Pages

Thursday, 15 December 2011

Andaikan

Andaikan, kata itu sudah tentu sering kita ucapkan. Biasanya, kata 'andaikan' digunakan pada kalimat yang mengandung arti penyesalan. Contohnya, "Andaikan dulu gue lebih bisa pengertian, pasti sekarang gue masih pacaran sama dia", "Andaikan semalem gue belajar aja meski sedikit, sekarang gue pasti gak blank kaya gini", "Andaikan gue berani ngungkapin perasaan gue kedia, sekarang dia pasti udah jadi pacar gue", dan andaikan, andaikan, andaikan lainnya.

Berbicara tentang kata 'andaikan', salah satunya gak lepas dari sebuah penyesalan pahit hingga keubun-ubun. Penyesalan yang membuat kita berharap mendapatkan satu saja kesempatan berupa pengulangan waktu agar dapat memperbaikinya. Sayangnya, waktu selalu bergerak maju. Tidak pernah ada dalam sejarah manapun, waktu berbaik hati untuk bergerak mundur dan memberi kesempatan bagi orang-orang yang menyesal untuk memperbaiki penyesalannya. Lalu bagaimana kita harus menghadapi sang waktu? Waktu memang kejam karena tak punya toleransi untuk kembali ke masa yang ingin diperbaiki. Salah satu korban kekejaman sang waktu adalah saya. Ya, seperti manusia pada umumnya, saya juga memiliki suatu penyesalan karena suatu hal di satu masa perjalanan hidup saya *bahasanya gaya banget, hehehe*. Penyesalan itu rasanya teramat pahit dan benar-benar membuat saya ingin sekali kembali ke masa tersebut untuk memperbaikinya. Tapi kemudian, saya menyadari bahwa menyesal terus menerus hanya membuat saya kehabisan waktu untuk berbuat dan berlaku sebaik mungkin hingga apa yang menjadi kesalahan di waktu dulu bisa setidaknya tertutupi.

Belajar dari pengalaman, setiap manusia pasti akan melakukan kesalahan dalam hidupnya. Karena tanpa kesalahan, kita tidak akan pernah tau bagaimana rasanya sakit, gagal serta menyesal. Perasaan-perasaan tersebut akan membuat kita berhati-hati dalam melangkahkan kaki dan membuat mental kita terbentuk lebih kuat, sehingga nantinya kita bisa menjadi manusia tangguh. Untuk mengatasi penyesalan itu, ada baiknya kita berpikir bahwa semakin lama kita penuhi pikiran kita dengan penyesalan akan semakin banyak pula waktu yang terbuang. Padahal, Tuhan memberikan kita waktu untuk tetap berada di dunia ini karena Dia sedang memberi kesempatan bagi kita untuk berbuat baik serta membuktikan pada dunia jika kita bisa merubah diri menjadi lebih baik. Maka kawan, mari kita bangun dari keterpurukan, rasa sedih serta penyesalan dalam diri. Jadikan itu semua sebagai motivasi serta acuan untuk melangkah lebih baik lagi dan lagi. Yakinilah bahwa kita tidak sendiri di dunia ini. Ada banyak orang dengan permasalahan yang mungkin lebih pelik dari kita namun tetap bersemangat untuk hidup dan berbuat baik, jadi untuk apa kita takut dan ciut?

Oia sebagai penyegar pikiran bagi yang sedang buram, saya sudah menyisipkan satu buah video klip dari BackAlley yang berjudul 'ANDAIKAN'. Enjoy the song and watch the testimony from many artist :D




*PS: karena lagu ini saya jadi terinspirasi untuk menulis tulisan ini :D

2 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

wah suka berandai2 dong. hehee

Renungan berbagi said...

andaikan gw orang berpengaruh di indonesia. gw bakal membuat Indonesia lebih aman dan makmur. tidak ada kriminal dimana mana