Pages

Sunday, 7 October 2012

Jagalah Asetmu

Dua minggu lalu ada kejadian tidak enak yang menimpa adik laki-laki gue. Salah satu matanya terkena bambu ketika sedang bermain dengan temannya. Gue dan nyokap sangat khawatir terhadap keadaannya saat itu. Terlebih ketika dokter berkata jika beliau tidak tahu dimana lensa mata adik gue sehingga tidak bisa menjamin penglihatan dia dapat pulih seperti sedia kala. Mendengarnya membuat gue dan nyokap lemas. FYI, adik gue itu baru berusia 13 tahun. Kami gak bisa membayangkan andai perkataan dokter itu menjadi kenyataan dan adik gue harus mengandalkan satu mata saja sepanjang sisa hidupnya. Gak adil rasanya. Ketika itu, gue membandingkan hidup gue disaat usia 13 tahun dengan kehidupannya.

Di usia 13 tahun, hidup gue baik-baik saja. Gak ada masalah seberat yang adik gue alami saat ini. Perasaan gak rela memenuhi adik gue. Nyokap berkali-kali meminta gue untuk iklas nerima cobaan ini dan kuat untuk mendukung adik gue.

Sesuai dengan rujukan dokter, gue sekeluarga membawa adik gue ke RSCM Kirana, rumah sakit khusus mata untuk memeriksa kondisi mata adik gue lebih detail lagi. Tindakan yang diberikan cukup cepat sehingga adik gue sekarang berangsur pulih. Matanya perlahan sudah bisa dipakai untuk melihat lagi.

Dari kejadian ini ada beberapa hal yang bisa gue ambil pelajarannya. Diantaranya adalah begitu nikmatnya bila kita dapat melihat. Gue tidak bermaksud meng- under estimate kepada orang-orang yang tidak dapat melihat. Maksud gue, mereka yang tidak bisa melihat sejak lahir sudah terbiasa dengan warna hitam dalam hidupnya. Dan, untuk mereka pasti itu bukan masalah besar. Karena memang seperti itulah dunianya. Lain halnya dengan seseorang yang sudah terbiasa hidup dengan banyak warna, tiba-tiba harus memandang satu warna saja. Tentu ada kekagetan yang luar biasa. Ada keanehan dan kejengahan yang sulit diterima. Belum lagi perasaan minder dari pergaulan di luar keluarga.

Makanya, gue sering menekankan pada adik gue untuk selalu berhati-hati terhadap apapun yang menempel ditubuhnya. Ya, termasuk untuk gue sendiri. Bahwa semuanya adalah aset yang dapat digunakan untuk membantu kita dalam meraih masa depan. Banyak orang bilang, mata adalah bagian vital tubuh. Itu benar, namun menurut gue tidak hanya mata saja yang vital. Alis, biarpun hanya tumpukan bulu-bulu halus juga vital. Karena tanpanya kita akan terlihat aneh dan mengurangi rasa percaya diri. Begitu juga dengan bagian tubuh lainnya. Hidung, bibir, gigi, telinga, tangan, kaki, dada, semuanya... Harus dijaga, harus berhati-hati dan harus disyukuri gimana pun bentuknya.




2 comments:

Siti Nurlaela said...

nice :) , mampr di link aku ya ka diarysicrutt.blogspot.com , jangan lupa direspon :)

Siti Nurlaela said...

nice :) mampir di blog aku ya ka diarysicrutt.blogspot.com

jangan lupa reaksi & responnya :)