Pages

Thursday, 8 September 2011

Akreditasi Untuk Saya

Saya adalah salah satu orang pecicilan, petakilan yang hobi nulis. Kayaknya gak cocok ya. Secara umumnya mereka yang anteng di depan komputer dan menulis cerita di dominasi oleh orang-orang pendiam. Tapi, itulah anehnya. Meski pecicilan, petakilan, bawel dan lumayan aktif, tapi di sisi sudut hati saya terdapat kediaman yang sewaktu-waktu muncul. Buktinya saya akan diam, anteng, betah jika sudah berada di depan komputer. Nge-Blog, nge-notes, baca-baca artikel, sampai nulis cerpen.
Banyak sekali cerpen-cerpen yang saya tulis. Meski kadang jika sudah setengah cerita, saya akan berhenti karena merasa buntu dan memulai cerita baru. Kalau lagi iseng dan bosan, saya bisa mencorat-coret halaman buku bagian belakang. Gak heran, buku tulis saya jarang ada yang bersih bagian belakangnya.
Walau banyak stok cerpen, namun sekalipun saya belum pernah mengikut sertakan ke lomba atau mengirimnya ke majalah. Saya lebih suka menampilkannya di blog ini atau di notes FB. Entah kenapa. Tapi belakangan ini saya mulai berpikir. Untuk saya apakan kemampuan saya ini? Saya ingin mendapat 'akreditasi', pengakuan sebagai penulis selazimnya. Seperti seorang koki yang baru di akui jika telah menghasilkan makanan yang enak. Demikian pun saya. Beberapa teman menjuluki saya sebagai penulis. Ah, apa benar begitu? Saya hanya menghasilkan tulisan yang saya nikmati sendiri bersama segelintir orang. Tak tahu kualitas tulisan milik saya karena tidak di koreksi secara profesional dengan ahlinya.
Di landasi dengan pemikiran seperti itu, saya pun memutuskan untuk meng-Go Publickan tulisan-tulisan saya. Mencoba ikut lomba meski belum tentu menjadi juara. Mencoba mengirimkan tulisan saya ke majalah meski belum tentu di terbitkan. Tetap nge-blog dan nge-notes walau entah tulisan saya bagus atau tidak. Saya hanya mencari pengalaman, kritikan pedas untuk membenahi tulisan-tulisan saya, mencari celah untuk ke-eksisan diri.
Seseorang yang saya kenal di FB pernah mengucapkan "semoga menang" untuk saya. Ketika saya memposting pengumuman sebuah lomba.Saya bilang bahwa saya masih mengincar pengalaman karena history saya masil NOL untuk menjadi pemenang. Namun, mengejutkan ketika dia justru membuka wawasan saya tentang 'konsep menang' yang sesungguhnya. Dia bilang "salah satunya ya itu, menang mendapatkan pengalaman, menang mendapatkan kepuasan, menang mendapatkan kesempatan, dan menang mendapatkan keputusan."
Dan, dari kata-kata itu saya merasa bahwa untuk saat ini memang itu yang sedang saya cari dan saya butuhkan. Memenangkan pengalaman, kesempatan, kepuasan, dapat memutuskan sampai akhirnya Tuhan yakin bahwa saya layak mendapatkan "akreditasi".

2 comments:

alice in wonderland said...

Halo, makasih ya udah mau menengok blogku.
Aku setuju deh ama yg ngasih nasihat mengenai arti kemenangan tadi, memang kita harus berani ambil langkah maju jika hendak keluar dari zona nyaman dan berkembang.
Good luck buat menulisnya & tetep semangat!
Salam hangat dari Wonderland!

Anonymous said...

bila nanti sudah sampai pada kemenangan yg sebenarnya, tetaplah dapat menjaga semangat seseorang yang belum pernah menang.
:)