Pages

Sunday, 30 October 2011

Bentangan Langit

Diantara batas-batas teralis besi dikamar ini
Ku pandangi langit luas diatas sana
Bentangan biru tanpa putus
Bersih dari hiasan awan-awan putih
Begitu luas...
Sangat luas...

Tanpa lelah mataku terus memandangi
Tanpa jeda, pikiranku terus merenungi
Tanpa ragu, terbuatlah kesimpulan
Bahwa aku sangat suka pada langit
Bahwa aku sangat merindu sebuah damai dikala mataku menatapnya
Bahwa tatapanku yang nanar menyiratkan sebuah tanya

Tanya yang dalam
Tanya yang keras
Tanya yang bergaung-gaung 

"Apakah ada seseorang lain yang turut menatap langit seperti aku menatapnya saat ini?"

Sunday, 23 October 2011

DYSMENORRHEA (DISMENORE): PENYEBAB DAN CARA MENGATASI


Menstruasi merupakan pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi biasanya terjadi pada wanita berusia 11 tahun dan berlangsung hingga menapouse ( sekitar usia 45-55 tahun). Siklus menstruasi berlangsung selama 3-7 hari.
Secara fisiologi, menstruasi disebabkan oleh pengaruh hormon GnRH (Gonadotrpin Releasing Hormon) yang dikeluarkan oleh hipotalamus dan memicu hipofisis anterior mengeluarkan hormon FSH. FSH memicu pematangan folikel  di ovarium, sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar.  Estrogen akan mengakibatkan ploriferasi sel endrometrium (penebalan dari endrometrium). Estrogen yang tinggi mempertanda ke hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luitenizing Hormon). LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk mensintesiskan progresteron. Progesteron sendiri akan menyebabkan perubahan sexkeretorix pada endometrium sehingga terjadi fase sekresi atau faseluteal.
Pada kebanyakan wanita, ketika masa-masa mentruasi akan merasakan rasa nyeri di sekitar vagina dan perut bagian bawah. Nyeri tersebut dikenal dengan sebutan dysmenorrhea (disminore). Dysmenorrhea merupakan nyeri haid yang sedemikian hebatnya sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari  dalam beberapa jam atau beberapa hari.
Rasa nyeri pada saat menstruasi adalah hal yang wajar dan lazim. Namun, jika rasa nyeri tersebut cukup mengganggu serta berlebihan,  maka hal ini merupakan suatu masalah. Terutama apabila rasa nyeri itu sampai membatasi/menghambat aktivitas sehari-hari.
Dysmenorrhea dapat di klasifikasikan menjadi dua, yaitu berdasarkan adanya atau tidaknya kelainan ginekologis dan berdasarkan intensitas nyerinya.
1.      Berdasarkan ada tidaknya kelainan ginekologis.
a.       Dysmenorrhea primer yaitu dysmenorrhea yang terjadi tanpa disertai adanya kelainan ginekologis. Pada wanita yang secara emosional tidak stabil, dysmenorrhea primer mudah terjadi. 
Dysmenorrhea primer timbul sejak menarche (pertama kali menstruasi), biasanya di tahun pertama atau kedua menstruasi. Dysmenorrhea ini terjadi pada usia antara 15-25 tahun dan kemudia akan hilang pada usia akhir 20an atau di awal 30an. Rasa nyeri biasanya terjadi beberapa jam sebelum dan sesudah periode menstruasi dan dapat berlanjut hingga 48-72 jam.  Rasa nyeri di deskripsikan sebagai mirip kejang, spasmodik, berlokasi di perut bagian bawah (area suprapubik), dapat menjalar ke paha dan pinggang bawah. Tidak itu saja, terkadang juga disertai rasa mual, muntah, diare, sakit kepala, nyeri pinggang bawah, rasa lelah dan sebagainya.
b.      Dysmenorrhea sekunder yaitu rasa nyeri yang berkaitan dengan kelainan ginekologis, baik secara anatomi maupun proses patologis dan pelvis. Dysmenorrhea sekunder biasa terjadi beberapa saat setelah menarche. Dapat juga dimulai setelah usia 25 tahun. Rasa nyeri dimulai sejak 1-2 minggu sebelum menstruasi dan terus berlangsung hingga beberapa hari setelah menstruasi. Pada dysmenorrhea sekunder ditemui kelainan ginekologis seperti endometritis, adenomiosis, kista ovarium, mioma uteri, radang pelvis dan lain-lain.

2.      Berdasarkan intensitas nyeri.
a.       Dysmenorrhea ringan, yakni dysmenorrhea dengan rasa nyeri yang berlangsung beberapa saat sehingga perlu istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa nyeri, tanpa pemakaian obat-obatan.
b.      Dysmenorrhea sedang, yakni dysmenorrhea yang memerlukan obat untuk menghilangkan rasa nyeri tanpa perlu men inggalkan aktivitas sehari-hari.
c.       Dysmenorrhea berat, yakni dysmenorrhea yang memerlukan istirahat sedemikian lama dengan akibat meninggalkan aktivitas sehari-hari selama satu hari bahkan lebih.

