Pages

Monday, 2 January 2012

Mimpi Didalam Kepalaku

2011, bukan 100% tahun yang indah. Tahun ini seperti roller coaster. Banyak turunan dari tahun sebelumnya yang harus saya lewati dan kemudian berbagai tanjakan pun saya temui. Kesadaran akan sebuah mimpi lama yang hanya mengendap dan berkerak dalam hati membuat saya terbangun dari mimpi panjang serta pertanyaan mengenai "Siapa saya?" dan "Ingin menjadi apa saya kelak?". Di bulan Agustus saya seperti terbentur pada tembok yang kemudian membebaskan saya dari amnesia atas jati diri saya sendiri. Terima kasih atas buku diari yang sudah membantu banyak. Ternyata tidak sia-sia halamanmu banyak tercorat-tercoret oleh tangan kotor milik saya.
Jadi, di bulan Agustus 2011 saya ingat bahwa saya ingin sekali menjadi penulis sejak saya mulai mahir memegang pensil. Bahkan, saya menuliskan puisi pertama saya diselembar tissue mengenai kecintaan saya pada negara ini (tolong jangan minta saya menuliskannya ulang, honestly...saya lupa! hehehe). Tapi ada kenyataan pahit yang menerjang, menerobos, membuat saya tersadar bahwa selama ini tulisan-tulisan saya tidak pernah bisa terdeteksi oleh siapapun. Jelas saja. Selama ini, tulisan saya hanya terpajang manis di file komputer, notes facebook atau di blog ini. heheheh. Tentunya para penerbit yang baik hati tetap akan sulit menemukan jejak-jejak tulisan saya. Lalu, otak saya berpikir keras melawan dunia dan keadaan yang menghimpit hati serta ruang gerak (alay!). Dan, tiba-tiba saja saya sudah bergabung dengan grup kepenulisan WRITING REVOLUTION yang merupakan wadah bagi para penulis pemula untuk menemukan jalannya menjadi penulis sungguhan.
Perlahan tapi pasti, saya mulai berani untuk ikut lomba-lomba yang banyak diselenggarakan oleh WR (WRITING REVOLUTION). Hasil mulai terlihat . Naskah saya lolos seleksi lomba FTS (FLASH TRUE STORY NARSIS) dan FTS PEJOBA (PENULIS JOMBLO BAHAGIA). Kemudian, yang tidak kalah seru saya akhirnya punya buku antologi! Buku antologi itu, buku yang ditulis secara kroyokan atau bareng-bareng. Ya, memang sih penulis belum sempurna kalau belum berhasil satu buku secara solo. But, it's be the next dream of mine. Doakan saja yah permisah sekalian, hehehehe.
Dari seluruh hal yang telah saya lalui di tahun 2011, saya dapat menyimpulkan bahwa ketika kita mampu untuk bermimpi maka kita pun mampu untuk mewujudkannya. Jadi, jangan biarkan impianmu hanya berakhir menjadi kerak yang mengotori dasar otakmu karena di khawatirkan dapat membuat kamu sulit untuk berpikir secara jernih. Maka, jangan takut untuk bermimpi. Diluar sana banyak jendela dan pintu terbuka sebagai jalur kita merenggut impian. Dan jangan pernah takut gagal, karena dari gagal kita akan tau rasanya kemenangan.
nb: I wrote this post with a cup of tea in front of me and it's the real life!

3 comments:

al kahfi said...

bener tuh,raihlah mimpi setinggi bintang dilangit,jangan takut gagal karena kegagalan hanya bagi orang yang tidak mau mencoba,teruslah semangat!

Sang Cerpenis bercerita said...

ya semoga tahun ini bisa nerbitin buku kamu sendiri ya. congrats...selamat tahun baru, semangaat terus.

Indonesia said...

berani sukses haruslah berani bermimpi