Pages

Wednesday, 7 November 2012

Dan di Hari itu.....

Lazimnya seseorang ketika akan diwisuda selalu merasa bahagia. Karena dengan diwisuda kita resmi akan 'terbang' menuju tempat perang masing-masing untuk mengaplikasikan setiap teori yang selama 4 tahun belakangan telah dicekoki. Wajah-wajah bahagia, rona wajah cerah, tawa disana-sini akan menjadi pemandangan ditiap acara wisuda. Wisudawan dan wisudawati berdandan cantik dan tampan, ada pula yang menggandeng pasangan masing-masing atau diapit orang tua yang gak kalah bahagia lihat anaknya jadi sarjana. Tapi... dibalik itu semua, perlahan, seperti tentara saat gerilya ada perasaan menyusup, membekap, dan menampar hingga saya sadar, bahwa... wajah-wajah ini, wajah-wajah yang selama 4 tahun sering saya temui hingga rasanya bosan, akan menjadi wajah-wajah yang saya rindukan.

Empat tahun bukan waktu yang singkat. Dimasa itu, kita belajar melihat, merasa, menilai hingga menjadi dekat satu sama lain. Perasaan marah, kesel, sedih, bahagia, sering kita rasain meski bukan kita yang ngalamin. Pernah, kita sama-sama sedih saat teman kita belum ada kemajuan dalam pembuatan skripsinya sementara kita udah dapet acc dari dospem masing-masing. Pernah kita senang cuma gara-gara satu teman kita berhasil dapet jadwal sidang, padahal kita sendiri belum. Pernah kita sama-sama nasihatin satu orang yang rada 'lelet' dengan maksud supaya dia ngebut padahal kita sendiri beres. Semua rasa itu hadir begitu saja, bukan tanpa alasan namun karena kita sudah dekat. Sekecil apapun kebahagiaan atau kesedihan yang dirasakan akan menghasilkan euforia dilingkup kita sehingga kita ikut ngerasa hal yang sama.

Sebelum tanggal 6 November, sebelum dengar lagu GODEAMUS, sebelum orang kami diantar para panitia ke bangku untuk menyaksikan acara wisuda, sebelumnya kami pernah memimpikan itu, kami pernah mengantar orang tua wisudawan/wisudawati ke tempatnya. Dan...kemarin itu giliran kami... Dan di hari itu kita menyedari, bahwa kehadiran masing-masing dari mereka, dari kami selalu dan akan terus memberi warna tersendiri dalam hidup kami

Sekarang, pesta kita telah berakhir. Make up diwajah kita telah terhapus, kebaya telah ditanggalkan, toga, medali dan selongsong kita simpan, setelah ini KEHIDUPAN SEBENARNYA akan membentang didepan mata kita... harus disambut, harus dijalani dengan berharap kita akan bisa ketemu lagi, suatu saat nanti :)

No comments: