Pages

Monday, 16 January 2012

Dan Ternyata

Hidup ini merupakan perjalanan. Maju atau mundurnya berada ditangan kita. Arah mana yang kita tuju, tergantung kesepakatan antara hati, mata kemudian otak. Semua jalan tidak ada yang sama hanya masih banyak yang serupa. Kerikil serta batu-batu besar tentu masih banyak sekali merintangi. Entah bagaimana menyingkirkannya. 
Aku sudah berusaha untuk melewati bahkan menghancurkannya tapi masih saja banyak bagian yang luput tuk kutangani. Hingga hasilnya, jalan-jalan yang kulewati masih serupa seperti jalurku kemarin. Aku merasa bodoh telah bersikap ceroboh. Membiarkan kekuatan hingga kelemahanku terlihat lawan. Alhasil kini aku meratapi akibat perbuatanku. Aku yang mengira telah jauh berjalan, kembali menerima sebuah kenyataan bahwa aku belum berjalan jauh melainkan hanya memutari labirin...

Tuesday, 3 January 2012

Saya, Aku dan Gue

Postingan ini sengaja saya buat untuk menjelaskan bahasa yang saya gunakan dalam blog saya. Mungkin teman-teman yang membaca blog ini heran. Ada postingan dimana saya menggunakan bahasa yang agak formal dan di lain waktu saya menggunakan bahasa yang sama sekali tak formal. Contoh gampangnya, ada postingan dimana saya menggunakan kata-kata baku seperti 'saya' dan ada juga postingan dimana saya menggunakan bahasa sehari-hari seperti 'gue' atau adakalanya saya menggunakan 'aku' pada postingan saya.

Saya menggunakan bahasa tersebut bukan tanpa alasan. Dengan sadar serta sengaja saya menggunakan kata-kata tersebut. Tujuannya, untuk menyesuaikan dengan kondisi tulisan yang sedang saya buat. Jadi kalau di tulisan serius, memang benar dengan bahasa serius atau di tulisan 'haha-hihi', bahasa santai banyak saya pakai. Hm, semoga dengan ini bloggers bisa mengerti ya :D

Monday, 2 January 2012

Mimpi Didalam Kepalaku

2011, bukan 100% tahun yang indah. Tahun ini seperti roller coaster. Banyak turunan dari tahun sebelumnya yang harus saya lewati dan kemudian berbagai tanjakan pun saya temui. Kesadaran akan sebuah mimpi lama yang hanya mengendap dan berkerak dalam hati membuat saya terbangun dari mimpi panjang serta pertanyaan mengenai "Siapa saya?" dan "Ingin menjadi apa saya kelak?". Di bulan Agustus saya seperti terbentur pada tembok yang kemudian membebaskan saya dari amnesia atas jati diri saya sendiri. Terima kasih atas buku diari yang sudah membantu banyak. Ternyata tidak sia-sia halamanmu banyak tercorat-tercoret oleh tangan kotor milik saya.
Jadi, di bulan Agustus 2011 saya ingat bahwa saya ingin sekali menjadi penulis sejak saya mulai mahir memegang pensil. Bahkan, saya menuliskan puisi pertama saya diselembar tissue mengenai kecintaan saya pada negara ini (tolong jangan minta saya menuliskannya ulang, honestly...saya lupa! hehehe). Tapi ada kenyataan pahit yang menerjang, menerobos, membuat saya tersadar bahwa selama ini tulisan-tulisan saya tidak pernah bisa terdeteksi oleh siapapun. Jelas saja. Selama ini, tulisan saya hanya terpajang manis di file komputer, notes facebook atau di blog ini. heheheh. Tentunya para penerbit yang baik hati tetap akan sulit menemukan jejak-jejak tulisan saya. Lalu, otak saya berpikir keras melawan dunia dan keadaan yang menghimpit hati serta ruang gerak (alay!). Dan, tiba-tiba saja saya sudah bergabung dengan grup kepenulisan WRITING REVOLUTION yang merupakan wadah bagi para penulis pemula untuk menemukan jalannya menjadi penulis sungguhan.
Perlahan tapi pasti, saya mulai berani untuk ikut lomba-lomba yang banyak diselenggarakan oleh WR (WRITING REVOLUTION). Hasil mulai terlihat . Naskah saya lolos seleksi lomba FTS (FLASH TRUE STORY NARSIS) dan FTS PEJOBA (PENULIS JOMBLO BAHAGIA). Kemudian, yang tidak kalah seru saya akhirnya punya buku antologi! Buku antologi itu, buku yang ditulis secara kroyokan atau bareng-bareng. Ya, memang sih penulis belum sempurna kalau belum berhasil satu buku secara solo. But, it's be the next dream of mine. Doakan saja yah permisah sekalian, hehehehe.
Dari seluruh hal yang telah saya lalui di tahun 2011, saya dapat menyimpulkan bahwa ketika kita mampu untuk bermimpi maka kita pun mampu untuk mewujudkannya. Jadi, jangan biarkan impianmu hanya berakhir menjadi kerak yang mengotori dasar otakmu karena di khawatirkan dapat membuat kamu sulit untuk berpikir secara jernih. Maka, jangan takut untuk bermimpi. Diluar sana banyak jendela dan pintu terbuka sebagai jalur kita merenggut impian. Dan jangan pernah takut gagal, karena dari gagal kita akan tau rasanya kemenangan.
nb: I wrote this post with a cup of tea in front of me and it's the real life!

Sunday, 1 January 2012

Antara Kami, Kucing dan Tetangga Kosan

Felis Silvestris Catus atau beken dengan panggilan Kucing adalah binatang lucu menurut sebagian orang. Tampang imut dengan suara 'miauw-miauw'-nya yang lucu bikin kucing mudah membuat hati manusia lumer. Apalagi kalo si kucing ini mampu bertingkah manja, wah...manusia penggila kucing bisa klepek-klepek deh. Tapi sayang, kucing yang berkeliaran disekitar kosan gue bukanlah tipe kucing imut-imut seperti itu. Kucing yang ada disekitar kosan gue adalah kucing psikopat. Yap, benar! Kucing berbulu abu-abu campur putih, berperut buncit dan bermata tajam serta licik itu merupakan kucing psikopat. Kenapa begitu? Karena kucing ini udah merusak kehidupan gue serta teman-teman satu kamar gue. Gak cuma itu, si kucing ini juga punya andil dalam rusaknya hubungan kami dengan tetangga kosan yang kamarnya tepat dibawah kamar gue. Sampai-sampai tetangga kami ini pindah karena gak tahan! (*boong deng, tetangga kami pindah soalnya udah punya rumah, bheheheheh). Mau tau apa aja kelakuan kucing yang kami curigai adalah golongan Criminal Cat itu? Hm... simak baik-baik daftar kelakuan nakal di kucing garong dibawah ini.

*pastikan emosi anda dalam keadaan stabil, saya tidak bertanggung jawab atas efek kesel sama kucing yang mampu timbul setiap anda melihat kucing setelah membaca postingan ini. :p

1. Gue inget disuatu malam ketika gue bersama teman-teman 1 kos sedang sibuk nyiapin makan malam, si kucing garong ini menatap gue dengan pandangan mata yang bersinar seperti lampu. Sinar itu menyiratkan pandangan licik a la kucing. Dari tatapan itu, gue tau kucing ini psikopat.

2. Di lain waktu pada pagi hari yang cerah, teman gue memekik histeris ketika membuka pintu kamar. Gue dan Agy yang masih tidur seketika terbangun dan bertanya "Ada apa Mami?". Dengan nada kesal Mami menjawab, "Dasar kucing sialan, sampah di acak-acak!". Gue dan Agy mendesah, ini masalah kawan!

