Pages

Wednesday, 12 October 2011

Edelweiss

Nama bunga ini sama sekali sudah tidak asing ditelinga. Banyak kisah-kisah romansa yang menggunakan bunga itu untuk melambangkan kisah keabadian cinta mereka. Tapi apa itu benar?

Bunga Edelweiss (Leontopodium Alpinum) adalah bunga cantik dengan warna putih kehijau-hijauan. Edelweiss tumbuh membentuk rimbunan kecil dipermukaan tanah. Si cantik ini juga dipetik dan disimpan dalam suhu ruangan tidak akan berubah warna maupun bentuk. Hm, pantas saja edelweiss di minati para pasangan sebagai tanda keabadian cinta dan pengorbanan. Karena untuk bisa menculik si edelweiss dari habitatnya perlu perjuangan ekstra. Pertama, edelweiss adalah bunga yang hidup di puncak gunung atau di gunung dengan ketinggian 2000 mdpl. Kebayangkan gimana perjuangannya untuk naik hingga ke puncak gunung tersebut. Banyak rintangan yang dihadapi. Jalur-jalur yang tak biasa dan cukup berbahaya. Rintangan yang kedua adalah, 'bermain petak umpet' dengan petugas jagawana karena bunga ini tidak boleh di bawa pulang. Kalau berhasil membawa ini sampai rumah, berarti hebat banget ya...

Tapi sayangnya, karena banyak orang yang suka bunga ini sekarang jadi langka. Dan, dari hasil searchingan di mbah google, ternyata bunga Edelweiss sudah punah dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Untuk bisa ketemu dengan bunga ini, kita bisa pergi ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Wah, sayangnya si cantik ini jadi langka.... Kebayang sedihnya kalo gak bisa lihat bunga ini lagi.

Semoga para pecinta alam benar mencintai alam ini dengan tidak menculik bunga Edelweiss dari habitatnya ya :)

2 comments:

al kahfi said...

pantaslah juga + ditambahkan lambang pengorbanan cinta,, soo ngambilnya jg hrs melewati berbagai rintangan di ketinggian

ROe Salampessy said...

kalau gak salah di puncak Lawu juga ada bunga edelweis, saya pernah kesana dan liat dia tumbuh diatas puncak deket air terjun lawu.

tapi setelah baca tulisan ini, saya jadi ragu, yg saya liat di lawu itu edelweis atau bukan..! koq cm ada di gunung gede pangrango.