Pages

Saturday, 12 December 2015

Proses Identifikasi

"Nama lengkap pasiennya siapa?"
"Tanggal lahirnya?"

Pernah mendapat pertanyaan tersebut ketika berobat Rumah Sakit?

Beberapa orang yang pernah saya temui langsung menjawab pertanyaan itu. Namun, tidak sedikit juga yang memasang tampang bingung, sebal atau heran. Mungkin di pikiran mereka bertanya-tanya, kenapa harus ditanya lagi data-data tersebut sedangkan petugas rumah sakit telah memegang data milik pasien?

Pertanyaan itu diulang kembali, terutama jika petugas berbeda adalah sebagai securitas, keamanan. Sebab, beratus-ratus orang yang berobat di Rumah Sakit tentu meningkatkan risiko adanya pasien dengan nama sama atau tanggal lahir sama. Pastinya akan jadi masalah besar jika terjadi kesalahan dalam data pasien akibat petugas Rumah Sakit tidak menanyakan hal tersebut, misal:

1. Berkas rekam medis yang berisi riwayat, keluhan, terapi pengobatan, pemeriksaan penunjang, dll, berisiko tertukar
2. Dapat terjadi kesalahan dalam pemberian obat, tata laksana penyakit, pemeriksaan penunjang, dll
3. Jika hal-hal yang berkaitan dengan pasien tertukar dengan pasien lain dapat berisiko tidak tepatnya tata laksana pengobatan yang diberikan oleh dokter.

Serta masih banyak kemungkinan risiko lainnya bila data pasien tidak ditanyakan oleh petugas Rumah Sakit.

Untuk itu, demi keamanan diri sendiri serta orang terkasih saat berobat di Rumah Sakit, berikan data yang sesungguhnya (dapat sesuai KTP) pada petugas Rumah Sakit dan diusahakan tidak memberikan tampang judes apalagi marah (kecuali kalau dijudesin, ya... judesin balik hehehe ✌).

Proses tadi kami sebut sebagai Identifikasi Pasien. Demi terciptanya keamanan terhadap setiap pasien yang mendapat pengobatan.

No comments: