Pages

Sunday, 23 October 2011

DYSMENORRHEA (DISMENORE): PENYEBAB DAN CARA MENGATASI


Menstruasi merupakan pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi biasanya terjadi pada wanita berusia 11 tahun dan berlangsung hingga menapouse ( sekitar usia 45-55 tahun). Siklus menstruasi berlangsung selama 3-7 hari.
Secara fisiologi, menstruasi disebabkan oleh pengaruh hormon GnRH (Gonadotrpin Releasing Hormon) yang dikeluarkan oleh hipotalamus dan memicu hipofisis anterior mengeluarkan hormon FSH. FSH memicu pematangan folikel  di ovarium, sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar.  Estrogen akan mengakibatkan ploriferasi sel endrometrium (penebalan dari endrometrium). Estrogen yang tinggi mempertanda ke hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luitenizing Hormon). LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk mensintesiskan progresteron. Progesteron sendiri akan menyebabkan perubahan sexkeretorix pada endometrium sehingga terjadi fase sekresi atau faseluteal.
Pada kebanyakan wanita, ketika masa-masa mentruasi akan merasakan rasa nyeri di sekitar vagina dan perut bagian bawah. Nyeri tersebut dikenal dengan sebutan dysmenorrhea (disminore). Dysmenorrhea merupakan nyeri haid yang sedemikian hebatnya sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari  dalam beberapa jam atau beberapa hari.
Rasa nyeri pada saat menstruasi adalah hal yang wajar dan lazim. Namun, jika rasa nyeri tersebut cukup mengganggu serta berlebihan,  maka hal ini merupakan suatu masalah. Terutama apabila rasa nyeri itu sampai membatasi/menghambat aktivitas sehari-hari.
Dysmenorrhea dapat di klasifikasikan menjadi dua, yaitu berdasarkan adanya atau tidaknya kelainan ginekologis dan berdasarkan intensitas nyerinya.
1.      Berdasarkan ada tidaknya kelainan ginekologis.
a.       Dysmenorrhea primer yaitu dysmenorrhea yang terjadi tanpa disertai adanya kelainan ginekologis. Pada wanita yang secara emosional tidak stabil, dysmenorrhea primer mudah terjadi. 
Dysmenorrhea primer timbul sejak menarche (pertama kali menstruasi), biasanya di tahun pertama atau kedua menstruasi. Dysmenorrhea ini terjadi pada usia antara 15-25 tahun dan kemudia akan hilang pada usia akhir 20an atau di awal 30an. Rasa nyeri biasanya terjadi beberapa jam sebelum dan sesudah periode menstruasi dan dapat berlanjut hingga 48-72 jam.  Rasa nyeri di deskripsikan sebagai mirip kejang, spasmodik, berlokasi di perut bagian bawah (area suprapubik), dapat menjalar ke paha dan pinggang bawah. Tidak itu saja, terkadang juga disertai rasa mual, muntah, diare, sakit kepala, nyeri pinggang bawah, rasa lelah dan sebagainya.
b.      Dysmenorrhea sekunder yaitu rasa nyeri yang berkaitan dengan kelainan ginekologis, baik secara anatomi maupun proses patologis dan pelvis. Dysmenorrhea sekunder biasa terjadi beberapa saat setelah menarche. Dapat juga dimulai setelah usia 25 tahun. Rasa nyeri dimulai sejak 1-2 minggu sebelum menstruasi dan terus berlangsung hingga beberapa hari setelah menstruasi. Pada dysmenorrhea sekunder ditemui kelainan ginekologis seperti endometritis, adenomiosis, kista ovarium, mioma uteri, radang pelvis dan lain-lain.

2.      Berdasarkan intensitas nyeri.
a.       Dysmenorrhea ringan, yakni dysmenorrhea dengan rasa nyeri yang berlangsung beberapa saat sehingga perlu istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa nyeri, tanpa pemakaian obat-obatan.
b.      Dysmenorrhea sedang, yakni dysmenorrhea yang memerlukan obat untuk menghilangkan rasa nyeri tanpa perlu men inggalkan aktivitas sehari-hari.
c.       Dysmenorrhea berat, yakni dysmenorrhea yang memerlukan istirahat sedemikian lama dengan akibat meninggalkan aktivitas sehari-hari selama satu hari bahkan lebih.

PENYEBAB DYSMENORRHEA
a.       Dysmenorrhea primer
Penyebab dari nyeri haid ini belum di temukan secara pasti meski telah banyak penelitian dilakukan untuk mencari penyebabnya. Etiologi dari dysmenorrhea primer tersebut adalah:
-          Faktor psikologis
Biasanya terjadi pada remaja dengan emosi yang tidak stabil, mempunyai ambang nyeri yang rendah, sehingga dekat sedikit rasa nyari dapat merasakan kesakitan.

-          Faktor endokrin
Pada umumnya hal ini dihubungankan dengan kontraksi usus yang tidak baik. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pengaruh hormonal. Peningkatan produksi prostaglandin akan menyebabkan terjadinya kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi sehingga menimbulkan nyeri.

b.      Dysmenorrhea sekunder
Dalam dysmenorrhea sekunder, etiologi yang mungkin terjadi adalah:
-          Faktor konstitusi seperti anemia, pemakaian kontrasepsi IUD, benjolan yang menyebabkan pendarahan, tumor atau fibroid.
-          Anomali uterus konginental, seperti : rahim yang terbalik, peradangan selaput lendir rahim.
-          Endometriosis, penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan endometrium di luar rongga rahim. Endometrium adalah jaringan yang membatasi bagian dalam rahim. Saat siklus mentruasi, lapisan endometrium ini akan bertambah sebagai persiapan terjadinya kehamilan. Bila kehamilan tidak terjadi, maka lapisan ini akan terlepas dan dikeluarkan sebagai menstruasi.
TANDA DAN GEJALA DYSMENORRHEA
Dysmenorrhea dapat ditandai dengan gejala sebagai berikut:
a.       Nyeri pada perut bagian bawah
b.      Nyeri dirasakan sebagai kram yang timbul hilang atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada.
c.       Nyeri mulai timbul sesaat sesudah atau selama haid, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang.
d.      Dysmenorrhea juga sering disertai dengan sakit kepala, mual, sembelit, atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.
MENGATASI DYSMENORRHEA
Cara untuk mengatasi dysmenorrhea dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti peradangan non steroid (ibuprofen, naproksen, asam mefenamat). Obat ini akan efektif jika diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai 1-2 ketika menstruasi.
Selain dengan obat-obatan, dysmenorrhea juga dapat diatasi dengan cara-cara berikut ini:
1.      Istirahat cukup
2.      Olahraga teratur (terutama jalan)
3.      Pemijatan
4.      Mengalami orgasme (bagi yang telah menikah)
5.      Kompres hangat diarea sekitar perut
6.      Minum banyak air putih, hindari konsumsi garam berlebih serta kafein untuk mencegah pembengkakan dan retensi cairan.
7.      Makan makanan kaya zat besi, kalsium, vitamin B kompleks seperti susu, sayuran hijau.
8.      Tinggikan posisi pinggul melebihi bahu ketika tidur telentang untuk membantu meredakan dysmenorrhea.

9 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

bulan lalu, aku mengalami nyeri haid tuh. tapi anehnya bulan ini enggak, jadi gak tentu ya, sis.

al kahfi said...

hmm, saya y sbg pendengar sj di sini,,eh salah pembaca sj,, ga k berani komen,,(urusan wanita)

socafahreza's blog said...

wah info yang sangat bermanfaat :)..

alaika abdullah said...

a very good info, thanks for posting ya dek, salam kenal. ;-)

Atma muthmainna said...

share yg sangat membantu tentang wanita...
salam kenal
ijin follow ya,,,
klo berkenan difollow balik...

siroel said...

wah, wajib dibacaa sama cewe2 nih...

hi unu, pa kabar? ^^

Obat Bronkitis said...

Mantap nih tipsnya gan, boleh di coba nihh ;)

http://myapotekacemaxs.com/obat-bronkitis/

Khodijah Nur said...

Makasih atas infonya saya jdi tau dan bermanfaat bgt ini

Ugahari Nurul said...

semuanya, terima kasih sudah komen :-)