PENYEBAB DYSMENORRHEA
a.       Dysmenorrhea primer
Penyebab dari nyeri haid ini belum di temukan secara pasti meski telah banyak penelitian dilakukan untuk mencari penyebabnya. Etiologi dari dysmenorrhea primer tersebut adalah:
-          Faktor psikologis
Biasanya terjadi pada remaja dengan emosi yang tidak stabil, mempunyai ambang nyeri yang rendah, sehingga dekat sedikit rasa nyari dapat merasakan kesakitan.

-          Faktor endokrin
Pada umumnya hal ini dihubungankan dengan kontraksi usus yang tidak baik. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pengaruh hormonal. Peningkatan produksi prostaglandin akan menyebabkan terjadinya kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi sehingga menimbulkan nyeri.

b.      Dysmenorrhea sekunder
Dalam dysmenorrhea sekunder, etiologi yang mungkin terjadi adalah:
-          Faktor konstitusi seperti anemia, pemakaian kontrasepsi IUD, benjolan yang menyebabkan pendarahan, tumor atau fibroid.
-          Anomali uterus konginental, seperti : rahim yang terbalik, peradangan selaput lendir rahim.
-          Endometriosis, penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan endometrium di luar rongga rahim. Endometrium adalah jaringan yang membatasi bagian dalam rahim. Saat siklus mentruasi, lapisan endometrium ini akan bertambah sebagai persiapan terjadinya kehamilan. Bila kehamilan tidak terjadi, maka lapisan ini akan terlepas dan dikeluarkan sebagai menstruasi.
TANDA DAN GEJALA DYSMENORRHEA
Dysmenorrhea dapat ditandai dengan gejala sebagai berikut:
a.       Nyeri pada perut bagian bawah
b.      Nyeri dirasakan sebagai kram yang timbul hilang atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada.
c.       Nyeri mulai timbul sesaat sesudah atau selama haid, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang.
d.      Dysmenorrhea juga sering disertai dengan sakit kepala, mual, sembelit, atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.
MENGATASI DYSMENORRHEA
Cara untuk mengatasi dysmenorrhea dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti peradangan non steroid (ibuprofen, naproksen, asam mefenamat). Obat ini akan efektif jika diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai 1-2 ketika menstruasi.
Selain dengan obat-obatan, dysmenorrhea juga dapat diatasi dengan cara-cara berikut ini:
1.      Istirahat cukup
2.      Olahraga teratur (terutama jalan)
3.      Pemijatan
4.      Mengalami orgasme (bagi yang telah menikah)
5.      Kompres hangat diarea sekitar perut
6.      Minum banyak air putih, hindari konsumsi garam berlebih serta kafein untuk mencegah pembengkakan dan retensi cairan.
7.      Makan makanan kaya zat besi, kalsium, vitamin B kompleks seperti susu, sayuran hijau.
8.      Tinggikan posisi pinggul melebihi bahu ketika tidur telentang untuk membantu meredakan dysmenorrhea.

Sunday, 16 October 2011

lampiasan....

Kadang,
kata yang terucap
tak miliki makna serupa 
dengan kata yang hati bisikkan

Sering,
diri salah menyimpulkan
mengira rasa spesial
padahal hanya sebuah simpati biasa

Tak jarang,
seseorang di cari hanya tuk melampiaskan
sebuah rasa yang tak tergapai
jadikan ia objek untuk lupakan
rasa perih
rasa luka
rasa kecewa

Padahal, apa yang dilakukannya
hanya menambah luka
menghilangkan percaya
membangun kecewa
dan menyodorkan duka....

Wednesday, 12 October 2011

Edelweiss

Nama bunga ini sama sekali sudah tidak asing ditelinga. Banyak kisah-kisah romansa yang menggunakan bunga itu untuk melambangkan kisah keabadian cinta mereka. Tapi apa itu benar?

Bunga Edelweiss (Leontopodium Alpinum) adalah bunga cantik dengan warna putih kehijau-hijauan. Edelweiss tumbuh membentuk rimbunan kecil dipermukaan tanah. Si cantik ini juga dipetik dan disimpan dalam suhu ruangan tidak akan berubah warna maupun bentuk. Hm, pantas saja edelweiss di minati para pasangan sebagai tanda keabadian cinta dan pengorbanan. Karena untuk bisa menculik si edelweiss dari habitatnya perlu perjuangan ekstra. Pertama, edelweiss adalah bunga yang hidup di puncak gunung atau di gunung dengan ketinggian 2000 mdpl. Kebayangkan gimana perjuangannya untuk naik hingga ke puncak gunung tersebut. Banyak rintangan yang dihadapi. Jalur-jalur yang tak biasa dan cukup berbahaya. Rintangan yang kedua adalah, 'bermain petak umpet' dengan petugas jagawana karena bunga ini tidak boleh di bawa pulang. Kalau berhasil membawa ini sampai rumah, berarti hebat banget ya...

