Pages

Tuesday, 29 November 2011

Wanita dan Pria Hebat

"Si Aby banyak yang ngejar-ngejar ya," kata Sita sambil matanya sesekali melirik Aby yang siang itu sedang duduk bersama Virni di meja kantin.
Sahabat Sita -Kleo- hanya melirik sekilas tanpa minat. "Terus kenapa emang?"
"Hebat aja." Sahut Sita singkat. 
Kleo mengernyitkan keningnya, heran. 'Hebat? Apanya yang hebat?' pikir Kleo dalam hati.  
Seperti mampu membaca pikiran Kleo, Sita melanjutkan kalimatnya, "Hebat dong, Kle, dia banyak di kejar cewek-cewek. Artinya, Aby punya karisma dan chemistri tersendiri. Keren dah pokoknya."
Kleo hanya mengangguk.

***

   Pembicaraan Kleo dengan Sita siang tadi di kantin sekolah, rupanya membuat terbawa oleh pikiran Kleo hingga kerumah. Tak tahan menahan gelitik-gelitik di alam pikirannya, Kleo mendekati Ibunya yang sedang mengurus bunga-bunga anggrek di halaman belakang.
"Bu ..." panggil Kleo.
Ibunya menoleh, menatap putri bungsunya dan tersenyum, "Kenapa, Kle?"
"Kle mau tanya dong..." rajuk Kleo manja.
"Tanya apa sayang?"
"Laki-laki yang hebat tuh gimana sih, Bu?"
Sang Ibu menatap Kleo hangat. Ia beranjak dari kesibukannya menyiram anggrek dan kemudian duduk di samping Kleo. "Tumben kamu tanya hal seperti itu, Kle. Ada apa?"
   Kleo meneguk teh yang sebenarnya milik Ibunya. Gadis manis berkulit hitam itu lalu menceritakan obrolannya dengan Sita ketika di kantin sekolah siang tadi
Ibunya tersenyum penuh arti ketika menyadari bahwa sang putri yang amat di sayanginya itu tengah tumbuh dewasa dan perlu arahan darinya. Dengan mata menerawang ke arak-arakan awan putih, Ibunda Kleo menjawab, "Lelaki hebat itu tidak diukur dari banyaknya perempuan yang gonta ganti menjadi pasangan atau pacarnya. Tetapi, seorang lelaki bisa dikatakan hebat jika ia mampu memikirkan hanya satu orang perempuan dalam hidupnya. Jadi, kamu jangan salah menilai, nak." Ibu mengalihkan pandangannya dari arak-arakan awan untuk menatap mata bening Kleo. "Begitu pula dengan perempuan hebat," lanjutnya. "Perempuan hebat itu bukanlah perempuan yang banyak pacar atau banyak yang mendekati, tetapi perempuan hebat itu adalah seorang perempuan yang mampu membuat laki-laki tidak bisa memikirkan wanita lain di luar dirinya."
"Jadi laki-laki yang berganti-ganti pasangan, bukan lelaki hebat dong, Bu?"
"Iya, begitulah Nak."
"Kalau untuk perempuan hebat, memang ada Bu sosok yang seperti itu?"
  Ibu membelai rambut hitam Kleo penuh arti, "Tentu saja ada, Nak. Kamu pasti tau Kleopatra. Dia adalah sosok wanita hebat itu. Ibu memberimu nama seperti itu sebagai doa supaya kamu mejadi wanita hebat."
Kleo menatap Ibunya senang. Rasanya ia lega telah mengetahui lelaki macam apa yang pantas ia sebut HEBAT.

Gelas-Gelas Susu Coklat

Kusodorkan satu gelas susu coklat
mari kita minum bersama di dinginnya malam
hangat menyusup pelan
menyergap hati hingga kerelung jiwa
aku terkejut
rasa nyaman ini tak pernah kurasa sebelumnya


Esok,
kuberi kau dua gelas susu coklat
untukku dan untukmu
mari kita bersulang serta meminumnya bersama
jangan kau pandangi aku dengan tatapan itu
bukan, ini bukan karena aku tak mau lagi berbagi denganmu
susu coklat hangat itu tetap menjadi kesukaanku
tapi kita akan menghadapi medan yang berbeda


maka,
kuberi kau gelas yang tak sama
agar kau mampu menyesap utuh kebaikan didalamnya
hingga, kau mampu tuntunku mengapai asa
ditengah gelombang harap yang tak tentu rimbanya


gelas-gelas susu coklat
tak berdentingan namun berdampingan
bersisian saling mengirim kebaikan


gelas-gelas susu coklat
tetaplah begitu
hingga kita bisa lagi untuk minum digelas yang sama.....

