Pages

Saturday, 31 March 2012

Tatap-Tatapan

Salah satu hal yang menarik saat menjadi mahasiswi kesehatan adalah kesempatan ketemu dokter-dokter ganteng dan perawat-perawat kece ketika praktek. Gue juga nggak ngerti, kenapa dokter dan perawat begitu sangat beken di dunia kesehatan bahkan untuk masalah 'pasangan'. Seperti pagi ini, ketika gue hendak berangkat menuju tempat magang, seorang tetangga gue menyapa. Basa-basi yang penuh kebasian mewarnai pagi yang belum tercemar asap kendaraan. Udara terasa seperti perawan yang malu-malu keluar dari peraduan. 
Tetangga gue kemudian berkata, "Enak dong ya mba magang di rumah sakit. Coba gaet dokter satu buat di bawa pulang."
"Dokternya pada udah tua, Kek." Jawab gue pada tetangga tepat sebelah rumah yang akrab gue sapa, Kakek, karena memang sudah tua.
"Ya...masa nggak ada yang muda. Usaha aja dulu." katanya lagi.
Wah....sebuah ide brilian!
Percakapan itu kemudian membuat gue teringat satu kejadian yang melibatkan seorang dokter dan gue. Kejadian tersebut berlangsung di pantry ruang Ok(Operating Khamr/Ruang Operasi) pada jam makan siang....

Seperti lazimnya manusia normal lainnya, gue juga merasa lapar ketika hari sudah merangkak ke tengah hari, alias siang. Cacing-cacing gue berdemo. Mereka menuntut agar gue menurunkan makanan ke lambung karena  di lambung gue sudah tidak ada persediaan makanan untuk di giling. Sedangkan cacing-cacing gue nggak doyan kalo harus gigitin usus gue, pait katanya. Karena itulah, gue bersama seorang pekaya bernama Mba Kasminah dan teman gue, Wulan, makan siang bersama di pantry. Di meja makan yang ada di pantry, gue duduk bersama  Mba Kasminah dan Wulan. Posisi gue saat itu membelakangi ruang istirahat yang menyatu dengan ruang meeting dimana para dokter sering beristirahat ketika sedang tidak ada operasi. Karena posisi gue seperti itu, maka gue akan sulit mengetahui siapa yang akan keluar dari ruang istirahat. Termasuk, ketika ada seorang dokter -- kita sebut saja dokter A-- berjalan keluar dari ruang istirahat menuju ruang operasi. Mba Kasminah dan Wulan yang melihat sosok dokter itu, menyapanya dengan berkata, "Makan, Dok."
Dokter itu lantas menjawab, "Ya, silahkan."

Saat Mba Kasminah dan Wulan menyapa dokter itu, gue baru hendak menolehkan wajah untuk melakukan hal yang sama. Tetapi, dokter tersebut keburu memalingkan muka dan melangkah keluar pantry. Gue pun hendak kembali melanjutkan acara makan yang sedang berada di puncak kenikmatan. 

Namun ternyata dokter itu menyadari bahwa gue memalingkan wajah untuk melihat dia. Ups... adegan-adegan seperti di sinetron pun mulai terjadi. Sang dokter menoleh lalu menatap gue. Sepersekian detik kami bertatap-tatapan. Andai ini adalah salah satu scene dalam sebuah film, maka gue yakin akan ada lagu romantis yang mengalun untuk melengkapi adegan 'tatap-tatapan' ini. Tapi sayangnya, dunia film berbanding terbalik dengan dunia nyata. Tidak ada lagu di adegan ini, baik lagu yang biasa aja apalagi lagu romantis.
Adegan saling tatap ini berakhir saat si dokter memanggil gue dengan sebutan, "Kamu."
"Iya, dok..." jawab gue ragu. Di otak gue udah tergambar adegan selanjutnya yakni, dokter itu akan berkata, "Mau nggak kamu jalan sama saya?"  (Wah... pacarku, ini adalah godaan terbesar sayang... doakan agar aku kuat ya :p).
Kenyataannya, dokter itu tidak mengeluarkan kalimat yang otak gue ketik rapi dalam ruang khayal milik gue.  Dokter itu justru berkata, "Kamu. Dari tadi saya lihat makan terus."
Doooooooooeeeeeeeeeennnnnnnngggggggggggggggg...!!!!!!!

KAPAN GUE MAKAN TERUS?! 

Pagi itu gue baru makan 3 martabak tahu+2 potong roti bakar dan saat ketemu dia di ruang pantry, dia cuma lihat gue lagi makan satu potong martabak tahu. Oh My God, ini nggak adil!

Dan siang hari ini, ketika gue sedang menikmati mie goreng sejenis Pop Mie (katering waktu itu belum dateng sementara perut gue yang sialan ini udah bunyi-bunyi kelaperan), dokter itu LAGI-LAGI muncul. Tepat disaat gue sedang melalukan suapan besar saking lapernya. Kali ini dia menuju kamar istirahat dokter. Saat melihat gue, dia senyum-senyum lalu ngelus punggung gue dan dengan manisnya berkata, 
"Kamu doyan makan ya...."

gue: *masukgoa*.

No comments: