Pages

Monday, 17 December 2012

LUPA



 “Lo pulang sama siapa?” tanya Denis atau lebih tepat disebut menodong.
Ulin mengatur nafasnya yang tersengal tiap berhadap dengan makhluk songong namun diam-diam ia sukai itu.
“Sendiri.” Jawabnya berusaha sebiasa mungkin.
“Gue anter ya.”
“Hm… makasih, tapi gak perlu.” Tolak Ulin halus tapi makhluk ganteng didepannya ini bukan tipe mudah menyerah, cukup ngeyel malah. Jadi, ia telah bersiap membuka mulut untuk mencoba mengajak Ulin pulang bersamanya lagi. Namun, sebelum niat itu terlaksana, satu tangan kekar berwarna kecoklatan dengan dihiasi sedikit bulu-bulu halus telah memegang lengan Ulin. Bukan hanya memegang tapi juga mencengkram.
“Sori, Den, Ulin pulang sama gue, Pras dan Ava. Tadi kita udah janjian mau nonton, tapi si Ulin malah lupa makanya gue susulin kesini.” Cerocos Leno, sahabat Ulin sejak TK yang tak mempedulikan kekecewaan tergambar jelas di wajah Denis.
“Gue boleh ikut kalian nonton? Gue yang traktir deh.” Pinta Denis. “Hari ini anniversarrynya LUPA, jadi khusus anggota LUPA aja.”
Kemudian, setelah menyentak pelan lengan Ulin, mereka berlalu meninggalkan Denis yang terpaku memandangi punggung Ulin. Hatinya perih sekali…
JJJ
“Lo jahat!” cetus Ulin ketika mereka telah sampai tempat parkir dan jauh dari Denis. Ava sudah pergi duluan ke XXI di Supermall Lippo Karawaci bersama Pras untuk memesan tiket bagi mereka berempat.
“Lin, gue bukan jahat, tapi ini demi elo juga.” Ujarnya kalem sambil membuka pintu mobil Starlet putih miliknya. “Kalo terlalu dekat sama Denis, nanti lo bisa jatuh cinta sama dia. Itu bahaya, Lin… setidaknya untuk sekarang.”
‘Udah jatuh cinta duluan gue!’ umpat Ulin dalam hati.
JJJ
Denis berdiri dengan wajah garang didepan kelas 2IPS2 menghadang laju Leno, Ava dan Pras.
“Apa-apaan nih?” tanya Leno tak senang.
“Gue mau bicara sama lo bertiga sekarang juga.”
“Tentang apa?” sahut Ava lembut.
“Ngomong tinggal ngomong. Susah bener.” Sungut Leno.
“Sabar dong, Len.” Kata Pras. “Kita ngobrol di kantin kalo lo mau. Mumpung jam masuk juga masih lama.” Tawar Pras bijak yang langsung di iyakan oleh mereka.
 Denis menatap mata para sahabat terdekat Ulin itu lekat-lekat. “Ada apa sama Ulin?”
Tiga sahabat itu saling pandang, “Emang Ulin kenapa?” tanya Ava khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada Ulin.
“Ulin baik-baik aja, dia lagi on the way ke sekolah kok sekarang.” Pras menjawab dengan tenang.
Denis terlihat frustasi, kemudian ia menghitung sampai tiga dan akhirnya berkata, “Gue kemarin nembak Ulin.” Mulainya. “Tapi, Ulin nolak dengan alasan yang sama sekali gak jelas. Dia bilang kalo dia gak mau ngekhianatin elo bertiga. Gue mohon, jelasin duduk perkaranya sama gue. Sekarang.”
Ava dan Pras menatap tajam pada Leno yang mendengus pada Denis, “Ulin emang gak suka kali sama lo.” Ujarnya ketus.
Dengan raut penuh rasa bersalah, Ava bersuara, “Gini Den… kita punya perjanjian KONYOL gagasan Leno.” Ava sengaja menekan bagian kata Konyol. “Sebelum selesai UAN, kita gak pacaran. Itu perjanjian LUPA namanya. Leno, Ulin, Pras, Ava.
.“Sebenarnya, Ulin suka sama lo, Den. dia pernah cerita. Tapi lo tau sifat Ulin gimana kan? Sama janji yang udah dia buat, gak gampang bagi dia untuk dibatalin gitu aja.” Tambah Pras.
Denis tersenyum.
“Oke, semua jadi lebih jelas buat gue sekarang. Thanks ya.” Ujar Denis tulus lalu bangun dari duduknya.
“Kalo emang lo beneran suka Ulin, lo pasti gak keberatan buat nunggu Ulin. UAN sebentar lagi, kok.” Kata Leno tanpa menatap Denis.
Denis Cuma tersenyum mendengar kalimat Leno. Cowok itu sudah tau apa yang harus ia lakukan. Setelah berterima kasih pada Leno, Ava dan Pras, Denis bergegas kembali kekelas.
JJJ
Aku udah tau masalahnya, aku juga udah tau kamu suka juga sama aku. Jadi, aku rasa gak ada masalah lagi. Aku akan nunggu kamu hingga batas perjanjian itu berakhir. Aku sayang banget sama kamu, Lin… -Denis.’

2 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

wah kian lama kian keren cerpennya

Sang Cerpenis bercerita said...

wah keren ya penampilannya.