Sunday, 27 November 2011

RUN AND JUMP: ARE YOU FEELING HAPPY?


Hello dear, what are you doing there?
Do you think bout me like I always think bout you?
Oh well, of course you don't
I know and I don't feel anger
Do you understand?!
I DON'T FEEL ANGER!
Could you stop staring at me and asking me?!

I HATE your sparkled eyes
I HATE the firework on your eyes ball
I HATE how your eyes could me calm
I HATE THOSE THINK
Figure it out please!

Go...
Go away!
Go away from my side!
Go and run from me!
Don't you look at me for more
Do you know how hurt those feeling to me?
Do you ever wonder it even just a second?
No... 
No...
No...
No, I doubt.

YOU
A
LOSER
WHO
NEVER
REALIZE
IF
I'M
DYING
COS
A
CUTTER
ON
YOUR
HAND

For several times,
I just run
searching for a shelter
That could make me calm
give me a warm
take me to a piecefulness

then,
when my injuries going make me crazy
I gotta jump to the valley
sink my body
till never raise my head anymore

yes, your right
I am sick
I am crazy
I am absurb
un-normal
sureal
so, are you feel happy?
yes, you are....

Saturday, 26 November 2011

I Do

When I stare to your eyes, it easy to see the firework on it
When I hear your voice, it seems like I listen a harmony of a love song
When I close to you, I feel a piece that never I felt before

hey baby, those moment make me feel so miss you

I do miss your voice
I do miss a fireworks on your eyes
I do miss the way you call my name
and I do miss everything you do to me..

Rasanya Akan Menjadi Anak Kos

Sebelum posting cerita baru, sebelumnya saya terkejut ketika membuka 'rumah' ini. Sudah sekian lama tidak di kunjungi serta di urus, kondisinya menjadi sangat memprihatinkan. Di pintu masuk banyak semut, sarang kecoa, orang utan, gajah, jerapah, ehm... jadi serupa dengan kebun binatang deh, hohoho. Jadi, saya bersihin dulu deh baru bisa tenang ngebloggingnya, hihihi.

Salah satu kurikulum matakuliah di semester ini membuat saya beserta teman-teman sekelas harus kembali terjun bebas ke lapangan untuk proses magang. Seperti biasa, kegiatan magang di lakukan di sebuah rumah sakit. Letak rumah sakit tempat saya magang kali ini, cukup jauh dari rumah. Dengan pertimbangan itulah saya minta izin kepada kedua orang tua untuk kos agar lebih dekat. Rasanya takjub sekali saat saya mengantongi restu orang tua untuk ngekos. Karena sebelumnya orang tua saya tidak pernah memberi izin bagi saya untuk ngekos. Dulu saking inginnya ngekos, saya sampai sering berdoa dalam hati agar suatu hari bisa di izinkan ngekos dengan alasan untuk menempa diri saya agar semakin dewasa. Ya, dewasa dalam banyak hal. Salah satunya untuk dewasa serta membiasakan diri untuk mengurus rumah yang memang saya (sedikit) malas lakukan jika di rumah, ehehehehe.

Setelah mendapat izin, saya pun menghubungi teman-teman yang punya rencana untuk ngekos agar kita bersama-sama mencari tempatnya. Tiga hari kemarin kami gunakan untuk mencari tempat kos yang cocok. Bermacam-macam tempat kos kami datangi. Dari mulai tempat kos yang ternyata banyak di huni oleh PSK hingga tempat kos yang jalan masuknya jauh banget+sempit dan gak sehat. Sempat agak putus asa juga sih, tapi karena kita gak gampang nyerah, pencarian pun terus dilakukan. Kita banyak tanya-tanya orang di rumah sakit yang lebih tau daerah itu hingga ke orang yang kita temui di jalan. Bersyukur, setelah lelah berjalan ke sana kemari kami mendapatkan juga tempat kos 'idaman' yang bersih serta kamar luas. Lega sekali rasanya. Tapi, ada satu perasaan aneh yang saya rasakan di hati saya. Sedih rasanya membayangkan saya mengemasi barang serta tidur di kamar yang bukan kamar saya, tinggal di tempat yang bukan tempat tinggal saya, bersama-sama dengan orang yang bukan keluarga saya, serta terbatas waktu untuk bertemu dengan orang-orang yang saya sayangi, meski hanya untuk dua bulan dan meski tiap week end saya masih bisa pulang. Tapi, rasa sedih itu tetap ada...

Di benak saya termainkan sebuah pikiran dimana saya meninggalkan rumah, meninggalkan kamar tercinta, tidak bisa leluasa bertemu keluarga dan melakukan hal yang biasa saya lakukan di rumah. Sedih banget... Tapi mau bagaimana lagi. Ini sudah seperti sesuatu yang harus saya lewati untuk mencapai suatu tingkat kehidupan yang lebih baik lagi. Dan lagipula, kesempatan untuk ngekos dan jauh dari orang tua sudah merupakan harapan saya, tetapi kenapa saya jadi sedih begini ya? hehehehe. Hm, mungkin ini akan menjadi aneh untuk sementara karena latar belakang saya yang belum pernah pisah lama dengan keluarga dan seterusnya semoga saya beserta teman-teman mampu melewati semuanya dengan baik serta menambah kadar kedewasaan kami dalam bersikap. Doakan saya dan teman-teman saya ya bloggers!

*mungkin nanti saya akan rajin meng-up date pengalaman saya ketika ngeKos, hihihi. okei!*


Thursday, 10 November 2011

Damaikan Diri


semua bergulir, semua mengalir
penerimaan dalam sebuah permintaan
pengenalan untuk membentuk sebuah pengertian
pertemanan agar bisa disebut persahabatan

tanpa paksaan karena penuh rasa iklas
tak harapkan sementara, karena ingin selamanya
mengenali nyata agar menjadi kasat mata

salah dalam memahami kadang terjadi
sulit percaya pada kisah-kisah yang bergulir sedikit terselip
keragu-raguan untuk terus menyelami kadang menghantui
ingin berhenti, berlari dan bersembunyi namun tentu tak memiliki arti

kini saatnya kita berdamai, seperti yang kau inginkan
satu pendapat antara diri, mulut, hati serta otak
ciptakan beragam cerita penuh toleransi
ini tidak sulit meski tak selalu mudah
tapi yakinilah, kalau ini memang sudah seharusnya

Friday, 4 November 2011

KUTEMUKAN JALANKU


ku sudah jatuh terlalu dalam pada kecintaanku tentang menulis. Entah dimulai sejak kapan, tapi aku sangat suka menulis. Dari mulai iseng menuliskan unek-unekku, puisi hingga cerpen. Aku yang bawel dan tidak bisa diam akan sangat anteng bila sudah berhadapan dengan buku catatanku. Berjam-jam bisa kuhabiskan hanya untuk menulis. Tak peduli tanganku yang terasa pegal setelahnya atau penebalan kulit diruas jari manisku. Kalau kata orang, ketika pacaran dunia terasa milik berdua, maka dalam kasusku ketika menulis dunia terasa milikku sendiri.
Tapi, ternyata hidup ini tidak selalu semulus jalan tol. Kemampuanku menulis tidak seimbang dengan pengetahuanku mengenai sebuah tulisan yang baik. Aku menulis hanya berdasarkan intuisi dan belajar sendiri dengan melihat tulisan-tulisan di majalah. Tentu hal itu belum cukup. Kemampuan tanpa pengetahuan yang memadai itu membuatku tak percaya diri untuk mengikuti lomba atau mengirim naskah ke media. Takut ditolak. Itu momok terbesar bagiku. Ketika itu aku membuat suatu keputusan untuk melakukan sambil berjalan. Bahasa kerennya doing by learning. Aku mulai membuat blog dan mengisinya dengan karya-karyaku. Kemudian tak lupa memanfaatkan fasilitas “notes” di FB yang kini sudah dipenuhi tulisan-tulisanku. Lagi-lagi aku merasa itu tak cukup. Ditambah lagi banyak teman-teman memanggilku “Penulis.” Jika orang akan bangga dengan sebutan itu, aku justru merasa terbebani. Siapa aku hingga disebut penulis? Karya-karyaku tak banyak dikenal orang. Belum ada yang masuk media. Pekuter alias penulis kurang terkenal, mungkin cocok untuk diriku.
Bermula dari keinginan untuk bergabung pada suatu komunitas kepenulisan, aku menemukan alamat web Writting Revolution. Kucetak artikel tentang cara pendaftaran hingga keuntungan yang bisa kudapatkan jika bergabung disana. Pada bulan Ramadhan itu aku yakin, jika Writting Revolution adalah wadah yang selama ini kucari. Tempatku berlabuh bersama tulisan-tulisanku. Tempat aku mendapat kritikan sekaligus saran dan juga keluarga. Tempat indah di dunia maya yang tanpa mantera bisa membuat para anggota dekat seperti di dunia nyata. Dari komunitas ini aku merasa menemukan hidup dan jalanku. Sebuah jalan dimana aku akan meninggalkan jejak-jejak tulisan hingga suatu hari aku dapat menggapai mimpi terindahku. Terima kasih Writting Revolution!


