Pages

Wednesday, 28 November 2012

Bagianmu

Pernah gak punya mimpi, punya keinginan, punya minat, punya hobi yang dipandang sebelah oleh orang lain? Parahnya, bukan sekedar dipandang sebelah mata tapi juga ditertawakan (meski tidak terang-terangan) saat kamu ingin menghabiskan dirimu berkarier dalam bidang tersebut? Singkatnya, setelah itu kamu harus menjalani sesuatu yang tidak kamu sukai. Contohnya seperti Kugy dan Keenan dalam novel Perahu Kertas karangan Dee. Tapi tentu, kehidupan didalam sebuah cerita tidak selalu manis seperti dalam kehidupan nyata. Kehidupan yang kita temukan dalam novel seperti keajaiban dan kemudahan, tidak akan semudah itu kita temukan dalam kehidupan nyata. Tentunya, hal ini seperti menohok para pembaca yang memang benar-benar menggunakan alam 'khayal'nya untuk kemudian menciptakan/mengkreasikan cerita tersebut sesuai seperti keadaan dirinya.

Mendapat kenyataan yang seperti itu. Dorongan untuk melakukan sesuatu yang lebih 'bermanfaat' dibanding hanya sekedar bermain-main dengan hobi, perlahan membuat kita kemudian berpikir untuk 'membahagiakan' mereka. Terutama, Orang Tua. Dengan dalih itu, kita 'membelok' dari sesuatu yang sangat kita sukai menuju jalur yang harus kita sukai, suka tidak suka. Well, diluar sana banyak orang berkata, jika itu hidupmu maka perjuangkanlah. Mereka (Orang Tua) tidak akan merasakan apa yang kita rasakan. Perjuangan mempelajari sesuatu yang tidak disukai, menghadapi hal-hal menjemukan dan lain sebagainya. Sayangnya, teori tersebut tidak mudah dilakukan oleh setiap orang sehingga membuat kebanyakan orang melalui jalan itu. Jalan yang sebenarnya gak disukai...

Tapi, saya rasa, kita gak perlu terlalu larut dalam keterpurukan dalam menjalani bidang atau hal yang sebenarnya gak kita suka. Jangan pernah berpikir untuk berhenti melakukan hobi, dan menanam impian dibenak kita. Semua itu dilakukan semata-mata sebagai 'terapi; agar kita tetap memiliki semangat dalam menjalani hidup dengan semua keadaan yang ada. Dan, ingat, tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Setiap serpihan kecil yang tertinggal akan menjelma sebagai bongkahan besar yang suatu saat akan indah. Minimal, untuk diri sendiri.

Setiap orang yang telah menghabiskan waktunya untuk membahagiakan orang lain, memiliki hak untuk membahagiakan dirinya sendiri. Sebagai penyeimbang atas kehidupan yang dirasa timpang. Jadi, jangan berhenti mengejar mimpi, menanam asa dan percaya bila tidak ada yang sia-sia dari semua perbuatan kita.

Terus Semangat meraih impian, meski pahit, tetapi, harus diraih untuk kebahagiaan diri sendiri.


Salam,

1 comment:

siroel said...

jangan pernah takut bermimpi, dan jangan terlalu memperhatikan apa kata orang...