Pages

Tuesday, 20 September 2011

Bu Dosen dan Prinsip Hidupnya

Hari ini berjalan cukup menyenangkan meski awalnya bikin suntuk dan kesal habis. Perkuliahan semester 7 sudah di mulai dari minggu lalu. Dan sejak hari pertama kuliah hingga sekarang, saya bisa datang on time tanpa harus lari-lari karena kesiangan atau ketinggalan kereta. Tumben? Ya, saya juga heran, heheheh. Ajaibnya lagi, kebiasaan saya tidur setelah sholat subuh sudah tidak saya lakukan dalam beberapa hari ini. Wuih...seneng deh rasanya.

Seperti biasa, karena kuliah hari ini di mulai jam setengah 9, maka saya berangkat jam setengah 8 dari rumah. Dengan menggunakan kereta, jarak tempuh dari rumah ke kampus hanya butuh waktu 30-35 menit (itu kalo silang2nya gak terlalu lama, heheh). Jam 8 kurang lima menit, kereta baru saja landas dari stasiun dan itu hal jarang banget terjadi. Karena saya tidak ada teman, jadi saya memilih mendengarkan musik di hape saya dari pada bengong sendirian. Saat lagu SO7-Bertahan Di sana, sedang berkumandang di hape, tiba-tiba lagu terputus. Sebagai gantinya lagu David ARchulleta-Something Bout Love terdengar. Nama dosen saya muncul di LCD hape begitu saya melihat ke hape saya. Agak bingung sebenarnya menerima telpon dari dosen apalagi di waktu sepagi ini. Benar saja, bu dosen langsung bertanya dimana saya dan teman-teman saya. Ternyata oh ternyata, bu dosen anggun bermata tajam ini sudah sampai di kampus. di ulang ya biar dramatis, SUDAH SAMPAI DI KAMPUS! JEDEERRRRRR.... Saya bengong, tukang baso bengong, tukang tahu bengong, semua bengong (HOAKS, heheh).

Terkaget-kaget saya pun berkata, "Jadwalnya kan jam setengah 9, Bu."
"Tapi saya maunya jam 8 karena jam 11 saya ada rapat."
Glek! Pait banget....
Setelah telpon di tutup, saya kemudian meng-sms temen2 sekelas untuk segera datang ke kampus. Saya pun rasanya ingin membajak kereta itu agar hanya berhenti di stasiun rawa buntu saja jadi saya gak telat-telat banget nyampe kampusnya. Apa daya, saya gak bisa berbuat apa-apa selain menyabarkan diri untuk gak berbuat anarkis, heheheu.

Bersyukurnya saat tiba di kampus, sudah ada beberapa orang teman saya hadir di sana. Saya segera meminta maaf kepada si bu dosen. Untungnya beliau berkata, "Hari ini kita miss komunikasi ya." Ternyata beliau telah memberi tahu ke prodi tentang jam masuk hari ini, namun entah karena apa, berita tersebut tidak sampai ke kami.

Hyuh, rasanya lega sekali. Dosen ini memang rada strick dan beda dari yang lain selama saya kuliah. Tapi...rasanya saya suka dengan dia. Hus, bukan suka yang aneh ya...tapi suka atas sikap dan prinsip hidup yang beliau miliki. Oiya, dosen saya ini adalah seorang wanita jadi gak mungkin saya suka secara menyimpang ke beliau, hehehhhe.

Yap, dosen matkul K3 ini selalu berkata "Bertanggung jawablah kamu dengan keilmuan yang kamu punya." Beliau juga selalu berpesan agar kami melakukan yang terbaik untuk diri dan yakin atas apa yang kita yakini benar. Tidak membiarkan diri tergerus dalam kehidupan yang mulai terdegradasi moralnya dan berbuat hal yang memiliki manfaat untuk orang lain. Bu dosen tidak hanya sekedar berdogeng ria, karena nyatanya apa yang beliau katakan itulah yang beliau lakukan. Beliau menjadi relawan tanpa bayaran dan bekerja sebagai staf ahli menteri lingkungan. Beliau yakin bahwa Tuhan tidak tidur dan membayar kebaikan kita meski pun sedikit dengan balasan yang besar.

Ah, rasanya saya malu dengan ibu ini. Karena meski usianya sudah tak muda lagi namun semangatnya tetap menyala. Beliau tetap bersemangat untuk beraktivitas dan memberikan warna baru dalam kehidupan mahasiswanya. Ya, beliau menggampar-gampar saya dengan pengalaman hidupnya :)