Pages

Sunday, 28 August 2011

Alay


Kata alay saat ini seakan telah menjelma menjadi bahasa resmi Indonesia. Padahal alay merupakan bahasa gaul anak-anak muda jaman sekarang. Entah siapa yang mulai menjadikan kata ini populer seperti sekarang. Pada laman wikipedia di jelaskan bahwa Alay merupakan istilah yang merujuk pada sebuah fenomena perilaku remaja indonesia. Alay adalah singkatan dari anak layangan. Kata ini biasa digunakan untuk menggambarkan kehidupan norak atau kampungan. Alay gak mengenal batas usia. Memang, kebanyakan alay adalah para remaja puber tapi gak menutup kemungkinan seseorang yang merasa dewasa bisa bertingkah sebagai alay juga.
Anak-anak alay ini sangat mudah kita jumpai. Mereka selalu berusaha eksis everywhere and every time. Apalagi sejak ada jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Udah deh... para alay itu membanjiri akun tersebut dengan foto-foto yang dibuat oke sedemikian rupa dan gaya ngetik naik-turun alias gede kecil. Sering saya jumpai alayers ini memasang foto dengan bibir manyun, wajah tanpa ekspresi, angel dari atas dsb. Kalau foto sih gak terlalu ganggu juga ya, apalagi kalo memang tampangnya oke. Bisa buat seger juga, hehehe. Nah, kalau para alayers ini lagi update status dengan ketikan mereka yang ajaib, wih....bikin pusing. Contohnya: aQ BeTe BeudH IcH.....
KangeUnd Ma qMu...
dll....
Ciri lainnya dari alayers di dunia maya adalah, NAMA MEREKA YANG PANJANG. Seperti: IchAmudH EaNk TaQ Mw CendiLi.
bahkan di akun temen saya ada satu nama yang alay banget sampe gak bisa di baca. ckckckkc, entah apa maksud mereka berbuat seperti ini. Jujur, kadang saya sebel melihat tingkah mereka yang over. Di benak saya bertanya-tanya apa yang mereka inginkan sebenarnya. Sebuah pengakuankah? Atau ke-eksisan dan menunjukkan bahwa mereka gaul?
Tapi saya yakin bahwa itu semua hanyalah proses pencarian jati diri. Kenapa saya yakin? Karena....suatu hari saya membuka akun FS (Frienster) milik saya. Itu bener-bener sudah lama banget. Saking lamanya, sampai keadaan FS saya compang-camping, debu menggunung, lantainya retak-retak *boong abis* heheh.Saat saya melihat FS saya, ya ampun.....ternyata SAYA PERNAH ALAY JUGA. Dengan nama akun AqUwH_Unu. Oh Em Ji! Kata-kata yang saya post juga pakai huruf ajaib yang naik-turun. Pengen ngakak rasanya! Sempet bersyukur juga sih, karena alaynya pas jaman dulu banget.
Dari hal itu saya yakin, bahwa seseorang bisa belajar menjadi benar dari waktu dan pengalaman yang mereka dapat. Bagaimana cara tepat untuk di hargai, di akui, mendapat tempat atau ke-eksisan serta cap gaul. Waktu dan pengalaman akan memberi pelajaran tentang hal baik dan buruk. Namun, membutuhkan kepekaan serta tekhnik membaca kehidupan yang baik baru kita mampu menterjemahkan apa yang alam ingin tunjukkan. Jadi, lebih bijak rasanya kalau kita tidak membully para alayers secara verbal maupun non verbal. Lebih baik kita jadikan teman dan perlahan 'tularkan' pemikiran kita yang lebih lurus kepada mereka. Dan, jangan salah, bahwa di diri kita sendiri terdapat potensi untuk menjadi seorang alay. Raditya Dika di penampilan salah satu Stand Up Comedy-nya pernah bilang bahwa perjalanan seseorang menjadi dewasa adalah melalui tahap: bayi-balita- anak-anak- remaja- ALAY- dewasa. Maka, kita semua pasti pernah menjadi alay hanya waktu dan periodenya saja yang berbeda.
Jadi: Lo, Gue, End Pernah ALAY!

1 comment:

Bekti said...

Akhir-akhir ini sering banget dengar istilah alay, eh.. sekarang baru tahu itu sebuah singkatan *hihi... kemane aje sih gw*.
Kayaknya alay hampir mirip ya dengan abege, atau mungkin ada bedanya? iya, kita semua pernah jadi alay :D