Pages

Saturday, 13 August 2011

Pesan Singkat Terakhir

Jangan beranggapan bahwa tulisan ini akan bercerita mengenai pesan kematian, mengingat ada kata "TERAKHIR" yang saya gunakan di judul. Bukan. Bukan. *geleng-geleng kepala*. Ini kisah tentang seseorang berjenis kelamin cowok yang saya temui waktu saya kelas 2 SMA.
Kita tidak pernah sekelas, tidak pernah kenal sebelumnya, tidak tahu-menahu karena saya juga saat itu masih cenderung diam dan CUPU. Sampai pada suatu hari Ujian Semester digelar. Kami siswa kelas 2 digabung kelasnya dengan siswa kelas 3. Jadi, kami duduk satu meja bersama anak kelas 3. Supaya tidak tumpuk-tumpukan, kelas 2 (kelas saya) dibagi menjadi 2, begitu pula dengan kelas 3. Kelasnya pun terpisah, ngenesnya kelas untuk bagian saya menempati lab yang sedang tidak dipakai. Asli, menyedihkan banget karena pada saat ada pemeriksaan (saya lupa pemeriksaan apa), kelas kita dipindah sementara. Saya yang waktu itu terlambat 5 menit lumayan cengo pas masuk ke kelas pengganti. Celingak-celinguk cari tempat dengan tulisan nama saya. Berhubung nama saya di awali huruf 'U' maka nggak heran kalau kebagian tempat duduk dideretan paling belakang, sebelahan pula sama cowok.
Cowok yang sebelahan sama saya sebenernya manis, tapi karena dia adalah KAKAK KELAS saya jadi diam aja. Ya... dulu saya pemalu tapi entah kenapa sekarang malah malu-maluin *tepok jidat*.Selama saya sedang isi soal, dia ngeliatin sambil senyum-senyum. Setelah nanya nama saya, dengan PD dia bilang: "Gue emang kaka kelas lo, tapi tahun kelahiran kita sama. Pasti lo lebih tua dari gue."
Saya langsung bengong dan mandang dia cengo. "Lo lahir bulan apa?" Tanya dia lagi.
"Novermber." jawab saya.
"Oh... tuaan gue kalo gitu. Gue maret (kalo ga salah, lupa :D )"
Saya senyum-senyum dengernya, puasss banget pas tau saya nggak "LEBIH TUA" dari dia.
Setelah itu, dia yang ternyata lebih bagus ngitung daripada saya, sering bantu saya ngitung jawaban dari soal ekonomi dan akuntansi yang saya BENCI banget. Singkat cerita, cowok ini tetap beredar di hidup saya meski Ujian berakhir. Bahkan sampai datang kerumah entah dengan cara apa.
Mau tau kelanjutannya? Besok lagi ya, ngantuk.... hehehehehe. Dadah :D

1 comment:

Sang Cerpenis bercerita said...

wah jadi penasaran nih. hehhee