Pages

Monday, 1 August 2011

Tentang Kehilangan

Holla blogger..... sudah berabad-abad tak jumpa nih dengan awak sekalian. Tahu-tahu sudah ramadhan saja :D. Bagaimana puasanya? Rasanya menyenangkan ya bisa bertemu dengan bulan yang penuh rahmat dan diskon pahala secara gila-gilaan. Secara kalau ramadhan, tidur aja dinilai sebagai ibadah, gimana nggak asyik tuh. Tapi, jangan tidur mulu ya.... soalnya diskon pahala di bidang lain juga nggak kalah gede, jadi sayang kalo dilewatin. Heheheheh :D
Oke, let's We start to the main topic. Saya mau tanya nih ke blogger sekalian. Do you ever falling love? Pernah kalian jatuh cinta? Atau kejatuhan cinta dari orang lain? Saya yakin pernah, kalo belum pernah jatuh cinta mungkin kejatuhan cinta pernah atau malah sebaliknya bahkan belum pernah dua-duanya? oh....semoga nggak mungkin ya. hihihi.
yeah, nggak masalah pernah jatuh cinta atau kejatuhan cinta. Dua-duanya sama asyik. Tapi, kadang malah lebih asyik di jatuhi cinta daripada jatuh cinta. Ya... saat ada orang yang jatuh cinta sama kita mereka akan mencoba menarik perhatian kita dengan berbagai cara, mulai dari normal hingga abnormal. Bisa dimulai dari sms berisi perhatian meski kadang lebay, telpon-telpon just to say hello, atau menjadikan kita fokus perhatian dari dunia mereka. Contoh, jika dia seorang fotografer, kamera dan pikirinnya akan banyak membidik seseorang yang sedang ia sukai, mengedit foto kita hingga hal-hal lainnya yang terinspirasi dari keberadaan kita. Lain lagi kalau ia seorang penulis, objek yang sedang disukai pasti sering muncul dalam tiap cerita-cerita buatannya. Dan, berbagai cara lain tentu yang memungkinkan untuk membuat si orang tersebut menjadi tertarik . Kadang, mendapat keistimewaan itu membuat kita merasa tersanjung, tapi tak jarang juga dapat membuat risih kalau sudah terlalu over atau... LEBAY untuk bahasa anak-anak gaul sekarang.
Perasaan risih itu yang kadang menepis dan membuat kita ingin agar si orang ini menjauh atau minimal tidak membombardir kita dengan sesuatu yang lebay seperti itu. Just like usual, apalagi kalau berawal dari berteman. Memang, semua butuh proses pertemanan dulu, tapi kalau di mindset kita sudah terbentuk bahwa dia adalah teman bahkan sahabat rasanya akan aneh kalau tiba-tiba ia menjadi orang yang akan selalu kita panggil dengan sebutan sayang, sharing hal-hal yang sangat pribadi yah...kalian tau pasti rasa-rasa seperti itu. A bit hard to find the suitable words for describing those feeling.
Meski kadang risih sewaktu-waktu kita pun merasa tersanjung dan senang dengan perlakuannya. Ngaku deh...... hahahahhah. Tapi.... nggak semua orang kuat menunggu, kuat menanti dan berharap-harap akan sebuah hati yang dapat terbuka hingga ia mampu masuk kedalamnya *Tsah.....bahasanyaaa.
Awalnya kita akan merasa biasa, tapi..... kepergiannya akan terasa kalau ia sudah menjauh. Kalau kalian pikir itu adalah perasaan jealous, saya katakan bahwa itu bukan. Karena, perasaan kalian memang bukan untuk dia dan kita berharap pada sebuah pertemanan, persahabatan, tapi.... tidak begitu dengan orang tersebut. Memang, harusnya kita pahami bahwa dia butuh waktu untuk 'rehabilitasi' perasaannya, tapi... tetap saja ada rasa aneh dan sesuatu yang sulit dijabarkan .....
Well blogger, apapun itu, dalam hidup semua ada konsekuensinya. Seperti saat kita memantapkan hati bahwa orang itu bukan seseorang yang tepat maka konsekuensinya adalah KEHILANGAN SOSOKNYA. Terimalah..... :)


2 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

kehilangan adalah resiko dari sebuah hubungan cinta. berani mencintai dan dicintai, berarti berani utk kehilangan

Muhammad A Vip said...

kehilangan, rasanya saya tak pernah kehilangan orang. walau yang saya ingini tak ada di dekat saya tapi mengingatnya selalu saja sudah cukup rasanya. jauh di mata dekat di hati.