Pages

Saturday, 24 November 2012

Malam Minggu


~ Dinna
‘Nanti malam aku ke rumah kamu, ya.’ Begitu isi sms dari Abdee, pacarnya. Ini malam minggu dan Abdee yang harus menempuh waktu perjalanan selama 2 jam untuk kerumahnya akan datang. Tidak ada yang lebih sempurna dari itu!

~ Bian
Sementara sahabatnya sedang mengobrak abrik isi lemarinya demi menemukan pakaian pantas yang keren untuk ia pakai malam mingguan bersama pacarnya, Bian Wijaya, justru tidak terlalu bersemangat.
“Semoga nanti malam hujan deras.” Gumamnya sembari menatap langit pukul delapan pagi yang cerah ceria. Bian terus mengulang-mengulang doanya.
Hampir tiap malam minggu tak pernah Bian lewati bersama Chiko –pacarnya-  seperti kebanyakan remaja pada umumnya. Hari ini pun Bian menerima pesan yang serupa seperti minggu sebelumnya dari Chiko, ‘Malam ini aku main futsal sama teman-teman aku ya sayang.’. Bian yang sudah terlalu kebal untuk sekedar merasa marah hanya melempar handphonenya ke sudut ranjang.

~~ Malam, 20.00
~Dinna
“KAMU DIMANA?!” semprotnya ketika Abdee akhirnya menjawab telepon setelah sepuluh kali ia tak menanggapinya. “JADI GAK KERUMAH AKU?!!” tanyanya setengah berteriak.
Dinna pantas merasa emosi setengah mati hingga meledak-ledak seperti ini setelah ia menolak ajakan Bian untuk belanja besar-besaran. Cewek berambut pirang alami dengan potongan layer sepundak ini, hanya ingin berada di rumah supaya bisa bersiap-siap untuk bertemu Abdee. Jadilah Dinna berkutat dengan lulur, menyiapkan masakan yang ia pelajari dari buku resep milik Mama dan menghabiskan waktu dua jam meluruskan rambut ikalnya. Setelah semua hal itu ia lakukan demi malam minggu spektakuler dalam imajinasinya, Dinna harus mendapati kenyataan bila cowok itu justru berkata, “Aku gak jadi kerumah kamu ya, sayang… hari ini aku harus anter teman aku ke rumah Tantenya di daerah Kota Tua.”
Saking emosinya, Dinna sampai tidak tahu harus berkata apa. Gadis itu hanya mematikan telponnya sambil memaki-maki Abdee. Ia beranjak menuju cermin setinggi badan, berdiri disana, menatap bayangan seorang gadis manis bertubuh langsing dengan nafas naik turun menahan emosi.
“BEGO!” Kemudian, Dinna mulai menangis…

~~ Bian
Bila sudah Ibu yang membuat rencana, tidak ada satu orang pun di rumah mereka mampu mencegah. Terutama untuk Bian. Tidak bisa ia berkata ‘tidak’ atas ajakan Ibu untuk sesi kelas Pilatesnya malam nanti. Padahal berada ditengah kumpulan Ibu-Ibu adalah ‘BIG NO’ terbesar di kamus hidupnya, terlebih di malam minggu yang seharusnya ia habiskan bersama Chiko.
“Gak harus kamu habiskan tiap waktu untuk pacarmu, Nak. Bersosialisasilah dengan orang lain.” Ujar Ibu sambil merajang wortel untuk makan malam mereka.
“Kumpulan Ibu-Ibu itu bukan ‘orang lain’, Bu. Tapi orang tua.” Sahut Bian kesal sambil menatap geram tabloid ditangannya yang membahas tentang putusnya hubungan Selena Gomez dan Justin Bieber. Disebelahnya duduk Abang tertuanya, Bino yang hanya tersenyumm geli menonton perdebatan itu.
“Jangan pilih-pilih dalam bergaul.” Ibu mengingatkan.
“Aku gak pilih-pilih.” Sergah Bian.
Ibu tersenyum penuh kemenangan. “Itu artinya kamu setuju untuk pergi sama Ibu. Lekas mandi, kita jalan setengah jam lagi.” Tanpa perlu konfimasi, Ibu menghilang kekamarnya, segera.
~~
Bian dan Dinna
“Jadi malam minggu lo gimana?” tanya Dinna. Tangannya meraih tissue dan membersihkan hidungnya.
Bian menguap lebar tak peduli tatapan Mba-mba recepsionis yang bergidik jijik. “Suram.” Jelasnya singkat. “Malam minggu, gak sama pacar, justru terjebak di studio senan penuh Ibu-ibu usia kepala empat yang mimpi punya tubuh seperti gadis dua puluh tahunan. Perfect!” lanjut Bian mendramatisasi keadaan.
Dinna menyeringai lebar. “Asyik banget.”
“Banget.” Cibir Bian. “Lo sendiri gimana?”
“Buruk. Abdee gak jadi datang.”
“Kenapa?!”
“Dia lebih peduli temannya daripada sama pacarnya yang udah mati-matian masak demi dia.”
“Hah?!” Bian tercekat mendengar Dinna Saputri memasak. Megang sapu aja hampir gak pernah, pikir Bian.
“So?”
“Malam minggu gue kayak biasanya deh.”
“Sama lo!” ujar mereka berbarengan lalu tertawa seru tentang ketololan mereka sepanjang malam.
~~~

No comments: