Pages

Sunday, 4 March 2012

Buram

siapakah itu?
mata yang hitam tanpa warna memandangku
tanpa senyum, tiada ramah, hanya ada resah
entah badai apa yang mengoyak pikirannya
tiada kesegaran tersisa dari paras ayunya

kupandangi bibirnya
kelu, terkelupas
tak ada keindahan nan menawan yang tersimpan
sihirnya memudar, sepudar rona dua garis tipis itu

raut wajah yang belum tua dibalik cermin melukiskan semua
segala elegi yang terjadi dan telah terlewati
momen tercurinya sang ceria hingga tinggallah kesedihan
terpikir cara untuk membuatnya kembali
namun semua terlalu jauh
hampir mendekati tidak mungkin

buram...
semua buram
seburam mata, bibir dan raut wajah itu
dimanakah warna?
masih adakah bahagia?
aku ingin hentikan semua drama
kembalikan realita agar ia berbicara
sungguh, aku sudah bosan atas semua kepura-puraan!

1 comment:

Sang Cerpenis bercerita said...

hmm..mencoba ngertiin artinya