3. Sore dihari Senin setelah kami pulang magang dan baru saja pulang dari kampung halaman, kami menemukan kenyataan pahit terkait kamar kosan kami. KESET YANG KAMI TARUH DI DEPAN PINTU MASUK LENYAP TAK BERBEKAS! Gue baru saja berinisiatif menghubungi detektif conan ketika Mba-mba tetangga disebelah kami datang dan menjelaskan duduk perkaranya. "Mba, kemarin pas Mba pada pulang kucing yang gendut itu ngelahirin anaknya dikeset kamar Mba. Banyak bekas darahnya dan lembab. Suamiku mau beresin malah muntah-muntah karena bau banget Mba, udah gitu basah-basah pula. Akhirnya, keset Mba kita buang."
Mendengar penjelasan itu, gue rasanya mau mencari tuh kucing untuk minta ganti rugi buat beli keset baru! Grrrrrr....

4. Sewaktu Agy sakit, hanya ada gue dan Mami di kamar. Pagi hari ketika Mami hendak memindahkan jemurannya, ia menemukan fakta bahwa sampah-sampah yang sudah kami bungkus dan siap kami buang pagi ini TIDAK ADA. Kemana perginya sampah-sampah itu sedangkan mereka tidak punya kaki untuk berlari atau sekedar jalan kaki??? Ternyata, Kucing garong itu biang keladinya! Si kucing itu sudah menjatuhkan sampah kami dan mendarat dengan mulus ke kamar bawah yang dihuni oleh ibu hamil yang sensitif. Sayang, ketika kami berniat mengambilnya, sampah itu sudah tidak ada. Beberapa hari dari situ, kami disangka mengikat antena TV milik si ibu hamil itu yang memang terikat di balkon kamar kami. Tapi, sumpah deh kami gak ngiket-ngiket tuh antena. Pikiran gue langsung tertuju ke kucing kampung itu. *mata terpicing*.

5. Pulang magang adalah sesuatu yang seharusnya menggembirakan. Tentu saja, di momen ini gue bisa kembali tiduran di kosan sebelum melanjutkan aktivitas. Tapi, tidak di sore yang (tidak) indah itu. Gue lupa saat itu hari apa, tapi gue masih inget gimana berantakannya kamar kosan gue yang emang dasarnya udah berantakan.  Ibaratnya, kandang kambing di acak-acak macan, ya ancur lebur jadinya. Gue, Agy dan Mami jadi deg-degan. Kami bertanya-tanya, siapakah yang sudah masuk ke kamar kami? Secara pintu emang di kunci tapi kami gak menutup jendelanya. Mami buru-buru ngecek keberadaan notebooknya yang untungnya ada. Lalu kita cek barang-barang didalam lemari. Dan... disanalah kami menemukan tersangka pemberantakan kamar kosan kami. SI KUCING GARONG ASYIK-ASYIKAN TIDUR DI DALAM LEMARI PAKAIAN! Gak pake lama, dalam hitungan detik dan dengan tempo sesingkat-singkatnya, kucing itu kami usir dari lemari dan dari kamar kami. Rasanya kami ingin mengusir kucing itu dari dunia ini. Sayang kami tak sampai hati karena budi pekerti yang telah tertanam dalam hati kami sejak lahir seolah melarangnya. Akhirnya, emosi dan obsesi itu hanya mengendap dalam hati meski terkadang rasa itu keluar tiap kami (gue) tidak sengaja bertatapan dengan si kucing garong.

Sebenarnya masih banyak lagi kelakuan si kucing nakal itu. Tapi karena gue orang baik, gue tak sampai hati untuk membeberkan semua kenakalan si kucing garong itu. Biarlah sisanya hanya di ketahui oleh gue, teman kosan gue dan Tuhan. Dan, doakan saja supaya gue tetap kuat menjalani sisa hari di kosan dengan kehadiran kucing tersebut. Semoga gue tidak brutal karenanya. Amin.