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Penulis adalah seseorang yang terlahir dengan nama Ugahari Nurul Utami di Jakarta pada 30 November 1990. Dikalangan teman-teman lebih dikenal dengan nama Unu tapi khusus di dunia tulis menulis lebih ingin dikenal sebagai Ugahari. Cewek yang cinta pada novel, cerpen serta karya-karya fiksi lainnya ini mampu duduk berjam-jam didepan komputer hanya untuk blogging di blog pribadinya (hasilimajinasiku.blogspot.com) dan membuat catatan di akun FB pribadinya (ugaharinurul@yahoo.com). Penulis yang tinggal di Parungpanjang ini berharap dapat membuat orang tuanya bangga dengan kemampuannya menulis.


FTS Spesial Ultah WR Pertama: Menggapai Impian Bersama Writing Revolution
DL: 05 November

1) Tema: Menggapai Impian Menjadi Penulis Hebat Bersama Writing Revolution.
2) Khusus hanya untuk anggota Writing Revolution (SMCO, SMPO, SMAO dan SMNO).
3) Semua FTS Spesial Ultah WR yang menarik dan menginspirasi akan dibukukan secara indie sebagai kado istimewa ultah WR. Semua royalti dari hasil penjualan buku dipergunakan untuk hadiah iven lomba WR selanjutnya.
4) Kriteria penulisan naskah: maksimal 350 kata, biodata narasi 80 yang ditulis di bagian bawah tulisannya.
5) Naskah WAJIB dipublikasikan/ditulis di Note/Catatan FB atau Blognya dengan mencantumkan logo WR. Untuk mendapatkan logo WR silakan klik link ini lalu klik kanan gambarnya (pilih Save Image As... untuk memindahkan ke laptop/komputernya): http://2.bp.blogspot.com/-R3_-y3czC5I/Tpes1UviplI/AAAAAAAAAoI/F9Bksquj354/s1600/Logo+Writing+Revolution.jpg
6) Tulis di judul Note atau Blog kamu: FTS Spesial Ultah WR-Judul Tulisan
7) Dewan juri akan memilih 5 FTS paling inspiratif yang akan mendapatkan hadiah buku antologi FTS Spesial Ultah WR dan e-sertifikat.
8) Copas link Note/catatan FB atau Blog kamu ke bagian komentar (Dokumen ini) untuk didata. klik link ini: http://www.facebook.com/groups/writingrevo/doc/285882018109209/
9) Koordinator: Anung D'Lizta dan Fransiska S Manginsela.

Alhamdulillah, Writing Revolution (WR) genap berusia 1 tahun pada tanggal 10 November ini. Berawal dari keinginan berbagi pengalaman dan teknik menulis cerpen bagi adik-adik FLP Riau waktu, tercetus ide untuk membuka sekolah menulis online (mulai berjalan 19 Desember 2010). Antusiasme yang di luar dugaan, 12 hari sejak dibuka pendaftaran pertama tercatat ada 64 peserta SMCO. Mereka ini angkatan sulung sekolah menulis online WR, dan subhanallah mereka sungguh telah menunjukkan sebagai kakak tertua yang hebat dengan berderet prestasi yang mereka ukir termasuk sebagai pemenang pertama dan ketiga Lomba Cerpen Remaja I WR. Luar biasanya, pada pembukaan pendaftaran angkatan kedua, Januari 2011, ada 210 orang yang mendaftar. Sungguh sambutan yang begitu dahsyat yang rata-rata mereka adalah penulis pemula yang bersemangat untuk mengasah keterampilan dan kemampuan menulisnya.

Memasuki bulan kesepuluh sejak pembukaan sekolah menulis online WR, sudah ada 1100 orang peserta. Sebuah kebanggan dan prestasi bagi semua warga WR yang semakin eksis dalam memberikan sumbangsih untuk membangun peradaban Indonesia lebih maju. Dalam umur yang masih sangat belia ini, warga WR sudah dan akan terus memberikan sumbangan pemikiran dari tulisan-tulisannya untuk memberikan inspirasi bagi pembaca di Tanah Air.

Semoga visi dan impian kita untuk bisa melahirkan 1 juta penulis hebat berkarakter kuat bisa terwujud untuk membangun peradaban demi menjadikan Indonesia lebih bermartabat di mata dunia.

Salam Penulis...!
Semangattt Pagiii...!