimana? Gue tau itu susah, tapi coba pikir satu hal: SAMPAI KAPAN KITA AKAN DUDUK DIBANGKU CADANGAN DAN CUMA NONTON? mereka seneng2 berdua, kita ditinggal. Saat dia ada masalah, kita disamperin, gak cape gitu mulu? Ayolah.. gue tau kita bisa.....

2 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

yup, cinta itu bukan mainan. cinta menyangkut perasaan jadi jgn seenaknya aja ya. nice posting

Bekti said...

Betul sekali tu postingannya. Ketika Tuhan menciptakan Adam, Tuhan kemudian menciptakan Hawa. Only Hawa. Bukan 2 Hawa.... Jadi kalo dari permulaan dunia Tuhan aja berpikir 1 pria untuk 1 wanita dan sebaliknya, kenapa 1 rel untuk 2 kereta api.....