Pages

Sunday, 4 January 2015

Review Film Assalamualaikum Beijing

Pada tanggal 2 Januari 2015 saya akhirnya bisa menonton film yang diangkat dari novel dengan judul sama hasil penulis cantik mba Asma Nadia. Agak menyesal sih karena tidak bisa menontonnya saat premier, tapi gak apa-apa yang penting nonton.

Lalu gimana filmnya?
Sudah jadi rahasia umum jika suatu film diambil dari novel best seller akan ada expektasi berlebih dari pembacanya. Karena, pembaca tersebut sudah sedemikian 'kenal' dengan tokoh-tokoh dalam cerita secara imaji. Ketika membaca novel, tentu kita akan membayangkan 'penampakan' tokoh sesuai dengan deskripsi yang dijelaskan, membayangkan tiap adegan yang terlewati, dll. Nah, hal inilah yang kemudian menjadi tantangan bagi para sineas untuk memuaskan visual penonton dengan ekspektasi tadi. Dan, itu tidak mudah pastinya. Banyak sineas yang sudah memberanikan diri mengangkat suatu novel menjadi film dan mengundang decak kecewa para penontonnya. Film ini menurut saya salah satunya.

Sebagai seseorang yang sudah membaca novelnya, agak mengecewakan jika seorang sineas tidak memperhatikan detil sang tokoh meski itu sepele. Seperti Dewa yang selalu memang Asmara dengan Ra, sedangkan di film Dewa memanggilnya dengan lengkap. Kemudian, pencarian Asma oleh Zhong Wen  dalam film menurut saya kurang greget, karena Zhong Wen berhasil bertemu kembali dengan Asma karena tour guide Asma yang bernama Sunny tidak bisa hadir. Memang sih, sebelumnya di ceritakan jika Zhong Wen berlari mengejar Asma yang sedang didalam bus bersama Sekar tapi selanjutnya kenapa justru Asma pun mencari Zhong Wen? Hal ini seperti menggambarkan jika memang Asma juga ingin bertemu Zhong Wen, sementara dalam novel digambarkan bila Asma tidak menaruh harapan terlalu tinggi pada Zhong Wen.

Kemudian, adegan menyusulnya Dewa ke Beijing membuat film ini seperti tipikal sinetron-sinetron yang banyak tayang di Indonesia. Pertemuan kembali Dewa dan Asmara seharusnya terjadi di rumah Asmara berbarengan dengan kedatangan Zhong Wen yang mendadak. Point ini yang bagi saya membedakan tulisan Asma Nadia berbeda dengan novel cinta yang lain.

Tapi tidak perlu khawatir, karena selalu ada komplinen/pengganti dari sesuatu yang tidak bisa diberi. Sepertinya tim produksi film mengetahui jika mereka tidak bisa full memenuhi harapan penikmat novel Assalamualaikum Beijing karena itu tim memberikan pengganti yang sedikit banyak mampu mengobat kekecewaan kita.

Seperti menyisipkan mengenai islam di negeri china dengan cara yang apik sehingga kita pun mampu berdecak kagum dengan agama tersebut. Juga kehadiran penuh kejutan oleh Morgan Oey. Seperti yang telah diketahui, Morgan Oey memulai kariernya di dunia hiburan dengan tergabung dalam sebuah Boy Band. Pada saat itu, Morgan harus menampilkan image seperti bintang korea dengan gaya yang terkadang membuat kita berpikir kok enggak gentle banget, he he he. Pasti belum terlupakan jika Morgan banyak di timpa berita mengenai orientasi seksnya. Apapun itu, yang jelas penampikan Morgan begitu macho di film ini. Dan, baru saya sadari ternyata Morgan memiliki sorot mata yang tajam. Ia juga terlihat menyatu dengan perannya sebagai Zhong Wen. Aktingnya pun tidak kalah dengan senior-seniornya seperti Revalina, Laudya Cintya Bella, Ibnu Jamil, Desta dan Jajang C Noer. Morgan, tanpa banyak bicara, melalui karya ia mampu membuktikan bila dalam dirinya terdapat kualitas bintang. Good job Morgan!

Kita juga akan dibuat terbawa oleh soundtrack film ini yang berjudul Moving On. Saking terbawa oleh liriknya, saya sampai bertahan di sit bioskop ketika film usai hanya untuk mengetahui SIAPA PENYANYINYA. Yap, kepo to the max pokoknya!

Dan, taraaaaaa... saya pun melongo begitu mengetahui ternyata penyanyinya adalah RIDHO ROMA. iya, Ridho Roma yang itu, yang anaknya Roma Irama. Gak nyangka banget karena dalam lagu tersebut sisa-sisa dangdut dalam dirinya sama sekali tidak terasa. Musik dan liriknya sangat sesuai untuk film ini. Wah, pokoknya TOP Banget deh.

Oke sekian, jangan lupa tonton film ini. Biar pun gak terlalu sesuai dengan novelnya, namun saya tetap merekomendasikan film tersebut. Kenapa? Karena dari film ini kamu bisa belajar mengenai makna cinta yang lebih dalam.


No comments: