Pages

Friday, 27 April 2012

I Get My Tumblr

Sebenarnya, Tumblr dan Blog gak jauh beda. Sama-sama tempat orang yang hobi nulis buat mengekspresikan tulisan-tulisannya. Awalnya, jujur aja saya gak tau TUMBLR apaan. Iseng-iseng saya search di gugel dan dapet pengertian yang banyak sekali. Tiba-tiba saya jadi begitu tertarik untuk mengisi kolom email, password dan mengklik START. Yep, suddenly I HAVE AN ACCOUNT IN TUMBLR!

ini alamatnya: http://www.tumblr.com/blog/ugaharinurul

kapan-kapan main ya guys!

Monday, 23 April 2012

Percaya


Percaya bahwa Tuhan selalu ada

Percaya bahwa Ia melihat, mendengar dan mengawal keseharian kita

Percaya bahwa hidup tidak diam, namun berputar

Percaya bahwa Tuhan tidak tidur selama proses perputaran itu

Percaya bahwa Tuhan adalah dokter terampuh dalam setiap masalah duniawi

Percaya dan akan terus percaya bahwa Tuhan sedang menyiapkan hadian atas ujian ini…


Sunday, 22 April 2012

Belajar Bahasa Belanda


Bahasa adalah cara manusia dalam berkomunikasi. Banyak sekali bahasa yang berkembang sesuai dengan kebudayaannya masing-masing. Saat ini saya tertarik pada bahasa suatu negara yang dulu pernah menjajah negara Indonesia yaitu, Belanda. Kenapa? Saya selalu merasa penasaran dengan tulisan dalam bahasa Belanda yang seolah-olah sulit di baca. Sering dahi saya mengerut ketika melihat tulisan-tulisan dalam bahasa belanda ketika saya iseng membuka website mengenai negara yang mempesona karena keindahan bunga tulipnya.
Untuk membayar rasa penasaran tersebut, saya mulai mempelajari bahasa belanda. Namun sayang, karena keterbatasan waktu yang saya miliki saya tidak bisa mengambil kursus bahasa belanda. Maka dari itu, saya mengakses situs-situs yang memungkinkan saya untuk belajar bahasa belanda dari rumah. Salah satu situs yang rajin saya kunjungi adalah http://www.goethe-verlag.com. Banyak kosa kata dalam bahasa belanda yang dapat saya dipelajari. Mulai dari tulisan hingga cara bacanya. Kosakata yang ada pun terbagi-terbagi dalam satu sub bagian. Misalnya di sub bagian “Orang”, kita dapat mempelajari kosa kata sehari-hari untuk menyebut diri sendiri, orang lain, maupun sekumpulan orang dalam bahasa belanda. Tidak usah merasa bingung melihat tulisannya karena kita bisa mendengarkan native speaker yang ‘membacakan’ tulisan tersebut untuk kita.
Saat saya sedang mempelajari bahasa Belanda ada beberapa bahasa yang sudah tidak asing lagi bagi saya. Seperti kata ‘oom, tante, klas (kelas), dokter, thee (teh), kantoor (kantor), dan masih banyak lagi. Kata-kata tersebut merupakan kata-kata yang lazim digunakan dalam bahasa sehari-hari orang Indonesia. Memang, ada beberapa bahasa Indonesia yang diadopsi dari bahasa Belanda. Mungkin karena pengaruh jaman penjajahan dulu ya, bahasa Belanda jadi melekat.
Melihat keunikan bahasa Belanda yang tidak hanya unik dalam penulisan tetapi juga pengucapannya, saya jadi ingin terus mempelajarinya. Membayangkan jika suatu hari saya dapat membuat sebuah cerita berbahasa Belanda. Wah... pasti seru sekali!

Saturday, 21 April 2012

Telepon

Sebelum gue bercerita, gue mau meyakinkan kalian terlebih dahulu bahwa tulisan ini gue buat bukan karena terinspirasi lagu Lady Gaga tapi beneran terinspirasi dari kedodolan gue dan temen dodol gue ever after, Agy. Kejadian dodol ini (lagi) terjadi waktu kita satu shift magang di ruang OK (Operasi) miliki sebuah rumah sakit swasta di daerah Tangerang.
Sebagai mahasiswa magang, kita harus pinter-pinter bergaul dengan karyawan yang asli kerja di tempat itu sebelum kita datang. Mereka pun juga menganggap kita sama seperti mereka, yaitu sama-sama sedang kerja. Otomatis, kegiatan mereka akan menjadi kegiatan kita juga. Meski hal itu di sesuaikan dengan basic study milik kita. Gak mungkin juga kalo gue dan agy yang merupakan mahasiswa KESMAS ikut-ikutan operasi pasien. Bisa aja sih ikutan operasi, paling kita cuma ahli ngebedah tapi gak bisa nyatuin yang udah kita bedah, heheheh.
Salat satu kegiatan paling gampang dan semua orang bisa lakuin termasuk kita adalah menjawab telepon, nerima pendaftaran dan nyusun jadwal operasi. Secara umum, menjawab telepon bukan perkara yang sulit. Tapi, karena telepon yang harus di jawab adanya di ruang OK rasanya jadi beda. Kalo nerima telepon cuma untuk ngasih tau ada dokter atau engga, itu sih gampang. Tapi, keringet dingin bisa muncul kalo yang nelepon adalah suster ruangan yang pengen daftarin pasien untuk operasi. ADuh... otak mendadak terbang melayang dan kepala jadi kopong rasanya!
Gue masih inget waktu pertama kali gue ngejawab telepon dari suster ruangan yang mau daftarin pasien untuk operasi. Waktu si suster ngasih data pasien sih gak masalah, pas susternya mulai ngasih tau diagnosa dan tindakannya itu yang bikin gue ngilu karena gue gak tau tulisan dan bahasa apa yang si suster katakan. Seperti saat si suster berkata, "Tindakannya Debri Demeng yaa..." gue menjawab dengan sekitar tiga kali berkata "HAH". Yeah... si suster tarik nafas panjang nyoba buat sabar karena tau gue masih magang. Akhirnya, si suster itu ngejain tulisannya satu-satu buat gue. Dan tulisan yang bener adalah DEBRI DEMENT tapi di baca DEBRI DEMENG.
Di ruang OK, terdapat dua telepon. Telepon yang pertama ada di ruang pemulihan luar dan telepon yang kedua ada di ruang pemulihan dalam. Untuk menjawab telepon di ruang pemulihan luar, gue udah terbiasa. Bahkan udah semakin canggih nerima daftaran pasien walau gue kadang masih ber"HAH" ketika si suster mulai ngomong bahasa planet.
Gimana dengan telepon di ruang pemulihan dalam?
Sangat tidak terbiasa.
Kalo telepon berdering, hal pertama yang gue lakuin ada scaning kesekeliling gue. Mencari orang yang kira-kira hatinya tergerak untuk bangun dari duduk dan menjawab telepon tersebut. Gue baru mau menjawab telepon kalo emang lagi kepepet banget alias pas gak ada orang. Itupun kalo gue ngerasa kesempatan buat kabur gak ada, hehehhee.
Nah... di suatu siang yang sepi, gue sama temen gue, AGy baru aja nyolong waktu buat nyemil di pantry. Hari itu emang kegiatan operasi lagi sepi jadi suasana gak terlalu crowded. Kita lagi jalan di lorong menuju ruang pemulihan dalam ketika terdengar suara telepon berdering. Kita jalan jadi agak pelan, saling memandang dan satu sama lain berkata, "Lo yang angkat" berbarengan.
Kita sama-sama saling suruh bahkan Agy sampe ngedorong gue masuk ke ruang pemulihan yang di dalamnya ada kepala ruangan OK bersama dua dokter dan sedang berdiskusi. Gue sama sekali gak mau masuk dan Agy tetep ngedorong gue dari belakang. Alhasil badan gue nyangkut diantara pintu. Lalu, gue bilang ke Agy kalo gue punya ide brillian. Agy kemudian ngelepasin dorongannya. Gue lalu berbalik menatap Agy. Dengan tampang sok misterius gue berkata: "Gini... Kita tutup pintunya .... trus kita masuk ke kamar ganti mumpung gak ada orang." kemudian gue segera berlari menuju ruang ganti di susul Agy dan membiarkan telepon terus berdering hingga....... entah kapan.......
NB: maaf ya kita ngebiarin teleponnya bunyi terus, hehehee. salam cantik selalu :)

Sunday, 1 April 2012

W A K T U

Hanya 24 jam waktu yang di miliki manusia dalam hidupnya. Tidak bisa lebih. Karena 12 jam waktu untuk pagi dan siang, 12 jam lagi untuk waktu sore hingga malam. Jika ingin lebih, dalam dunia bekerja disebut dengan waktu lembur. Artinya, kita berjalan dengan menabrak waktu, mendobrak hingga batasan-batasannya roboh jadi amburadul. Tidak ada pagi, siang, sore dan malam. Cuma ada H A R I yang kemudian di buang untuk hal-hal berguna, sangat berguna, lumayan berguna, cukup berguna hingga tidak berguna dan tidak berguna sama sekali. Bagaimana bila lelah? Istirahat saja. Bisa tidur, jalan-jalan, bengong, dengerin musik, nyampah di facebook atau twitter, kirim sms ga penting ke orang-orang atau telpon. Nah, untuk nelpon terbagi lagi dalam dua kategori. Untuk yang jomblo, bisa telpon siapa aja dengan cara acak, sengaja atau gak sengaja, yang penting judulnya NELPON. Pilih aja nomor handphone di kontak yang terasa  menarik dan mampu hilangkan penat. Kalo gak ada? Buang aja hapenya!
Bagi yang punya pacar, udah pasti nggak usah pusing lagi. Tinggal search nama pacar trus klik nomornya, tunggu hingga nada sambungnya terdengar dan ucapkan 'hallo sayang...' setelah nada sambung tak lagi terdengar. Ya, sesimple itu konsep istirahat. Yang penting dalam berisitirahat, apapun bentuknya mampu membuat kita segar lagi dan bisa melanjutkan banyak hal yang sempat tertunda.