Pages

Wednesday, 6 June 2012

HIDUP GAK CUMA NGALIR AJA


Suatu hari gue chattingan sama temen gue. Ketika itu, gue iseng (iya iseng loh ;p) tanya-tanya tentang hubungannya sama pacarnya. Menurut pengendusan (baca: penciuman) gue, kayaknya sih lagi agak gak beres. Kesimpulan gue dapet dari hasil investigasi gue terhadap status-status galaunya, hehehe. Saat gue tanya gimana kelanjutan dia sama pacarnya, dia jawab sedikit lama. Lalu, waktu gue mau off, jawaban dia pun datang. Katanya, “Let it flow aja.” Gue lumayan terdiam baca jawabannya. Gue pun menjawab singkat, “oke”, karena saat itu gue terburu-buru harus siap-siap pergi ke kampus.
Jawaban “let it flow” terhadap suatu pertanyaan memang udah gak aneh lagi. Banyak orang samaan jawab begitu kalo di tanya tentang keadaan hidupnya. Sayang, gue gak ngerti maksud mereka menjawab itu.
Well, gue memang mengerti bahwa arti secara bahasa Indonesia dari kata “let it flow” adalah (kira-kira) “Ikuti arus”. Maksud dari ketidak mengertian gue adalah bukan tidak mengerti yang seperti itu. Tapi, gue gak mengerti karena justru gue tau artinya. Lo bingung ya?
Gini deh gue jelasin. Flow adalah arus. Di dunia ini kata ‘arus’ lazim digunakan untuk sesuatu yang bergerak dan dalam hal ini kata ‘arus’ merujuk pada ‘air’. Kalimat “arus air cukup deras” pasti sering kita dengar. Apakah kaliah pernah mendengar “arus kereta”? kalau pun ada, yang dimaksud adalah arus perjalanan kereta api itu sendiri.
Nah, karena arus itu identik dengan air, dia pasti akan mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Benarkan? Pernah dengar kalo ada air yang mengalir ke hulu bukan ke hilir? Enggak kan? Lalu, apa hubungannya sama kalimat ‘let it flow?’
Seperti yang tadi gue jelasin diatas, bahwa arti dari ‘let it flow’ adalah ikuti arus dan kebanyakan kata arus ditujukan pada air. Arus yang dimiliki oleh air selalu mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Belum pernah gue dengar ada arus air mengalir ke hulu bukan ke hilir. Karena arah aliran arus itu ke bawah atau ketempat yang lebih rendah, gue rasa gak cocok kalo di jadiin prinsip hidup seorang manusia. Apakah kalian rela jika hidup kalian terombang-ambing mengikuti arus yang belum bahkan tidak jelas arahnya?
Sayang banget hidup kalian yang berharga ini. Kenapa? Tuhan ngasih kita hidup didunia ini Cuma sekali. Inget, Cuma sekali. Lalu, kenapa harus kita habiskan untuk sesuatu hal yang gak ada juntrungannya? Lo akan merasa sebagai manusia secara utuh jika lo bisa mengarahkan hidup lo pada arah yang lo inginkan. Ciptakan tujuan lo ada di dunia. Tanya sama Tuhan, kenapa Dia menciptakan elo di bumi ini dan masih mengijinkan lo hidup hingga sekarang. Jangan salah, Tuhan pasti punya alasan untuk masih membiarkan lo hidup. Tugas kita sebagai manusia adalah mencari apa alasannya. Lo mesti percaya, bahwa alasan Tuhan merupakan suatu keinginan yang positif terhadap diri lo. Makanya, sayang banget kalo lo Cuma ikutin arus tanpa punya pakem rem secara jelas. Sebebas-bebasnya hidup ini, selalu di ingat bahwa kita bukan binatang. Kita tetap manusia yang punya batasan berupa norma-norma dan sangat baik untuk tidak merobohkannya.
Untuk kehidupan area pinky alias dunia percintaan, pernyataan ini juga gak bisa dibenarkan. Lo mau kehidupan lo sama pacar menukik ke bawah dan gak ada hasil? Ya, minimal hasilnya lo pacaran sama pacar lo adalah lo semakin menjadi pribadi yang baik. Lo sama pacar lo bisa saling memberikan energy positif untuk masa depan masing-masing. Kalian saling dukung dan saling memberi saran. Jadi, pacarannya kalian gak membuang waktu, tetap bisa sambil meraih cita-cita, saling menghargai satu sama lain dan gak menjatuhkan. Ketika lo di suatu pagi bangun dan menyadari bahwa ada sesuatu hal yang salah atas hubungan kalian, jangan diam aja. Coba telusuri apa yang salah. Jangan buru-buru, gunakan intuisi lo. Ketika masalah udah ketemu, jangan langsung bingung. Gue yakin kalo lo sangat pintar untuk mengelompokkan masalah tersebut dalam rate masih bisa di perbaiki atau udah parah, sehingga lo bisa menentukan penyelesaian terhadap masalah itu. Kalo memang masih bisa di perbaiki, pertahankan hubungan kalian. Ceritakan hal yang menurut kalian salah pada pacar, lalu sama-sama cari jalan keluar. Inget lho, sama-sama cari jalan keluar bukan malah saling menyalahkan. Nah, kalau memang udah parah banget daripada lama-lama menjadi penyakit kronis yang mampu ‘mematikan’ diri lo, it’s better for you to end the relationship. Kalo hubungan lo masih tetap nekat dipertahankan, percaya sama gue, hubungan itu gak akan sehat. Setiap hari yang ada lo berantem, BT sama dia, apapun yang dia lakuin akan lo anggap salah.
Banyak orang merasa sulit untuk mengambil langkah ini. Entah karena terlalu nyaman atau terlalu cinta. Coba pikirkan lagi, akan berapa lama waktu yang kalian habiskan dengan masa-masa tidak menyenangkan seperti itu? sementara jika kalian berani melepaskan, kalian akan mendapat door prize yang tidak pernah terpikirkan. Ya, mungkin dalam bentuk sosok baru yang lebih baik.
Teman, gue berbicara seperti ini bukan untuk menggurui. Gue hanya merasa prihatin terhadap kalian yang masih mempertahankan prinsip ini. Karena, gue gak tahan melihat kalian mengarahkan hidup ini untuk mengikuti arus dengan aliran yang belum jelas. 

You are too worth if just let the flow. Because, you able to make decision and get some precious things in your life….

3 comments:

Andy said...

Hidup itu terlalu indah kalau hanya dibuat galau,sering2 lah melihat kebawah biar tidak menjadi galau

affanibnu said...

saya suka pendapat yang dikemukaan.. :)

Anonymous said...

Seberapa besar sih kekuatan manusia melawan arus?