Pages

Saturday, 26 November 2011

Rasanya Akan Menjadi Anak Kos

Sebelum posting cerita baru, sebelumnya saya terkejut ketika membuka 'rumah' ini. Sudah sekian lama tidak di kunjungi serta di urus, kondisinya menjadi sangat memprihatinkan. Di pintu masuk banyak semut, sarang kecoa, orang utan, gajah, jerapah, ehm... jadi serupa dengan kebun binatang deh, hohoho. Jadi, saya bersihin dulu deh baru bisa tenang ngebloggingnya, hihihi.

Salah satu kurikulum matakuliah di semester ini membuat saya beserta teman-teman sekelas harus kembali terjun bebas ke lapangan untuk proses magang. Seperti biasa, kegiatan magang di lakukan di sebuah rumah sakit. Letak rumah sakit tempat saya magang kali ini, cukup jauh dari rumah. Dengan pertimbangan itulah saya minta izin kepada kedua orang tua untuk kos agar lebih dekat. Rasanya takjub sekali saat saya mengantongi restu orang tua untuk ngekos. Karena sebelumnya orang tua saya tidak pernah memberi izin bagi saya untuk ngekos. Dulu saking inginnya ngekos, saya sampai sering berdoa dalam hati agar suatu hari bisa di izinkan ngekos dengan alasan untuk menempa diri saya agar semakin dewasa. Ya, dewasa dalam banyak hal. Salah satunya untuk dewasa serta membiasakan diri untuk mengurus rumah yang memang saya (sedikit) malas lakukan jika di rumah, ehehehehe.

Setelah mendapat izin, saya pun menghubungi teman-teman yang punya rencana untuk ngekos agar kita bersama-sama mencari tempatnya. Tiga hari kemarin kami gunakan untuk mencari tempat kos yang cocok. Bermacam-macam tempat kos kami datangi. Dari mulai tempat kos yang ternyata banyak di huni oleh PSK hingga tempat kos yang jalan masuknya jauh banget+sempit dan gak sehat. Sempat agak putus asa juga sih, tapi karena kita gak gampang nyerah, pencarian pun terus dilakukan. Kita banyak tanya-tanya orang di rumah sakit yang lebih tau daerah itu hingga ke orang yang kita temui di jalan. Bersyukur, setelah lelah berjalan ke sana kemari kami mendapatkan juga tempat kos 'idaman' yang bersih serta kamar luas. Lega sekali rasanya. Tapi, ada satu perasaan aneh yang saya rasakan di hati saya. Sedih rasanya membayangkan saya mengemasi barang serta tidur di kamar yang bukan kamar saya, tinggal di tempat yang bukan tempat tinggal saya, bersama-sama dengan orang yang bukan keluarga saya, serta terbatas waktu untuk bertemu dengan orang-orang yang saya sayangi, meski hanya untuk dua bulan dan meski tiap week end saya masih bisa pulang. Tapi, rasa sedih itu tetap ada...

Di benak saya termainkan sebuah pikiran dimana saya meninggalkan rumah, meninggalkan kamar tercinta, tidak bisa leluasa bertemu keluarga dan melakukan hal yang biasa saya lakukan di rumah. Sedih banget... Tapi mau bagaimana lagi. Ini sudah seperti sesuatu yang harus saya lewati untuk mencapai suatu tingkat kehidupan yang lebih baik lagi. Dan lagipula, kesempatan untuk ngekos dan jauh dari orang tua sudah merupakan harapan saya, tetapi kenapa saya jadi sedih begini ya? hehehehe. Hm, mungkin ini akan menjadi aneh untuk sementara karena latar belakang saya yang belum pernah pisah lama dengan keluarga dan seterusnya semoga saya beserta teman-teman mampu melewati semuanya dengan baik serta menambah kadar kedewasaan kami dalam bersikap. Doakan saya dan teman-teman saya ya bloggers!

*mungkin nanti saya akan rajin meng-up date pengalaman saya ketika ngeKos, hihihi. okei!*


1 comment:

Sang Cerpenis bercerita said...

ditunggu deh cerita kos kosannya.