Pages

Saturday, 20 October 2012

Cerita Si Mantan Perokok

Rokok, kita semua tau kalo benda itu merupakan benda yang dapat mengikat pengkonsumsinya. Sekali coba, orang akan ketagihan. Susah deh keluar dari jeratan rokok. Padahal kalo dipikir sampe jungkir balik, saya tetap gak bisa nemuin apa hebatnya dia. Udah bikin tangan bau, mulut hitam dan penampilan gak enak dilihat deh tapi masih aja di cari. 

Well, kali ini saya bukan mau kupas tuntas mengenai rokok. Sudah banyaklah saya kira blogger-blogger lain atau siapapun yang menulis artikel mengenai rokok. Pembaca pun sepertinya sudah khatam :p

Sekarang, saya mau berbagi cerita pada teman-teman blogger sekalian. Kalian gak perlu juga sih pasang tampang serius. Cukup santai, duduk manis, bawa cemilan kalo perlu kirim ketempat saya *ngaco*. Back to the topic. Cerita kali ini berdasarkan kisah nyata yang dialami kakak kelas saya di kampus. Kakak kelas saya ini belum terlalu tua bila di lihat dari usia, tapi secara tampang... yaa gitu deh *ga tega lanjutinnya*.

Saya mengenal kakak kelas ini setelah saya kuliah di tempat kuliah saya. Tepatnya ketika saya semester dua atau tigaan. Dia itu perokok aktif. Kalo dia dan kereta di jejerin, mungkin gak akan terlihat bedanya mana manusia dan mana kereta karena ngebul semua.

Suatu hari, secara tidak sengaja saya melihat dia membuat status mengenai hidup sehat atau semacamnya. Ya, terkait dengan komitmen gitu. Salah satunya tentang tidak merokok. Hal ini membuat saya sedikit tergelitik karena saya tau, dia perokok. Status itu sudah lama, dan beberapa hari lalu tiba-tiba saya ingat hingga penasaran untuk bertanya secara langsung ke orangnya. 

Dengan percaya diri dia, berkata bahwa dia telah berhenti merokok. Kemudian, dia bercerita tentang prosesnya berhenti merokok.

Hal tersebut berlangsung ketika dia berulang tahun (entah untuk yang keberapa). Dalam masa peringatan hari kelahirannya itu, dia membuat janji pada Tuhan bahwa dia ingin menjadi orang yang lebih baik. Di awali dengan berhenti merokok. Menurut dia, saat kita membuat janji dengan manusia akan selalu ada 'alasan'. Namun, beda bila kita membuat janji pada Tuhan. Kita di tuntut untuk terus menepati janji tersebut. Itulah yang dialaminya hingga saat ini. Sejak membuat janji tersebut pada Tuhan, minatnya untuk merokok lantas hilang.

Mungkin cerita diatas dapat menjadi inspirasi untuk kita. Bagaimana kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik dengan menjadikan Tuhan sebagai pengingat. Sehingga hidup kita senantiasa mendapat restu dari Nya. Tidak penting apa agama yang ia anut hingga berhasil berhenti merokok. Point penting disini adalah bagaimana kita beribadah sebaik-baiknya dan mengingat Tuhan pada tiap aspek langkah hidup kita.

Salam

:)

3 comments:

scendry said...

".... saat itu ulang tahunnya ke 22 tahun. Dan sepertinya tampang pria itu tidak setua usianya, bahkan terlihat lebih muda (Jauh lebih muda)."

"Satu lagi, janji itu bukan alasan satu-satunya, tapi yang terpenting adalah NIAT"

scendry said...

"... pria itu tak setua yang anda bayangkan. Ulang tahun ke 22 itu spesial untuknya. Sebenarnya bukan karna janjinya pada Tuhan, yang jelas NIAT adalah kunci utama. Ya, Niat..."

Muhammad A Vip said...

saya sering juga merokok, tapi sampai sekarang belum ngerti juga apa enaknya merokok