Pages

Sunday, 7 October 2012

Kemana Aku?

Di sini, di ruangan kecil ini yang... maaf aku tidak bisa jabarkan berapa ukurannya seperti lazimnya para penulis lain sering lakukan. Apakah aku salah bila tidak menjabarkan ukuran ruangan dimana aku duduk sekarang? Apakah aku tidak layak mendapat cap "penulis" karena gagal menjelaskan detail ruangan aku berada saat ini? Well, apalah artinya ukuran sebuah ruangan jika ruangan itu bisa mengakomodir kenyamanan seseorang? Memang sih, tidak nyaman betul dengan berisiknya suara tembak-tembakan dari game counter strike yang dimainkan oleh adikku. Jangan salah sangka, aku tidak sedang berada di warnet atau tempat rental komputer. Aku sedang duduk di lantai kamar yang biasa digunakan Ayahku tidur. Kamar sempit yang langsung menghadap keluar tapi jarang aku memandang keluar.

Biarpun aku duduk di sini tapi pikiranku tidak ikut serta. Yeah, pikiran memang tidak bisa duduk. Kita semua tahu itu. Tapi maksudku, pikiranku sedang tak ada di ruangan ini bersama tubuhku. Bayangkan saja zombie bila kalian butuh visualisasi gimana kondisiku sekarang. Duduk, bergerak, makan, mengunyah, semua kulakukan. Namun, dengan gerakan seperti robot. Tidak ada semangat, tidak ada gereget, tidak ada keinginan untuk senyum kecuali dalam keadaan kepepet.

Hatiku bertanya, siapakah sebenarnya yang merasuki jasadku? Rohani yang dikenal hati selama ini tidak sepertinya. Tidak seperti robot yang berjalan bila ada suara memerintah. Tidak seperti seorang penggerutu yang selalu melontarkan kalimat sinis ketika bertatap muka dengan orang lain. Tidak seperti seorang putus asa yang hanya melanjutkan hidup agar dikatakan hidup.

Hati menjerit, memaksa otak untuk ikut duduk diam bersamanya. Ralat, bukan duduk diam bersamanya tapi duduk berpikir bersamanya. Berpikir, menerka, menyelidiki siapa roh jahat yang berdiam di jasad majikannya saat ini. Siapakah roh jahat yang membajak sang majikan kesayangan hingga hanya mengetik tanpa tahu apa yang ia ketik sampai lupa mandi, sampai tidak mendengarkan suara ibunya memanggil sampai menggerutu pada adiknya yang mengintip kegiatannya mengetik, sampai menjadi seseorang yang tidak jelas juntrungannya.

Aku jadi ikut bertanya-tanya, kemana aku?


*diketik dalam kondisi setengah sadar, tanpa paksaan dan tidak dibawah pengaruh alkohol (good day chococino bukan alkohol tentunya.)


1 comment:

Muhammad A Vip said...

kok sama seperti presiden kita, ke mana beliau sampai banyak yang nyari kemarin di HI.
Eh, lain kali gambarkan dengan detil tempat dimana sedang berada, karena itu bisa jadi keunggulan sebuah tulisan (seni unggul konon karena mampu menjabar detil)