Tapi sayangnya, karena banyak orang yang suka bunga ini sekarang jadi langka. Dan, dari hasil searchingan di mbah google, ternyata bunga Edelweiss sudah punah dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Untuk bisa ketemu dengan bunga ini, kita bisa pergi ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Wah, sayangnya si cantik ini jadi langka.... Kebayang sedihnya kalo gak bisa lihat bunga ini lagi.

Semoga para pecinta alam benar mencintai alam ini dengan tidak menculik bunga Edelweiss dari habitatnya ya :)

Wednesday, 5 October 2011

Bagaimana Piramidamu?

Punya banyak hobi, minat dan keahlian memang menyenangkan. Kalau lagi bosen dan punya waktu banyak, bisa melakukan hobi-hobi serta minat yang berbeda-beda. Punya banyak teman dan juga nambah wawasan karena dari tiap hobi ada teman-teman baru serta kegiatan yang berbeda dari sebelumnya. Tapi, giliran harus menentukan cita-cita kadang kelabakan sendiri. Ingin jadi ini, ingin jadi itu, ingin ini, ingin itu banyak sekali *loh?*

Hal ini pernah terjadi pada diri saya. Cita-cita saya gampang sekali berubah. Saat SD ingin sekali menjadi astronot karena Ayah sering membelikan sebuah majalah yang banyak mengulas tentang tata surya. Ketika SMP, pindah haluan ingin jadi jurnalis karena menurut saya bisa jalan-jalan gratis. SMA agak berbelok ingin jadi pengacara dan jubir. Karena sering berdebat dengan teman-teman. Tapi, masuk kuliah justru nyasar di jurusan kesehatan. Nah, saat menentukan hati untuk memilih profesi, rasanya berat sekali. Saya masih suka tentang tata surya. Mimpi jadi jurnalis pun kadang menyambangi saya. Keinginan menjadi jubir atau PR terlalu kuat melekat. Harapan untuk bisa jadi penulis juga menyusup-nyusup di relung hati. Wah, banyak sekali bukan? Kalau sudah begini rasanya tidak bisa disebut DIlema tapi MANYma kali ya. Habis, bingungnya banyak, heheheh. Akhirnya saya ceritakan keresahan hati ini pada mentor saya. Beliau bilang, cara untuk menyelesaikannya mudah. Hanya membuat piramida.

Piramida? Iya, P I R A M I D A. Suatu bentuk bangunan terkenal yang dapat kita temukan di Mesir. Tempat menyimpan jasad-jasad raja Mesir ini, punya sebuah filosofi unik tentang hidup dan jalan yang kita miliki. Mari kita analogikan bangunan Piramida yang berundak-undak sebagai kesukaan kita atau kemampuan yang kita miliki. Isi undakan undakan itu dengan keinginan terbesar yang ada di diri kita. Misal: 50% menjadi pengacara, 30% menjadi pelukis, 20% menjadi ahli desain web. Coba perhatikan Piramida buatan kita. Di sana sudah tergambar harapan dan cita-cita yang kita inginkan. Maka, berjalan dan berlakulah sesuai dengan prioritas yang sudah kita buat. Sudah jelas bahwa contoh tadi menggambarkan cita-cita utama adalah menjadi pengacara. Jadi, gali kemampuan kita untuk jadi pengacara semaksimal mungkin. Sedang sisanya, berjalan beriringan dengan cita-cita utama namun jangan sampai mengganggu hal utama yang ingin kita raih. Manfaatnya untuk di masa depan adalah saat kita selesai menjadi pengacara, kita masih memiliki skill di bidang lain sehingga kita terhindar dari potensi 'mati karya'. Well, saya memang baru mencobanya tapi contoh nyata telah hadir di depan kedua mata saya sehingga saya tak ragu mencoba. Saya pun sudah membuat piramida, seperti ini:
 *ini contoh piramid buatan saya, maaf berantakan ga bisa gambar sih :p

Nah, sekarang giliran kamu dan mari kita sama-sama merealisasikan piramida-piramida itu :)

"Jangan bangun mercusuar di hidup kamu tapi bangunlah Piramida yang kokoh. Mercusuar memang terlihat megah, tapi saat jatuh dan hancur, maka habislah semua..."

Tuesday, 4 October 2011

Semu Dalam Nyata

Mata tak menatap mata
Tutur kata tak langsung terdengar
Suara pun tak tahu seperti apa
Tapi kita bicara
Tetapi kita percaya
Untuk tetap bercerita
untuk sekedar membagi ceria
meski punya beragam rasa
tak apa
kesemuan ini justru terasa nyata