Pages

Tuesday, 8 December 2015

Toilet Gratis (KATANYA)

Saya baru pulang dari perjalanan 'kilat' menuju Magelang. Karena setelah sampai tujuan pada pukul 10.00 pagi, saya harus pulang lagi ke rumah pada pukul 17.00.

Dalam perjalanan singkat itu, ada hal-hal yang menggelitik hati dan pikiran saya. Salah satu yang membekas hingga saat ini adalah sebuah tulisan di toilet umum yang saya jumpai saat berhenti di sebuah rest area ketika dalam perjalanan menuji Magelang. Di depan toilet tersebut ada satu tulisan menggunakan kertas HVS yang ditempel di depan pintu toilet antara toilet Pria dan Wanita, berbunyi: TOILET GRATIS. Wah... Sebagai calon pengguna toilet saya seneng dong, karena artinya uang dua ribu saya selamat, hehehe. Bukan pelit.... coba aja hitung, kalau sekali buang air kecil kena tarif Rp.2000, berapa banyak yang harus dikeluarkan jika kita BAK sebanyak lima kali? Kok, banyak? Iyalah... secara perjalanan jauh, kalau kebelet BAK/BAB ditengah-tengah jalan Tol kan gawat, jadi memanfaatkan momen ketika mobil melipir di rest area.
Saat saya mendekati toilet umum tersebut, rasa kecele langsung hinggap di hati. Bagaimana tidak, didepan pintu masuk ada ALGOJO yang jagain pintu dengan uang ditangan. Jadi, para pengguna toilet akan membayar setelah mereka selesai beraktivitas di kamar mandi.

Kalau begitu sih, gak perlu lah pasang-pasang tulisan toilet gratis kalau keluarnya kudu bayar. Jujur sajalah jika memang butuh biaya untuk perawatan dan tidak sanggup mengratiskan. Saya rasa pengguna pun akan maklum, sebab dari uang tersebut kebersihan toilet akan terjaga. Tidak perlulah bikin orang berharap, lalu menjatuhkan harapannya begitu saja.

No comments: